Melecehkan Nabi? Boikot Produk Perancis!

Boikot produk perancis

Melecehkan Nabi? Boikot Produk Perancis! – Mendukung kebebasan berekspresi dalam kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW, Presiden Perancis Emmanuel Macron berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapatan.

Ucapan Macron yang sangat menyakiti umat islam di seluruh dunia pun dikritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut kesehatan mental Macron perlu diperiksakan ke dokter jiwa. Tidak sampai disitu, Erdogan juga menyerukan ajakan boikot seluruh produk Prancis. Ajakan Erdogan lantas mendapat respon positif dari warganet baik dari Arab maupun Indonesia yang kompak menyerukan boikot untuk produk-produk Prancis lewat sosial media. Namun, dari pandangan fikih bagaimanakah hukum memboikot produk Perancis dalam kasus seperti ini?

Hukum memboikot produk Perancis

Pertama-tama kita harus memahami bahwa membela agama, membela Allah, membela Rosululloh SAW, serta membela pemimpin-pemimpin islam beserta muslimin yang lain adalah sebuah bentuk nasehat yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW bersabda:

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله تعالى عنه أن النبي ﷺ قال الدين النصيحة قلنا : لمن ؟ قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم1

Artinya:”Nabi SAW bersabda, “Pokok dari Agama Islam adalah nasehat,” kami pun bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasul Alloh?”, Beliau bersabda,”Untuk Allah, dan kitab-Nya, dan untuk rasul-Nya, dan juga untuk pemimpin-pemimpin umat islam beserta seluruh umat islam.”

Penjelasan hadits tersebut2:

  1. Nasihat untuk Allah

Maksudnya memurnikan iman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan bersikap ingkar terhadap penyematan sifat-sifat cacat pada Allah, hanya menyandarkan kepada Allah sifat-sifat yang sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, mentaati-Nya, menjauhkan diri dari melakukan dosa, mencintai serta membenci segala sesuatu semata-mata karena-Nya, berjihad, mengakui dan mensyukuri segala karunia nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan yang telah disebutkan, menganjurkan orang lain untuk berbuat kebaikan, bersikap lemah lembut, santun kepada sesama manusia.

Al-Khathabi berkata : “Secara prinsip, perilaku yang telah disebutkan di atas, kebaikannya akan kembali kepada pelakunya sendiri, karena sejatinya Allah sama sekali tidak memerlukan kebaikan (nasihat) dari siapapun”

  1. Nasihat untuk kitab-Nya

Maksudnya beriman terhdap seluruh kitab-kitab Allah dan diturunkan-Nya kitab-kitab itu kepada beberapa Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua kitab-Nya tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak ada satupun makhluk yang dapat menandingi kitab-Nya, kemudian menghormati kitab Allah, membacanya dengan kesungguhan, melafadzkan dengan baik dan benar disertai sikap rendah hati saat membacanya, menjaganya dari pentakwilan yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti seluruh hukum-hukumnya, memahami berbagai macam kandungan ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai teladan dan pelajaran, merenungkan segala keajaiban di dalamnya, memasrahkan makna tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang sifatnya umum, dan mengajak orang lain pada perilaku sebagaimana tersebut diatas dan mengimani Kitabullah.

  1. Nasihat untuk Rasul-Nya

Maksudnya membenarkan seluruh ajarannya, Iman terhadap apapun yang dibawanya, mentaati segala perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan musuh-musuhnya, membela orang-orang yang menjalankan perintahnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti ajakannya, menyebarluaskan ajarannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak layak disandarkan pada seorang nabi, memahami segala arti dari ilmu- ilmunya dan mengajak orang lain menjalankan ajarannya, berlaku santun saat mengajarkannya, mengagungkannya dan menjaga adab ketika membaca hadist- haditsnya, tidak membicarakan hadits yang tidak dipahami, memuliakan para ahli hadits, meniru adab dan kesopanannya, mencintai keluarganya beserta para sahabatnya, meninggalkan para pelaku bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain-lain.

Baca juga: Kapan Merayakan Maulid Nabi?

  1. Nasihat untuk para pemimpin umat islam

Maksudnya membantu mereka dalam menjalankan kebenaran, mentaati perintah mereka dan memberitahu kesalahan mereka dengan lemah lembut, mengingatkan mereka jika mereka lalai, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim atau rakyat, tidak melakukan pemberontakan, mempersatukan hati umat untuk mentaati para pemimpin (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan bermakmum jika mereka menjadi imam sholat, berjuang bersama mereka dan mendo’akan agar mereka mendapatkan hidayah dan kebaikan.

  1. Nasihat untuk seluruh kaum muslim

Maksudnya membimbing mereka agar mendapat kebaikan urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan, menutupi aib dan cacat muslimin, menghindarkan mereka dari hal-hal yang membahayakan jiwa atau harta, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat munkar dengan sikap santun, kasih sayang nan ikhlas terhadap muslimin, memuliakan yang tua dan mengasihi yang muda, menjauhi segala bentuk kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka sebagaimana ia mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, membenci sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri membencinya, melindungi harta dan harga diri mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku- perilaku diatas.

Dengan demikian, jika memang ada yang melecehkan atau menista Nabi SAW, maka wajib bagi kita untuk bertindak nasihat pada Rosululloh SAW. Dan memboikot produk negara-negara yang merendahkan Nabi SAW memang sepantasnya dilakukan sebagai bentuk nasihat lirosulillah agar mereka tidak mengulang kembali.

Bolehnya memboikot produk negara lain terkait penistaan terhadap Nabi dan Islam telah dijelaskan dalam Fatawa Yas’alunak

فالمقاطعة الاقتصادية لمنتجات الدول التي تهجم أتباعها على رسولنا صلى الله عليه وسلم وسيلة مشروعة لنصرة النبي صلى الله عليه وسلم وتعظيمه وتوقيره. وخاصة أننا لمسنا استكبار قادة تلك الدول في رفضهم الاعتذار للمسلمين بل نقل عن بعضهم قوله إن اعتذار أي شخص دنمركي للمسلمين يعد خيانة للوطن-الى ان قال- وخلاصة الأمر أن المقاطعة الاقتصادية وسيلة مشروعة للدفاع عن الرسول صلى الله عليه وسلم لردع المعتدين ولإجبار تلك الدول لتسن التشريعات التي تعاقب كل من يسيء إلى دين الإسلام، وعلى المسلمين كافة أن يسهموا في المقاطعة حتى تكون مؤثرة وقوية3

Artinya: “Memboikot produk dari negara-negara yang penduduknya melecehkan Nabi kita SAW merupakan sebuah perantara yang disyariatkan untuk menolong (nasihat) kepada Rosululloh SAW, dan juga sebagai bentuk pengagungan dan memuliakan Nabi. Terutama kami mendapati pemimpin negara-negara itu menolak untuk meminta maaf kepada muslimin. Bahkan dikutip dari mereka bahwa permintaan maaf seorang warga Denmark terhadap umat islam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara. —–

Kesimpulan, memboikot produk-produk negara dengan tujuan semisal ini merupakan bentuk wasilah pencegahan orang-orang yang melewati batas dalam menghina Islam, dan bagi seluruh umat islam diharapkan ikut mendukung gerakan ini agar dapat memberikan dampak yang kuat.”

As-Syahid Doktor Sa’id Romadlon Al-Buthi RA juga menjelaskan hal yang sama dalam fatawanya:


ما حكم شراء البضائع الأمريكية علما أنني سمعت فتوى من الدوكتور الكبشي بتحريمها بل التغليظ في تحريمها ؟ يجب وجوبا عينيا مقاطعة الأغذية والبضائع الأمريكية ، والإسرائلية أيضا . إذ هو الجهاد الذي يتسنى لكل مسلم القيام به في مواجهة العدوان الإسرائلي ومن يدعمه . وهو كما هو معروف وثابت فرض عين في حدود الإمكان ، وهذا ممكن.4

“Apa hukumnya membeli produk-produk Amerika, sebagaimana yang saya ketahui dari fatwa Doctor Al-Kabsyi yang mengharamkan, bahkan beliau sangat mengharamkannya?

Al-Buthi RA menjawab: “Wajib Ain memboikot makanan dan produk-produk Amerika, begitu juga produk Israel. Karena hal ini merupakan bentuk jihad yang memungkinkan dilakukan seluruh umat islam dalam melawan Israel dan negara-negara pendukungnya. Hal ini, sebagaimana diketahui merupakan sebuah ma’ruf dan merupakan fardhu ain dalam batasan yang memungkinkan, sedangkan pemboikotan produk merupakan sesuatu yang memungkinkan.”

Wallohu A’lam.

Refrensi:

  1. ألاربعين النووية
  2. شرح الاربعين النووية لابن دقيق العيد
  3. فتاوى يسألونك  جـ 11 | صـ 22
  4. مع الناس مشورات وفتاوى للشيخ الشهيد الدوكتو سعيد رمضان البوطي صــ 52

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related