Biografi Umar Bin Khattab Lengkap

December 20, 2021 9:28 am
5 out of 5

Setelah menjelaskan tentang Biografi Khalifah Abu Bakar ؓ kali ini kami akan membahas tentang biografi Umar bin Khattab ؓ.

Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar As Siddiq. Salah satu sahabat utama Nabi ﷺ yang gigih dalam memperjuangkan Islam, setelah sebelumnya sangat membencinya.

Banyak keteladanan Umar bin Khattab dan hikmah yang bisa diambil dari perjalanan hidup dan sosok teguh beliau.

Mulai dari cerita Umar bin Khattab memeluk agama Islam yang dimulai dari kebencian sayyidina Umar kepada Nabi Muhammad ﷺ hingga akhirnya menjadi khalifah untuk menggantikan Abu Bakar ash-Shiddiq RA.

Berikut ini adalah kisah sayyidina Umar yang berhasil kami ringkas dari kitab Tarikhul Khulafa karya Jalaluddin as Suyuthi.

Biografi Umar bin Khattab Singkat

Umar al Faruq bin Khattab al Qurosy ( عمر الفاروق بن الخطاب القرشي). Adapun nama lengkap Umar bin Khattab adalah Umar ibn Khattab Ibn Nufail bin Abd al-Uzza bin Rayah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adiy bin Kaab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Al- Nadr bin Kinanah bin Khuzayma bin Madrakah bin Elyas bin Mudlar bin Nizar bin Maad bin Adnan.1

silsilah umar bin khattab

Dari segi nasab, silsilah Umar bin Khattab bertemu dengan silsilah nabi Muhammad pada kakeknya yang bernama kaab.

Umar bin Khattab berasal dari suku Quraisy dan secara fam keluarga, Umar bin Khattab berasal dari bani Adiy.

Jumlah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab ra sebanyak 539 hadits.

Sedangkan yang meriwayatkan hadits dari sayyidina Umar diantaranya adalah:

  • Utsman bin Affan
  • Ali bin Abi thalib
  • Thalhah bin Ubaidillah
  • Sa’d bin Abi Waqqash
  • Abdurrahman bin Auf
  • Abdullah bin Abbas / Ibnu Abbas
  • Ibnu Masud
  • Abi Dzar
  • Abdullah bin Umar dan para sahabat lain radliyallahu anhum

Kelahiran Umar bin Khattab RA

Menurut Imam Nawawi, Umar bin Khattab lahir pada tahun ke-13 setelah tahun Gajah.

Merujuk pada pendapat Imam Nawawi tersebut, Umar bin Khattab lahir di kota Makkah, Jazirah Arab kurang lebih di tahun 584M.

Dengan demikian usia Umar RA lebih muda tiga belas tahun dari Nabi Muhammad ﷺ karena sayyidina Umar lahir tiga belas tahun setelah tahun Gajah (tahun Kelahiran Nabi Muhammad).

Kepribadian dan Sifat Umar bin Khattab RA

Kepribadian Umar bin Khattab adalah orang yang pemberani, cerdas, bijaksana dan juga adil.

Hal ini, menjadikannya selalu menjadi duta utusan suku Quraisy saat ada peperangan atau perselisihan diantara internal suku, bahkan dengan beberapa suku.

Sebelum masuk Islam Umar adalah salah satu tokoh yang paling membenci dan menentang Nabi ﷺ.

Bahkan beliau sempat berniat untuk membunuh Rasulullah ﷺ dikala dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Namun, sifat Umar bin Khattab RA berubah menjadi sangat mencintai Nabi dan menjadi salah satu sahabat yang paling gagah berani dalam memperjuangkan dakwah Islam.

Islamnya Umar bin Khattab dan Perannya Dalam Pembelaan Dakwah

Sayyidina Umar termasuk salah satu sahabat Nabi yang berprestasi dengan gelar Assabiqunal Awwalun, Al ‘Asyrah al Mubasyarah bil Jannah (10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga), Khulafaur Rasyidin yang kedua setelah sayidina Abu Bakar RA.

Menjadi salah satu mertua Nabi ﷺ dari putrinya sayidah Hafsah binti Umar, ummul mu’minin ra, juga termasuk tokoh ulama zuhud terkemuka di kalangan sahabat Nabi.

Assabiqunal Awwalun menjadi gelar Umar bin Khattab RA, karena Umar masuk Islam dalam fase awal dakwah Nabi ﷺ, dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Umar masuk Islam pada usia 27, di tahun ke-6 dari kenabian, bulan Dzul Hijjah di saat orang yang masuk Islam dari kalangan lelaki masih berjumlah 40 orang, dan dari wanita hanya 11 orang.

Kisah Umar bin Khattab masuk Islam

Kisah masuk Islam Umar bin Khattab disinggung dalam Kitab Ad Dalail yang dikeluarkan oleh Ibnu Sa’din, Al Hakim, Al Baihaqy, dan Abu Ya’la dari Anas bin malik RA.

Suatu hari, Umar bin Khattab keluar terburu-buru dengan pedang terhunus.

Di tengah perjalanan ia bertemu lelaki dari Bani Zuhrah. Lelaki itu bertanya: Mau kemana kau, ya Umar?

Umar menjawab: Ingin membunuh Muhammad,

Lelaki ini kembali bertanya: Jika kau membunuhnya, apa kamu tidak merasa takut dengan pembalasan keluarga Muhammad, Bani Hasyim dan Bani Zuhrah?

Umar menyahut dengan sinis: Aku yakin kamu pasti telah murtad

Lelaki tersebut menimpali perkataan Umar: Apakah kau tahu berita yang sangat menakjubkan? Adikmu, Fathimah dan suaminya telah murtad, mereka telah keluar dari agamamu.

Tanpa menjawab perkataanya, Umar segera beranjak menuju rumah adiknya.

Dari luar rumah, Umar mendengar lirih suara yang orang sedang membaca sesuatu. Pada waktu itu di dalam rumah ada 3 orang, adik umar beserta suaminya dan sahabat Nabi yang bernama Khabab, mereka sedang membaca lembaran al Quran.

Namun ketika ketiganya merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara adik Umar, Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, Umar samar-samar mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya:

“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa, kami berdua saja hanya sedang mengobrol”, jawab mereka

“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan penuh amarah

Lalu, saudara ipar Umar berkata: Wahai Umar, bagaimana menurutmu jika ternyata kebenaran bukan berada pada agamamu ?,

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendang dan menginjaknya dengan keras hingga berdarah.

Mengetahui hal ini, adik Umar bin Khattab, Fatimah segera menghentikan Umar dan membatu suaminya yang berlumuran darah. Namun Fatimah langsung ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah.

Dengan penuh amarah, Fathimah berkata kepada Umar:

Wahai Umar, jika kebenaran tidak terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah Rasulullah”

Lalu Umar berkata:

Berikan padaku apa yang kalian baca barusan, aku akan membacanya.

Akan tetapi, Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran hanya boleh disentuh oleh orang-orang yang telah bersuci.

Fatimah juga memerintahkan Umar untuk bersuci lebih dulu jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan membacanya dan Umar pun menurutinya.

Setelah bersuci, Umar membaca lembaran kitab tersebut, lalu membaca: Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”

Kemudian beliau melanjutkan membaca surat Thaha hingga ayat :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha : 14)

Umar akhirnya berkata: Betapa indah dan mulianya perkataan ini. Katakan padaku di mana Muhammad?.

Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art yang sebelumnya bersembunyi segera keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah ﷺ malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau ﷺ berdoa:

اللهم أعز الإسلام بعمر بن الخطاب، أو بعمرو بن هشام

Ya Allah, muliakanlah Islam dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam (Abu Jahal).

Rasulullah ﷺ pada waktu itu berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa.

Bergegaslah Umar menuju rumah tersebut. Setibanya di sana pintu masuk rumah dijaga oleh sayyidina Hamzah, Thalhah dan beberapa sahabat yang lain radliyallahu anhum.

Melihat yang datang adalah Umar bin Khattab, Hamzah ra berkata:

Related Post

فقال حمزة: هذا عمر إن يرد الله به خيرًا يسلم، وإن يرد غير ذلك يكن قتله علينا هينًا

Lelaki ini adalah Umar, jika Allah menghendaki kebaikan untuknya maka dia akan masuk Islam. Namun jika Allah menghendaki yang lain maka membunuhnya akan sangat mudah bagi kita.

Di waktu yang sama, Nabi ﷺ masih di dalam dan sedang menerima wahyu.

Kemudian Rasulullah ﷺ keluar dan menemui Umar. Beliau ﷺ kemudian memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata:

فقال: ما أنت بمنته يا عمر حتى ينزل الله بك من الخزي والنكال ما أنزل بالوليد بن المغيرة

Apa kau tidak ingin menghentikan semua ini, hai Umar. Apakah kau tetap melakukan kekejaman ini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunkan kepadamu sebagaimana yang telah terjadi pada Walid bin Mughirah?

Umar kemudian menjawab:

فقال عمر: أشهد أن لا إله إلا الله وأنك عبد الله ورسوله

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah hamba dan utusanNya.

Julukan Umar bin Khattab, Al Faruq

Pada waktu para sahabat mendengar Umar mengucapkan syahadat, mereka spontan bersuka cita dengan mengucapkan kalimat takbir dengan keras hingga terdengar di penjuru Mekkah.

Setelah itu, Umar RA berkata kepada Nabi ﷺ:

Ya Rasulallah, bukankah kita menjalani agama yang benar?

Nabi ﷺ menjawab: Ya

Umar meneruskan perkataannya: Jika demikian, untuk apa kita sembunyi-sembunyi dalam dakwah Islam?

Sejak saat itu, Nabi ﷺ dan para sahabat mulai melakukan dakwah secara terang-terangan.

Karena alasan ini pula, Nabi memberi julukan Umar bin Khattab Al Faruq.

Beliau ﷺ memberi julukan al Faruq artinya, Umar telah menampakkan Islam dengan dakwah jahr yang sebelumnya dilakukan secara sirri, dan ia juga menjadi pembeda antara haq dan bathil.

Umar bin Khattab Hijrah ke Madinah

Ibnu Asakir mengeluarkan riwayat dari Ali ibn Abi Thalib, “Setahuku, semua sahabat Muhajirin berhijrah secara sembunyi-sembunyi, kecuali Umar ibn al-Khattab.

Sebelum berangkat hijrah, dia membawa pedang dan mengalungkan busurnya dengan menggenggam beberapa anak panah di tangan.

Dia menuju Ka’bah saat pembesar-pembesar Quraisy tengah berkumpul di pelataran.

Lantas, Umar bin Khattab RA melakukan tawaf di Ka’bah sebanyak tujuh putaran, lalu menuju ke Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat 2 rakaat.

Setelah itu, setiap gerombolan orang Quraisy yang ada di beranda Ka’bah didatanginya satu per satu sambil berkata kepada mereka, ‘Wajah-wajah celaka! Barang siapa yang ingin diratapi ibunya, ingin anaknya mendadak yatim, atau istrinya menjadi janda, temuilah aku di balik lembah ini.”

Dan, tidak ada seorang pun dari kaum Quraisy yang berani membuntuti Umar. “

Benarlah apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud bahwa hijrahnya Umar bin Khattab adalah sebuah kemenangan:

وأخرج ابن سعد والطبراني عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: كان إسلام عمر فتحًا، وكانت هجرته نصرًا، وكانت إمامته رحمة، ولقد رأيتنا وما نستطيع أن نصلي إلى البيت حتى أسلم عمر، فلما أسلم عمر قاتلهم حتى تركونا فصلينا

“Islamnya Umar bin Khattab adalah sebuah pembebasan, hijrahnya suatu kemenangan, dan kepemimpinannya merupakan rahmat.

Sebelum Umar memeluk Islam kami tak dapat leluasa shalat di Ka’bah, setelah dia menjadi Muslim diperanginya mereka sampai mereka membiarkan kami. Maka kami pun dapat melaksanakan shalat kami.”

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Bara’ RA bahwa yang pertamakali sampai kota Madinah dari para Sahabat yang hijrah ke Madinah adalah Mush’ab bin Umair kemudian Ibnu Ummi Maktum, kemudian disusul oleh Umar bin Khattab beserta 20 sahabat berkendara.

Saat ditanyakan kepada Umar “Dimana Rasulullah ﷺ?”, beliau menjawab “Nabi ﷺ di belakangku (masih dalam perjalanan)”

Akhirnya Nabi ﷺ tiba di Madinah bersama dengan Abu Bakar as siddiq.

Kekhalifahan Umar bin Khattab RA

Umar bin khattab menjadi khalifah pada tahun 13 H bulan Jumadil Akhir, setelah Abu Bakar As-Siddiq tutup usia di tahun tersebut.

Umar bin Khattab menjabat sebagai Khalifah selama 10 tahun 73 hari. Menurut Az Zuhri, Umar bin Khattab diangkat menjadi Khalifah pada hari wafatnya Abu Bakar, Selasa 22 Jumadil Akhir.

Kebijakan Khalifah Umar bin Khattab ra banyak memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan dan kemajuan Islam.

Sistem pemerintahan Umar bin Khattab ini akhirnya banyak diterapkan dalam sistem negara-negara Islam saat ini.

Peran kebijakan Khalifah Umar bin Khattab dalam perkembangan Islam

Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, Islam berkembang dengan sangat pesat, banyak pembebasan negara sehingga wilayah Islam pun berkembang luas.

Kebijakan Khalifah Umar bin Khattab mencakup berbagai macam bidang antara lain dalam bidang ekonomi, pendidikan, pengetahuan, sosial, serta politik dan pemerintahan.

Berikut ini beberapa kebijakan yang menjadikan prestasi Umar bin Khattab sangat gemilang saat menjabat Khalifah kedua.

  1. Penetapan kalender Islam
  2. Shalat Tarawih berjamaah
  3. Pelebaran Masjid Nabawi
  4. Panggilan Amirul Mu’minin

Sebelumnya, Umar bin Khattab dipanggil dengan nama Khalifatu khalifati rosulillah (pengganti dari pengganti Rasul ﷺ). Namun, karena dianggap panggilan ini terlalu panjang maka beliau mengumumkan untuk dipanggil dengan panggilan Amirul Mu’minin.

  1. Mendirikan baitul maal

Prestasi Umar bin Khattab dalam perluasan wilayah membuat kekayaan negara meningkat tajam. Ia berhasil menaklukkan Kisra (Persia) dan Qaishar (Romawi).

Akhirnya, pada tahun 16 H, Umar mendirikan kantor baitul mal di Madinah.

Baitul maal yang menjadi prestasi Umar bin Khattab dalam bidang ekonomi hingga saat ini masih diterapkan di negara-negara islam.

  1. Menetapkan gaji pegawai pemerintah
  2. Menganggarkan dana perang
  3. Mengharamkan nikah mut’ah
  4. Shalat jenazah secara berjamaah
  5. Mendirikan gudang logistik
  6. Menata ulang peletakan Maqom Ibrahim (berlaku hingga saat ini)
  7. Menyalakan lampu masjid

Karena alasan ini tak heran jika Ali bin Abi Thalib ra berkata:

وأخرج ابن عساكر عن إسماعيل بن زياد قال: مر علي بن أبي طالب على المساجد في رمضان وفيها القناديل فقال: نور الله على عمر في قبره كما نور علينا في مساجدنا

“… Semoga Allah menerangi makam Umar sebagaimana ia menerangi masjid-masjid kami.”

Wafatnya Umar bin Khattab ra

Umar bin Khattab wafat pada tahun ke-23 Hijriah, bulan Dzul Hijjah.

Penyebab kematian Umar bin Khattab adalah penusukan yang dilakukan oleh Abu Lu’luah al majusi pada hari Rabo 26 Dzulhijjah saat beliau membangunkan orang-orang di masjid untuk melakukan shalat Shubuh.

Selain Abu Hafsh Umar, dia juga menusuk 12 orang yang bersama Umar, enam orang diantara mereka akhirnya meninggal.

Meski tidak berhasil kabur, namun Abu Lu’luah tidak berhasil ditangkap hidup-hidup karena dia bunuh diri saat akan ditangkap.

Dampak dari penusukan ini akhirnya Sayidina Umar menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di samping kedua sahabat Umar bin Khattab, nabi Muhammad ﷺ dan Abu Bakar ra pada hari Ahad 1 Muharram.
Sebelumnya Umar meminta ijin kepada sayidah Aisyah ra untuk dimakamkan di tempat mulia itu.

Demikianlah kisah Umar bin Khattab singkat yang berhasil kami rangkum dari kitab Tarikhul Khulafa karya Imam Suyuthi.

Semoga dengan mengetahui biografi dan prestasi Umar bin Khattab saat menjadi khalifah, kita dapat menuai manfaat dari keteladanan Umar bin Khattab.

Catatan kaki:

  1. نسب قريش: مصعب الزبيري (347)
Share
Mantra Berdarah

Penulis dan aktivis di PCNU Surabaya

Komentar