Ciri-Ciri Baligh Bagi Anak Lelaki dan Perempuan

ciri-ciri baligh

Tanda baligh atau ciri-ciri baligh ada tiga; Adakala dengan menginjak usia 15 tahun, atau keluarnya mani, atau mengalami haid bagi wanita. Maksud dari ciri-ciri di sini adalah: Perkara yang wujudnya menjadi penentu terjadinya baligh, seperti mimpi basah. Terjadinya mimpi basah atau keluar sperma menjadikan anak laki-laki atau anak perempuan menjadi baligh namun tanpa mengalaminya tidak serta merta menjadikan status keduanya sebagai anak yang belum dewasa/baligh. Karena anak yang belum pernah mengalami ihtilam (mimpi basah) mungkin saja mengalami tanda baligh yang lain yaitu berusia 15 tahun, atau mengalami haid bagi wanita.

Jadi maksud dari “ciri-ciri baligh ada 3” yaitu ketika salah satu dari 3 tanda baligh dialami oleh anak yang menginjak dewasa maka ia sudah memasuki usia baligh dan sudah terbebani hukum syariat jika memang ia waras secara akal (tidak gila).

Apa yang dimaksud dengan baligh?

Baligh secara bahasa bermakna sampai. Adapun secara istilah syara’ baligh adalah sampainya anak laki-laki atau anak perempuan pada usia dimana ia terbebani melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan syariat Islam, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan kewajiban yang lain.

Baca: Cara sholat yang benar

Ciri-ciri baligh pada anak lelaki dan perempuan

Ciri atau tanda seorang anak dikatakan menginjak usia akil baligh adalah:

  1. Genap berusia 15 tahun

Maksudnya, jika anak lelaki atau wanita telah menginjak usia 15 tahun secara perhitungan kalendar qomariyah maka ia sudah memasuki usia taklif; usia yang menjadikan mereka wajib melakukan semua tuntutan syariat.

  1. Ihtilam

Ciri baligh yang kedua adalah ihtilam احتلام dikala telah sempurna usia 9 tahun. Hal ini berlaku bagi anak laki-laki ataupun perempuan. Ihtilam sendiri jika ditinjau dari segi bahasa berawal dari akar kata hulm (حلم) yang berarti “mimpi”. Namun yang dimaksud di sini adalah mimpi yang lazimnya membuat seseorang mengeluarkan sperma, mimpi seperti ini biasa kita kenal dengan istilah mimpi basah. Akan tetapi, sebenarnya yang dimaksud para ulama dengan tanda baligh yang kedua ini adlah keluarnya sperma secara mutlak. Baik keluar disebabkan mimpi basah atau dikarenakan sebab-sebab yang lain.

Jadi, penjelasan para ulama dalam kitabnya dengan kata “Ihtilam” hanyalah sebatas aghlabiyah (yang umumnya terjadi). Karena biasanya seorang anak mengalami pertamakali keluar mani melalui mimpi.

  1. Haid

Berbeda dengan kedua tanda baligh di atas yang menjadi tanda baligh anak lelaki dan tanda baligh anak perempuan. Tanda baligh yang terakhir ini hanya berlaku bagi anak perempuan. Para ulama syafiiyah menjelaskan bahwa haid menjadi penentu balighnya anak perempuan ketika terjadi disaat ia berusia 9 tahun secara perhitungan qomariyah, jika sebelum usia 9 tahun mengeluarkan darah maka bukan termasuk haid dan tidak menjadikannya memasuki usia akil baligh.

Refrensi:

نيل الرجاء شرح سفينة النجا