Anak Ibarat Pisau Bermata 2

Mendidik anak secara islami

Anak Ibarat Pisau Bermata 2 – Kelahiran si buah hati bagi kebanyakan orangtua merupakan sebuah anugerah Tuhan yang luar biasa dan rezeki yang sangat besar dari Allah SWT. Namun kehadiran anak, sejatinya adalah amanah yang harus dijaga oleh semua orang tua karena bakal menjadi pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

Ayat tentang kewajiban orangtua terhadap anak
Terjemah ayat tentang keluarga dan anak

Dengan demikian wajib bagi wali atau orangtua untuk mengajarkan akhlak dan agama sebagai ‘modal’ anak untuk menjadi muslim/muslimah yang taat. Dalam kitab-kitab madzhab syafii dijelaskan adanya kewajiban orangtua atau wali untuk memerintahkan anaknya melakukan salat, puasa, wudhu dan ibadah wajib lainnya dikala sudah tamyiz dan telah berumur 7 tahun. (Baca: kewajiban wali menyuruh anaknya salat)

Hal ini bukanlah sesuatu yang gampang. Allah SWT telah memperingatkan dalam Alquran, bahwa anak memang bisa menjadi perhiasan penyejuk hati orangtua terutama jika tumbuh dewasa dalam koridor syari sehingga membuat mereka bisa memenuhi kewajiban hak-hak orangtua, serta bersikap dengan keluhuran akhlak.

Ayat tentang anak
Anak perhiasan dunia

Namun kesalahan dalam mendidik anak berpotensi menjadikan mereka ibarat seorang musuh bagi orangtua. Sehingga anak durhaka selalu menjadi beban pikiran yang bisa memperburuk kesehatan atau kondisi keuangan orangtua. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

Alquran anak musuh orangtua
Terjemah ayat tentang anak menjadi musuh

Selain itu, terlalu sayang anak hingga melebihi batas wajar dapat menjadikan orangtua menerjang larangan-larangan syariat. Perihal ini, Aktsam bin Shoifi menuturkan:

قال الأكثم بن صيفي من سره بنوه ساءته نفسه

1

“Aktsam bin Shoifi berkata: Barangsiapa yang sangat senang dengan anak-anaknya maka nafsunya akan membuatnya menjadi orangtua yang buruk.”

Dan juga dalam sebuah hadits marfu’ dikatakan:

الولد مبخلة مجبنة مجهلة

“Anak dapat menjadikan orangtuanya menjadi bakhil, penakut, serta bertindak bodoh.”

Karenanya, sangatlah wajar jika sebagian ulama hikmah menyatakan: “Seorang anak, dimasa kecilnya adalah raja, dikala dewasa menjadi musuh.”

Ibarat pisau bermata dua, tumbuh kembang sang buah hati haruslah diperhatikan dengan baik. Kesalahan mendidik berakibat penyesalan tak berujung. Imam Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan dalam kitabnya: Siapa saja yang ingin mengecap rasa manis dan pahit dalam satu benda maka milikilah anak.

Refrensi:

  1. كشف الاسرار في حكم الطيور والازهار لابن عبد السلام ص ٥٩

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related