10 Cara Melancarkan Rezeki Seret Menurut Sunnah

10 Cara Melancarkan Rezeki Seret Menurut Sunnah

Semua makhluk baik manusia, jin, dan binatang-binatang tak luput dari rezeki yang dikaruniakan Alloh SWT.

Namun tak jarang dari kita yang belum memahami secara hakiki apa itu rezeki.

Meski disadari atau tidak, hari-hari yang kita lalui pasti mendapat anugrah-Nya yang bernama rezeki.

Pengertian rezeki menurut Al-Quran

Rezeki adalah sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk berlangsungnya kehidupan. Baik itu berupa makanan sehari-hari atau yang lain.

Meskipun itu merupakan perkara yang diperoleh dengan cara yang haram tetap disebut rezeki, seperti mencuri, korupsi atau yang lainnya. Pengertian semacam ini sesuai dengan penjelasan Ibnu Ruslan RA dalam Nadhom Zubad:

والرزق ما ينفع ولو محرما *

نظم الزبد

“Dan rezeki adalah sesuatu yang bermanfaat meski diharamkan…”

Demikian ini berdasarkan firman Allah SWT:

قل أَرَأَيْتُم مَا أنزل الله لكم من رزق فجعلتم مِنْهُ حَرَامًا وحلالا….

﴿يونس : ۵۹﴾

Katakanlah (Muhammad), Beri Aku penjelasan mengenai rezeki yang diturunkan Alloh SWT kepada kalian, kemudian kali jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.”

Selain itu, seandainya rezeki hanya terbatas pada hal-hal yang halal, tentu orang yang selama hidupnya memakan makanan haram bisa dikatakan tidak mendapat rezeki (makanan) seumur hidupnya.

Begitu juga, binatang-binatang yang notabene adalah makhluk yang tidak memiliki hak milik. Bukankah binatang-binatang memakan secara sembarangan? Padahal Alloh SWT secara jelas menuturkan dalam al-Quran

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ﴿هود : ۶ ﴾

“Dan tidak satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan rezekinya telah dijamin Alloh…”

Namun, meski demikian bukan berarti kita boleh mencari rezeki melalui cara yang haram. Karena mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan rezeki halal merupakan suatu kewajiban.

Rosul SAW bersabda:

فقد روى من حَدِيث ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا :من لم يُبَالِ من أَيْن اكْتسب المَال لم يبال الله من أَيْن أدخلهُ النَّار

غاية البيان شرح زبد بن رسلان

“Dari Ibn Umar RA: Barangsiapa tidak mempedulikan darimana ia mendapatkan harta, niscaya Alloh SWT tidak akan peduli bagaimana Dia memasukkannya ke neraka.”

Dalam Nadhom Zubad juga dijelaskan:

وَطَاعَة مِمَّن حَرَامًا يَأْكُل * مثل الْبناء فَوق موج يَجْعَل

نظم الزبد

“Sebuah ibadah yang dilakukan orang yang memakan harta haram laksana bangunan yang didirikan di atas ombak.”

Cara mencari rezeki halal dan barokah

Sebagai orang beriman tentu harus meyakini bahwa ketentuan rezeki adalah ketentuan Alloh SWT sejak belum dilahirkan. Namun ketentuan Allah SWT umumnya disertai sebuah sebab.

Berikut ini meupakan sebab-sebab yang melancarkan rezeki seret dan tersendat.

1. Mengupayakan sebab lancarnya rezeki

Hal ini bisa diupayakan dengan cara berdagang, bertani, menjadi karyawan dll.

Alloh SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

الملك : ۱۵

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

2. Bertakwa

Menjauhi larangan Alloh SWT, dan melakukan perintahnya merupakan salah satu sebab lancarnya rezeki yang seret. Alloh SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

سورة الطلاق، الآيتان ٢، ٣

“Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, niscaya Dia jadikan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dengan jalan yang tidak bisa diduga.”

Taat pada perintah Alloh merupakan sebuah solusi dari segala permasalahan yang ada, dan juga menjadi sebab mendapatkan rezeki dari jalan yang tak terduga.

3. Memperbanyak istighfar

Istighfar atau memohon ampunan dari Alloh merupakan cara ampuh melancarkan rezeki yang seret.

Dalam hal ini Hasan AL-Bashri (Baca: Kata Mutiara Hasan Al-Bashri) pernah didatangi seseorang yang mengadukan kemarau panjang yang melanda tempatnya, dan beliau menyuruhnya untuk beristighfar.

Lalu, beliau juga mendapati seseorang yang mengadukan kefakirannya. Beliau juga menyuruhnya untuk beristighfar.

Di waktu itu pula, terdapat orang yang mengeluhkan kebunnya yang tandus. Lagi-lagi Hasan al-Bashri menyuruhnya untuk beristighfar.

Merasa penasaran dengan solusi yang disampaikan, ketiganya bertanya kepada beliau: Kenapa engkau memberikan satu solusi untuk 3 permasalahan yang berbeda?

Lantas Hasan Bashri menjawab: Apa yang aku sampaikan sama sekali bukan pendapat pribadiku.

Aku hanya menyampaikan yang telah Dia firmankan dalam surat Nuh.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampunan pada Tuhan kalian, -sesungguhnya Ia Maha Pengampun- , –

niscaya Dia akan menurunkan hujan lebat untuk kalian, juga memperbanyak harta dan anak-anak kalian, serta memberi kalian kebun-kebun rindang yang luas dan juga sungai-sungai yang mengaliri perkebunan.”

Selain ayat Al-Quran, Rosululloh SAW juga menyinggung masalah keutamaan dan khasiat istighfar dalam melancarkan rezeki.

من لزم الاستغفار جعل الله له من كل هَمٍ فرجًا ومن كل ضيقٍ مخرجًا ورزقه من حيث لا يحتسب

رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه والبيهقي والحاكم وصححه

“Barangsiapa yang melanggengkan istighfar maka Alloh akan menjadikan kemudahan dalam setiap kesulitannya, dan menjadikan solusi dari semua masalahnya, serta memberinya rezeki dengan jalan yang tak terduga.” HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibn Majah, al-Bahaqi, dan al-Hakim.

4. Tawakkal kepada Alloh

Tawakkal merupakan kedudukan yang tinggi dari seorang mu’min, serta berpengaruh penting dalam kehidupan spiritual seorang mu’min.

Karenanya Alloh SWT sering menyinggungnya dalam Al-Quran. Sebagaimana dalam firman-Nya:

وعلى الله فليتوكل المؤمنون

إبراهيم: ‮١‮١

“Kepada Alloh SWT, hendaknya orang-orang mu’min bertawakal.”

Dan ayat:

وتوكل على الحي الذي لا يموت

الفرقان: ‮٨‮٥

“Pasrahlah kamu kepada Dzat Yang Maha Hidup, yang tak akan pernah mati.”

Selain itu, Allah SWT juga menjadikan tawakkal sebagai syarat sempurnanya iman, serta sebagai tanda pemilik iman, dan juga sebagai sebab keridhaan Rab pada hamba-Nya. Allah berfirman:

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

المائدة: ‮٣‮٢

“Kepada Alloh, pasrahkan segala urusan kalian, jika kalian golongan orang beriman,”

إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون

الأنفال: ‮٢

“(Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu) yang sempurna keimanannya (adalah mereka yang apabila disebut Allah) yakni ancaman-Nya (gemetarlah) karena takut (hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka) kepercayaan mereka (dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) hanya kepada Rabblah mereka percaya bukan kepada selain-Nya.”

إن الله يحب المتوكلين

آل عمران: ‮٩‮٥‮١

“Sesungguhnya Alloh SWT mencintai orang-orang yang berserah diri.”

Alloh SWT juga berjanji akan mencukupi semua kebutuhan hamba-Nya yang berserah diri.

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Barang siapa berserah diri kepada Allah, niscaya Ia akan mencukupinya.”.

5. Silaturrahim

Silaturrahim adalah memberikan dukungan-dukungan positif, baik berupa harta benda ataupun bantuan fisik, serta menolak hal-hal negatif yang terjadi pada kerabat.

Demikian itu tidak akan bisa terealisasi jika tidak menjalin hubungan.

Kewajiban silaturrahim harus dilakukan oleh setiap orang yang memiliki hubungan kerabat secara umum.

Dalam arti, bukan hanya pada sanak saudara yang memiliki jalinan mahrom. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh az-Zabidy dalam Ittihafnya.

و الظاهر ان وجوب الصلة عام فى كل الاقارب لانها تسمى رحما

اتحاف السادة المتقين

“Pendapat yang dhohir adalah kewajiban silaturrahim kepada kerabat secara umum. Karena semua kerabat disebut rahim.”

Selain diwajibkan, silaturrahim merupakan salah satu sebab mengalirnya rezeki. Karenanya dalam hal ini Nabi SAW seringkali menyinggung.

Bahkan Imam Bukhori menjadikan silaturrahim sebagai bab tersendiri dalam Shahih Bukhorinya, beliau memberi judul “Bab orang yang dilapangkan rezekinya disebabkan silaturrahim.”

وعن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «من أحب أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أثره فليصل رحمه»

صحيح البخاري (‮٥‮٨‮٩‮٥)

“Dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi SAW bersabda: Barangsiapa menginginkan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali persaudaraan.”

Dan Hadist:

وعن أبي بكرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إن أعجل الطاعة ثوابا صلة الرحم، حتى إن أهل بيت ليكونوا فجرة فتنمو أموالهم، ويكثر عددهم إذا تواصلوا، وما من أهل بيت يتواصلون فيحتاجون»

صحيح ابن حبان (‮٠‮٤‮٤)

“Dari Abi Bakroh RA, Rosululloh SAW bersabda: Sesungguhnya ketaatan yang paling cepat pahalanya adalah silaturrahim. Sampai-sampai ada sebuah keluarga yang semuanya adalah orang-orang pelaku kemaksiatan. Namun harta mereka semakin banyak, dan jumlah mereka semakin bertambah serta solid, jika mereka mau menyambung persaudaraan.

Dan tidak ada sebuah keluarga yang saling silaturrahim kemudian mereka menjadi fakir.”

6. Berbuat baik pada para dhuafa’

Dhuafa’ secara umum adalah orang-orang lemah. Dalam Quran dan Hadits, dhuafa’ terkadang ditafsiri sebagai: Orang gila, anak kecil, orang yang sudah berumur, orang buta, wanita, dan anak yatim.

Karenanya, ada sifat lemah yang memang bawaan seseorang, seperti buta, pincang, dan lumpuh. Ada pula lemah yang sifatnya bukan bawaan seseorang, seperti lemahnya seseorang karena sakit, fakir, yatim.

Selain itu, lemah bukan berarti tidak punya harta atau tidak memiliki badan yang kuat. Terkadang ada orang lemah yang memiliki harta seperti wanita yang kaya raya namun ia tidak mampu menjaga harta dan dirinya karena fisiknya yang lemah.

Ada pula orang yang memiliki fisik kuat. Namun ia tidak mampu membiayai keluarganya karena tidak memiliki apapun.

Bahkan kadang ada orang yang bertubuh kuat, memiliki banyak harta namun ia termasuk orang lemah, seperti orang kaya yang berada dalam perantauan tanpa sanak saudara.

Lantaran sifat lemah yang relatif, berbuat kebaikan pada orang-orang lemah juga relatif.

Sebagai contoh, jika lemahnya seseorang disebabkan sakit yang tak kunjung sembuh maka menjenguk dan mensupportnya untuk bersabar, merupakan hal yang disebut “berbuat baik pada mereka”.

Dalam membantu dhuafa’ terdapat ridho Alloh SWT serta pertolongan-Nya. Nabi SAW bersabda:

وعن أبي الدرداء – رضي الله عنه – عن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : ” ابغوني في ضعفائكم ، فإنما ترزقون – أو تنصرون – بضعفائكم “

رواه أبو داود

“Dari Abu Darda‘ RA, Nabi SAW bersabda: Carilah ridho-KU dengan membantu orang-orang lemah, karena sesungguhnya kalian diberi kemudahan rezeki – atau pertolongan – disebabkan membantu para dhuafa’.”

7. Infak di jalan Allah

Infak atau mengeluarkan harta untuk mendapat ridho Alloh termasuk salah satu sebab dilancarkannya rezeki yang seret.

Dalam hal ini Alloh berfirman:

وما أنفقتم من شيء فهو يخلفه وهو خير الرازقين



سبأ: ‮٩‮٣

“(Dan barang apa saja yang kalian nafkahkan) dalam hal kebaikan (maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”)

Imam Ar-Rozi menafsiri ayat tersebut dalam kitabnya “at-Tafsir al-Kabir”

قال الإمام الرازي: «من أنفق فقد أتى بما هو شرط حصول البدل، ومن لم ينفق فالزوال لازم للمال، ولم يأت بما يستحق عليه البدل، فيفوت من غير خلف وهو التلف»

التفسير الكبير (‮٥‮٢/ ‮٣‮٦‮٢)

“Orang yang telah menginfakkan hartanya telah melakukan perkara yang menjadi syarat adanya penggantian dari Allah.

Sedangkan mereka yang tidak melakukan infak, maka yang ia dapatkan, hartanya akan berkurang, sementara ia tidak berhak mendapat pengganti dari Alloh.

Sehingga hartanya akan terus berkurang tanpa adanya pemasukan, dan akhirnya habis tanpa sisa.”

Dalam hadits juga disebutkan:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه يبلغ به عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: قال الله تبارك وتعالى: «يا ابن آدم! أنفق أنفق عليك

صحيح مسلم (‮٣‮٩‮٩)

“Dari Abi Hurairoh RA, Nabi SAW menjelaskan bahwa Alloh SWT berfirman: Wahai anak Adam, lakukanlah infak! Niscaya Aku akan memberimu nafkah.”

8. Memprioritaskan ibadah

Faktor lain dilancarkannya rezeki seseorang, adalah dengan menyempatkan diri untuk beribadah.

Sebenarnya dalam masalah ini hampir sama dengan masalah tawakal.

Dalam arti, hendaknya seseorang tidak meyakini bahwa pekerjaannya merupakan satu-satunya sumber pendapatan. Sehingga ia akan melalaikan ibadah dan terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

Akan tetapi, lakukanlah pekerjaan-pekerjaan itu sekedarnya. Serta yakinilah bahwa berhasil tidaknya pekerjaan yang telah dilakukan, semua sudah sesuai ketentuan-Nya.

Dengan demikian ia tidak akan was- was, apakah pekerjaannya membuahkan hasil atau tidak. sehingga bisa lebih tenang dan fokus dalam beribadah.

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إن الله تعالى يقول: يا ابن آدم! تفرغ لعبادتي أملأ صدرك غنى، وأسد فقرك، وإن لا تفعل ملأت يدك شغلا، ولم أسد فقرك»

صحيح سنن الترمذي (‮٢/ ‮٠‮٠‮٣‮٢)

“Dari Abi Hurairoh RA, dari Nabi SAW: Alloh SWT berfirman: Wahai anak Adam! Sempatkanlah beribadah kepada-Ku niscaya Aku akan melapangkan dadamu dan memenuhi kebutuhanmu. Jika kamu tidak melakukan itu, maka Aku akan membuatmu sibuk dan apa yang kau butuhkan tidak Aku penuhi.”

9. Nikah

Kebanyakan orang, saat ditanya ,kapan nikah? Ia akan menjawab saat rezeki sudah mapan. Namun sebenarnya, Alloh SWT telah berjanji akan mencukupi rezeki, orang-orang yang menikah dengan tujuan beribadah serta terhindar dari zina.

Alloh SWT berfirman:

وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم

النور: ‮٢‮٣

“(Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian) lafal Ayaama adalah bentuk jamak dari lafal Ayyimun artinya wanita yang tidak mempunyai suami, baik perawan atau janda, dan laki-laki yang tidak mempunyai istri; hal ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan yang merdeka (dan orang-orang yang layak kawin) yakni yang Mukmin (dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan) lafal “ibaadun adalah bentuk jamak dari lafal “Abdun. (Jika mereka) yakni orang-orang yang merdeka itu (miskin, Allah akan memampukan mereka) berkat adanya perkawinan itu (dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas) pemberian-Nya kepada makhluk-Nya (lagi Maha Mengetahui) mereka.”

Selain dalil kitab, juga ada dalil hadits dan Atsar yang menyatakan bahwa menikah bisa melancarkan rezeki yang seret. Diantaranya:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ثلاثة حق على الله عونهم الناكح يريد العفاف والمكاتب يريد الأداء والغازي في سبيل الله»

رواه أحمد والترمذي والنسائي

“Dari Abi Hurairoh RA, Rosululloh SAW bersabda: 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan Alloh SWT. Orang yang menikah agar terhindar dari zina, budak mukatab yang menginginkan kemerdekaan dengan membayar tebusan pada pemiliknya, dan juga orang yang berperang meluhurkan agama Alloh.”

Abu Bakar RA berkata:

أطيعوا الله فيما أمركم به من النكاح ينجز لكم ما وعدكم من الغنى

رواه ابن أبي حاتم في “التفسير”

“Taatlah kepada Alloh terkait hal-hal yang diperintahkan dalam sebuah pernikahan, niscaya Dia akan menunaikan janjinya dengan memberimu rezeki yang mencukupi.”

Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menjelaskan:

المعهود من كرم الله تعالى ولطفه أن يرزقه ما فيه كفاية لها وله

تفسير ابن كثير

“Yang diketahui dari kedermawanan Alloh SWT adalah Dia memberi rezeki yang mencukupi untuk suami dan juga istri.”

10. Taat pada Alloh SWT

Melakukan taat pada Alloh merupakan sebab dilancarkannya rezeki. Bahkan sebab ke-10 ini merupakan sebab yang merangkum sebab-sebab yang telah disebutkan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:

فعن أنس بن مالك أنه حدث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أن الكافر إذا عمل حسنة أطعم بها طعمة من الدنيا، وأما المؤمن فإن الله يدخر له حسناته في الآخرة، ويعقبه رزقا في الدنيا على طاعته»

صحيح مسلم (‮٣‮٢‮٠‮٥)

“Dari Anas bin Malik RA, Rosululloh SAW bersabda: Sesungguhnya orang kafir yang melakukan kebaikan akan dibalas oleh Alloh dengan memberinya makanan di dunia.

Sedangkan orang mu’min, balasan kebaikannya akan diberikan di akhirat, dan Alloh juga akan memberinya rezeki di dunia atas ketaatannya.”

Penyebab rezeki seret menurut islam

Sebagaimana dikatakan sebelumnya, bahwa ketaatan merupakan perilaku yang menyebabkan rezeki lancar. Begitu juga sebaliknya, kemaksiaatan menyebabkan rezeki tersendat.

Kemaksiatan serta banyaknya dosa merupakan penyebab rezeki tersendat dan faktor utama sebab rezeki kurang lancar.

Demikian itu yakni penyebab rezeki seret dan tersendat menurut islam, telah dijelaskan oleh Rosululloh SAW:

عن ثوبان – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يَرُدُّ القدرَ إلَّا الدعاء، وإن الرجلَ لَيُحْرم الرزق بالذنب يصيبه

ابن ماجه كتاب الفتن

“Dari Tsauban RA, Rosul SAW bersabda: Tidaklah menambah umur kecuali melakukan kebaikan, dan tidaklah menolak takdir kecuali doa. Sesungguhnya seseorang akan dicegah dari rezekinya sebab dosa yang ia lakukan.”

Refrensi:

نظم الزبد, صحيح مسلم, صحيح بخاري, تفسير ابن كثير, سنن الترمذي, تفسير الكبير, اتحاف السادة المتقين

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related