Bagaimana Cara Berpuasa Ayyam al-Biidh di Bulan Dzulhijjah?

Deskripsi masalah: Sudah maklum, bahwa di tiap-tiap bulan di sunnahkan bagi orang-orang yang tidak berhalangan untuk melakukan puasa ayyam al-biidh (padang mbulan) yakni, tanggal 13 sampai dengan 15 Qomariyah.

Namun yang jadi masalah, bagaimana jika ini terjadi di bulan Dzulhijjah mengingat tanggal 13 Dzulhijjah haram berpuasa disebabkan termasuk hari tasyrik yang haram di dalamnya melakukan puasa.

Jawaban:

Dalam pelaksanaan puasa ayyam al-biidh di bulan Dzulhijjah adalah dengan berpuasa di tanggal 14, 15, dan 16.

Pelaksanaan puasa di hari ke 16 adalah sebagai pengganti dari tanggal 13. Karena tanggal 13 Dzulhijjah merupakan hari tasyrik.

Hal ini sesuai dengan penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain.

(و) الخامس صوم (أيام) الليالي (البيض) من كل شهر وهي الثالث عشر وتالياه وفي ذي الحجة يصوم السادس عشر بدل الثالث عشر لأنه من أيام التشريق وصيامها حرام
[نووي الجاوي ,نهاية الزين ,page 197]

“(Puasa sunnah) yang kelima adalah puasa di hari-hari malam terang pada tiap-tiap bulan, yaitu tanggal 13 serta 2 hari setelahnya. Sedangkan dalam bulan Dzulhijjah puasa dilakukan di hari 14,15, dan 16 sebagai ganti hari ke 13. Karena hari ke 13 Dzulhijjah merupakan hari tasyrik, dan puasa di hari tasyrik dihukumi haram.”

والله أعلم بالصواب

Pertanyaan ini ditanyakan di group WhatsApp Pemuda Nderesmo “FATHUL WAHAB MUSYAWARAH” dengan redaksi pertanyaan: “Kesunnahan puasa ayamil bid diganti ato tersisa 2 hari saja?” dan di jawab oleh Abyku Jogokali

0 Komentar

Trackbacks/Pingbacks

  1. Biografi Hasan al-Bashri dan Kata-Kata Bijaknya | Pondok Pesantren Putri Hikmatun Najiyah - […] Baca "Puasa malam padang mbulan di Bulan Dzulhijjah." […]

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related