Biografi Junaid al Baghdadi

Gambar makam waliyullah Junaid al Baghdadi dan Sari as Saqathi

Biografi Junaid al Baghdadi – Dalam ajaran islam semua ilmunya diambil dari Al Quran dan penjelasan Nabi ﷺ, dari kedua sumber inilah keluar berbagai macam ilmu termasuk ilmu tafsir, ilmu fiqih, dan akhlak yang merupakan bagian dari tasawuf, karena secara garis besar, Tasawuf adalah akhlak, baik akhlak seorang hamba kepada Rabnya, adab kepada sesama dan termasuk adab terhadap diri sendiri. Karena inilah sebagian arifin (orang makrifat billah) berkata:

التصوف كله أخلاق فمن زاد عليك بالأخلاق زاد عليك بالتصوف

“Tasawuf, seluruhnya adalah akhlak. Karena itu barangsiapa yang membuatmu semakin berakhlak dan beradab maka ia adalah guru yang menjadikanmu semakin bertasawuf”

Dalam kurun-kurun awal Islam, banyak sekali para sufi termasuk para sahabat Nabi ﷺ, dilanjutkan setelahnya di era tabi’in seperti Uwais al Qorni, Hasan al Bashri, yang dilanjutkan Daud at Tha’i, Ma’ruf al Karkhi, Sari as Saqati rodliyallohu anhum,. Estafet keilmuan tasawuf ini, akhirnya sampai pada waliyullah penuh karomah, Sayidi Junaid al Baghdadi ra.

Profil & Biografi Junaid al Baghdadi

Abil qosim, al Junaid bin Muhammad bin al Junaid an Nahawan (Nahavan, Iran). Beliau merupakan putra dari Muhammad yang berasal dari Nahavand, Iran dan menjadi penjual kaca, karena inilah nama Junaid al Baghdadi dikenal juga dengan nama Junaid al Baghdadi al Qowariry. Dilahirkan pada tahun 220H di Irak, Baghdad, dan meninggal pada tahun 297H di hari sabtu pada waktu perayaan Hari Raya Nourouz dan disemayamkan disebelah makam Sari as Saqati; guru sekaligus pamannya.

Diceritakan, bahwa menjelang wafatnya, Junaid al Baghdadi sibuk menghatamkan Al Quran, bahkan setelah ia hatamkan ia lantas mengulangi lagi bacaannya mulai dari Surat Al Baqoroh. Hingga akhirnya beliau wafat setelah menyempurnakan 70 ayat dari Al Baqoroh.1

Pendidikan & guru Junaid al Baghdadi

Abil Qosim al Junaidi berguru fikih pada Abi Tsaur, dan menguasai fiqih, bahkan diusia 20 tahun sudah menjadi mufti di halaqohnya Abi Tsaur. Adapun dalam tasawuf beliau shuhbah dan belajar kepada Sari as Saqati (Baca: Biografi Sari Saqati RA), dan juga Harits al Muhasibi, Muhammad bin Qosshob al Baghdadi radliyallohu anhum sehingga akhirnya berhasil menjadi pimpinan serta junjungan kaum sufi, serta ilmunya diterima oleh semua kalangan. Karena inilah, bukanlah perkara yang janggal jika Imam ad Dzahabi menuturkan dalam Siyar A’lam Nubala bahwa dalam kajian Junaid al Baghdadi selain dihadiri oleh kaum sufi juga dihadiri orang-orang dari latarbelakang yang berbeda termasuk ahli kalam (tauhid), ahli sastra dan juga orang-orang filsafat.

Dari beberapa gurunya, yang paling mempengaruhi jalan spiritual Junaid adalah pamannya sendiri; Sari as-Saqati, dalam hal ini Junaid pernah bercerita, bahwa suatu ketika ia bermain-main di hadapan Sari as Saqati yang sedang melakukan kajian dengan tema “syukur” bersama jamaahnya, saat itu Junaid masih berumur 7 tahun. Tiba-tiba sang guru memanggilnya dan bertanya:

يَا غُلاَمُ! مَا الشُّكْرُ؟

قُلْتُ: أَنْ لاَ يُعْصَى اللهُ بِنِعَمِهِ.

فَقَالَ: أَخْشَى أَنْ يَكُوْنَ حَظَّكَ مِنَ اللهِ لِسَانُكَ.

قَالَ الجُنَيْدُ: فَلاَ أَزَالُ أَبْكِي عَلَى قَوْلِهِ.

سير أعلام النبلاء

“Nak, bersyukur itu bagaimana? Aku pun menjawab “Syukur adalah tidak maksiat kepada Allah disebabkan beberapa nikmatnya,” Kemudian, (karena merasa takjub dengan jawaban keponakannya yang baru menginjak usia tamyiz) Sari Saqati berkata “Aku harap keuntungan yang kau dapat dari Allah bukan sekedar lisanmu (yang fasih dan pandai berbicara), Junaid berkata: Mengingat kata-kata Sari as Saqati selalu membuatku menangis.”

Kata-kata bijak sufi, Junaid al Baghdadi

أَبُو نُعَيْمٍ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بنُ هَارُوْنَ، وَآخَرُ، قَالا: سَمِعْنَا الجُنَيْدَ غَيْرَ مَرَّةٍ يَقُوْلُ: عِلْمُنَا مَضْبُوطٌ بِالكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، مَنْ لَمْ يَحْفَظِ الكِتَابَ وَيَكْتُبِ الحَدِيْثَ وَلَمْ يَتَفَقَّهْ، لاَ يُقْتَدَى بِهِ

سير أعلام النبلاء

“Abu Nuaim berkata: Telah bercerita kepadaku Ali bin Harun dan rawi yang lain, keduanya berkata: Seringkali kami mendengar Junaid al Baghdadi berkata: Tolak ukur ilmu kami (tasawuf) adalah Al Quran dan Hadits, maka barangsiapa tidak menghafal (memahami) Al Quran dan menulis (memahami) hadits, serta tidak menguasai fiqih maka tidak bisa dijadikan panutan.”

وَعَنْهُ، قَالَ: أَعْلَى الكِبْرِ أَنْ تَرَى نَفْسَكَ، وَأَدنَاهُ أَنْ تَخْطُرَ بِبَالِكَ – يَعْنِي: نَفْسَكَ -.

سير أعلام النبلاء

“Junaid al Baghdadi berkata: Takabbur terbesar adalah saat kau memandang dirimu (lebih utama), takabbur terendah; saat perasaan itu terbersit di hatimu.”

قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ الجَرِيْرِيُّ: سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُوْلُ:

مَا أَخَذْنَا التَّصَوُّفَ عَنِ القَالِ وَالقِيْلِ، بَلْ عَنِ الجُوْعِ، وَتَركِ الدُّنْيَا، وَقَطْعِ المَأْلُوفَاتِ.

سير أعلام النبلاء

“Abu Muhammad al Jariri berkata: Aku mendengar Junaid berkata: Kami tidaklah mengambil tasawuf dari teori basa-basi, akan tetapi dari rasa lapar (berpuasa), dan meninggalkan dunia serta memutus kesenangan-kesenangan dunia.”

Komentar ulama tentang Junaid al Baghdadi2

  • Abil Abbas bin Syuraij as Syafii RA

Ibnu Suraij adalah ulama fikih Madzhab Syafii yang belajar ilmu fiqih pada Abil Qosim al Anmathi; murid dari Imam Muzani3.

Adapun dalam tasawuf beliau mengambilnya dari Junaid al Baghdadi. Dalam kajiannya jika para muridnya kagum dengan kalam-kalamnya ia selalu berkata:

فيقول : أتدرون من أين لي هذا ؟ هذا من بركة مجالستي لأبي القاسم الجنيد .

الإمام الجنيد سيد الطائفتين اعداد الشيخ أحمد فريد المزيدي

“Apakah kalian tahu darimana aku mendapatkan pengetahuan ini? Ini adalah barokah yang kudapatkan dari mengikuti majelisnya Abil Qosim al Junaidi.”

Syekh Ibnu Ajibah (Baca juga: Biografi Ibnu Ajibah) berkata:

وكان شيخ العارفين وقدوة السالكين وعلم األولياء في زمانه .

الإمام الجنيد سيد الطائفتين اعداد الشيخ أحمد فريد المزيدي

“Junaid adalah guru para arifin, panutan para salikin, dan sumber ilmu dari para wali Allah di zamannya.”

  • ٍSiroj at Thusi RA

وقال السراج الطوسي : إن الجنيد البغدادي مع كثرة علمه وتبحره وفهمه ومواظبته على الاوراد والعبادات وفضله على أهل زمانه بالعلم والدين ، فكم من مرة طلب وأخذ وشهدوا عليه بالكفر والزندقة لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم .

الإمام الجنيد سيد الطائفتين اعداد الشيخ أحمد فريد المزيدي

“Sesungguhnya Junaid dengan segala keilmuan dan pemahamannya yang mendalam serta ketekunan beliau dalam wirid dan ibadah yang lain, juga keutamaannya melebihi ulama-ulama di masa itu, baik dari segi ilmiah maupun amaliyah. Namun seringkali ia dicari dan ditangkap dengan tuduhan kufur dan zindiq.”

  • Ahmad bin Ja’far al Munadi ra

Berkata Ahmad bin Ja’far: Sesungguhnya Junaid mendengar hadits dari beberapa syekh dan mendatangi orang-orang shalih dan makrifat. Beliau termasuk salah satu ulama yang dianugerahi kecerdasan dan juga jawaban-jawab yang tepat dalam beberapa fan ilmu. Ia merupakan ulama tiada duanya di zaman itu, tidak ada yang mengunggulinya, baik yang seusianya maupun yang lebih tua darinya. Karena alasan ini, Abi Tsaur menjadikannya mufti di halaqohnya dikala usianya masih 20 tahun.

  • Ibnu al At’ani ra

وقد تخرج بصحبته خلائق في سلوك طريق الله لو ذكرتهم لطال الكلام

الإمام الجنيد سيد الطائفتين اعداد الشيخ أحمد فريد المزيدي

“Banyak sekali ulama-ulama sufi yang berhasil melalui suluknya dibawah bimbingan Junaid, seandainya kusebutkan semua niscaya pembahasan akan panjang.”

  • Abi Nuaim ra

Berkata Abi Nuaim: “Beliau senantiasa beribadah dan selalu rutin melakukannya hingga diakhir usia beliau menjadi guru zaman, dan tiada bandingannya dalam ilmu tasawuf, karomah-karomahnya sangat masyhur. Beliau juga memiliki catatan-catatan hikmah ilmu hakikat yang telah tersebar.

  1. طبقات الحنابلة لابن رجب
  2. الإمام الجنيد سيد الطائفتين اعداد الشيخ أحمد فريد المزيدي
  3. سير أعلام النيلاء