Apakah Berdosa Menunda Sholat Sampai Keluar Waktunya?

hukum menunda sholat sampai akhir waktu

Pada dasarnya sholat hendaknya dilakukan di awal waktu. Akan tetapi diperbolehkan bagi orang yang memiliki kesibukan untuk menunda sholat dengan syarat ada niatan melakukan sholat saat waktu belum habis. Adapun mengakhirkan sholat yang disebabkan kesengajaan menunda sholat sampai keluar batas waktu adalah dosa. Namun ada 2 udzur yang tidak menyebabkan seseorang yang menunda melakukan sholat sampai keluar waktunya dihukumi berdosa.

Baca: Tata cara sholat

Udzur mengakhirkan sholat

Udzur tersebut adalah:

  1. Tidur

Tidur yang menjadi udzur bolehnya mengakhirkan sholat adalah tidurnya seseorang sebelum masuk waktu sholat. Atau tidur yang dilakukan setelah masuknya waktu sholat, namun ia memiliki dugaan akan terbangun dan mendapati waktu sholat masih ada, hanya saja saat ia terbangun ternyata waktu sholat telah habis. Mengakhirkan sholat dengan alasan tidur sebagaimana yang telah dijelaskan tidak menjadikan pelakunya berdosa.

Lain halnya, jika ia tidur setelah masuknya waktu sholat dan menyangka tidak akan terbangun kecuali waktu sholat telah habis. Menunda sholat sampai keluarnya waktu dengan tidur yang semacam ini menjadikan pelakunya berdosa; Berdosa karena tidur setelah masuknya waktu sementara ia memiliki persangkaan kuat tidak akan terbangun kecuali waktu telah habis, dan dosa karena mengakhirkan sholat tanpa udzur yang shahih secara syari.

Karena alasan ini, ulama syafiiyah menghukumi sunnat membangunkan orang yang tidur sebelum waktu sholat agar dia bisa melakukan sholat dengan tepat waktu, dan wajib membangunkan seseorang yang tidur setelah masuknya waktu sholat.

  1. Lupa

Udzur kedua dari menunda sholat sampai keluarnya waktu adalah lupa. Akan tetapi lupa yang menjadi uzur melakukan sholat keluar dari waktunya adalah lupa yang terjadi akibat melakukan hal-hal yang bukan larangan syariat, seperti, ketika waktu sholat telah tiba seseorang menundanya akan tetapi dia berniat akan melakukan sholat di dalam waktunya, kemudian dia sibuk dengan hal-hal yang bukan larangan agama sebagaimana belajar, atau melakukan pekerjaannya. Namun tanpa terasa waktu telah berlalu sementara ia lalai belum melaksanakan sholat. Kelalaian semacam ini termasuk udzur sehingga pelakunya tidak dihukumi berdosa.

Adapun kelalaian yang disebabkan melakukan hal yang diharamkan seperti berjudi maka bukanlah kelalaian yang menjadi udzur sholat. Begitu juga, kelalaian yang disebabkan melakukan sesuatu yang dimakruhkan seperti bermain catur, bermain game dan sebagainya bukanlah termasuk udzur mengakhirkan sholat.

Perbedaan menunda sholat sampai waktu telah habis dengan udzur dan tanpa udzur

Menunda sholat sampai habisnya waktu jika disertai udzur sebagaimana disebutkan tidak menjadikan pelakunya berdosa dan tidak ada tuntutan segera mengqodho sholatnya; dalam arti dia tetap wajib mengqodho meski tidak ada kewajiban untuk sesegera mungkin melakukan qodho. Meskipun begitu, ia disunnahkan untuk segera mengqodho.

Baca: Cara mengqodho sholat

Sedangkan menunda sholat yang tidak disertai udzur menjadikan pelakunya tertimpa dosa dan ada kewajiban untuk sesegera mungkin mengqodho sholat yang telah diakhirkan. Jadi, jika ia menunda dalam mengqodho sholatnya maka ia ia berdosa untuk yang kedua kalinya; Pertama dosa mengakhirkan sholat tanpa udzur, dan kedua, dosa menunda qodho sholat yang diakhirkan tanpa udzur.1

Refrensi:

  1. نيل الرجاء شرح سفينة النجا – دار المنهاج ص ١٤٥

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related