Cara Mengulang Sholat dan Mengqodho

Cara Mengulang Sholat dan Mengqodho

Sebelum membahas cara mengulang sholat dan cara mengqodho sholat, akan kami jelaskan perbedaan antara mengulang sholat dan mengqodho sholat.

Pengertian mengulang sholat

Maksud dari mengulang sholat atau sholat i’adah adalah, melakukan salah satu dari beberapa sholat fardhu 5 waktu untuk yang kedua kalinya, dikarenakan sholat pertama yang telah dilakukan dianggap kurang baik dalam segi adabiah dan kesempurnaan.

Pengulangan ini dilakukan untuk mengganti tidak adanya kesempurnaan adabiyah.

Hukum mengulangi sholat yang seperti ini adalah sunnah. Contoh mengulang sholat adalah: Seseorang telah melakukan sholat dhuhur sendirian, kemudian dia mendapati seseorang melakukan sholat dhuhur secara berjamaah di masjid atau di tempat lain, maka disunahkan baginya untuk mengulang sholat dhuhur untuk kedua kalinya secara berjamaah.

Bagi orang ini, sholat dhuhur kedua dihukumi sebagai sholat sunnah. Sedangkan sholat dhuhur yang pertama adalah sholat fardhu. Karena dalam sehari semalam seseorang hanya diwajibkan melakukan satu kali sholat fardhu 5 waktu.

Dalil sunnah mengulang sholat

روى الترمذي (‮٩‮١‮٢)، إنه – صلى الله عليه وسلم – صلى الصبح فرأى رجلين لم يصليا معه فقال: ” ما منعكم أن تصليا معنا؟ ) فقال: ” يا رسول الله، إنا كنا قد صلينا في رحالنا. قال: ” فلا تفعلا، إذا صليتما في رحالكما ثم أتيتما مسجد جماعة، فصليا معهم، فإنها لكما نافلة”.

“Imam Turmudzi meriwayatkan bahwa Rosululloh SAW melakukan sholat shubuh, kemudian beliau melihat 2 orang yang tidak ikut sholat berjamaah bersamanya.

Mengetahui hal ini beliau bersabda: Apa yang membuat kalian tidak ikut jamaah bersamaku? Lalu ia menjawab: Wahai rasul Alloh, sesungguhnya kami telah melakukan sholat shubuh di rumah kami.

Rosul SAW kembali bersabda: Jika kalian telah sholat di rumah kalian, kemudian kalian mendatangi masjid, dan mendapati sholat berjamaah maka sholatlah kalian bersama mereka, karena sholat kedua ini akan menjadi nafilah (nilai tambah) untuk kalian.”

Adapun jika dalam sholat pertama tidak ada kecacatan nilai adabiyah atau kesempurnaan, dan sholat kedua tidak lebih sempurna dari sholat pertama maka tidak disunahkan mengulang sholat.

Syarat mengulangi sholat

  • Sholat yang diulang masih dalam waktu ada’, jika sudah habis waktunya maka tidak ada kesunnatan
  • Sholat yang pertama diyakini sah, jika sholat pertama tidak sah maka wajib melakukan sholat. Dia dianggap belum melakukan sholat
  • Niat melakukan fardhiah

Seperti contoh:

اصلي فرض الصبح / الظهر / العصر/ المغرب / العشاء

“Usholli fardhos subhi / dhuhri, dst.”

Baca: Bacaan niat sholat fardhu, shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya’

  • Melakukan pengulangan sholat secara berjamaah dari awal sholat sampai salam

Dalam hal ini, menurut Imam Romli RA tidak diperbolehkan melakukan sholat i’adah secara berjamaah dlm sebagian rokaat saja.

Begitu juga, ketika melihat jamaah sholat sedang didirikan, dan ia ragu, apakah jamaah masih dalam permulaan sholat atau sudah di tengah-tengah rokaat. Ia tidak boleh mengulang sholatnya

  • Niat menjadi makmum atau imam

Pengertian mengqodho sholat

Mengqodho sholat adalah melakukan sholat setelah keluarnya waktu, atau masih di dalam waktu. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk melakukan sholat satu rokaat atau lebih. J

ika masih dalam waktu, atau cukup untuk melakukan sholat 1 rokaat atau lebih maka disebut ada’.

Hukum mengqodho sholat

Para ulama sepakat bahwa orang yang meninggalkan sholat dituntut untuk mengqodho. Baik meninggalkan sebab udzur, seperti lupa, atau tanpa udzur, semisal sengaja meninggalkan.

Hanya saja, orang yang meninggalkan sholat karena udzur, tidak mendapatkan dosa, dan tidak diwajibkan segera mengqodho. Berbeda dengan orang yang meninggalkan sholat tanpa udzur, dia wajib segera mengqodho seketika ada waktu dan dihukumi berdosa.

Dalil wajibnya mengqodho sholat

Kewajiban mengqodho berdasarkan Hadits:

من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها، لا كفارة لها إلا ذلك

رواه البخاري: ‮٢‮٧‮٥، ومسلم: ‮٤‮٨‮٦، وغيرهم

“Barangsiapa meninggalkan sholat karena tidur atau lupa, maka hendaknya dia melakukannya setelah ingat, tidak ada kafarat bagi sholat yang ditinggal kecuali dengan melakukannya.”

Sabda Nabi SAW “tidak ada kafarat lain selain melakukan sholat” merupakan dalil keharusan mengqodho sholat fardhu, berapapun jumlah yang ditinggal, selama apapun waktu sholat yang telah ditinggal.

Refrensi:

إعانة الطالبين, الفقه المنهجي

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related