5 Adab dan Doa Menjenguk Orang Sakit Dalam Bahasa Arab dan Terjemahan

Doa Menjenguk Orang Sakit

Selain doa menjenguk orang sakit, Islam juga mengajarkan adab menjenguk orang sakit agar tidak mengganggu kenyamanan orang yang sedang sakit dan tidak membuatnya terganggu dengan kehadiran kita, baik di rumah sakit, maupun di rumah.

Mengetahui adab menjenguk orang sakit perlu diperhatikan agar saat menjenguk teman yang sakit, kita mengetahui bagaimana cara bersikap. Namun sebelum menginjak adab-adab menjenguk orang sakit kami akan menjelaskan lebih dulu tentang hukum menjenguk orang sakit disertai hadits berbahasa Arab dan terjemahan.

Hukum Menjenguk Orang Sakit Menurut Islam

Dalam madzhab Syafi’i, hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan al-‘Umrâni dalam kitab al-Bayaân fi Madzhabil imâm as-Syafi’i.

Al-‘Umrâni juga menuturkan dalil hadits tentang menjenguk teman yang sakit yang diriwayatkan dari Barrâ’ bin ‘Azib berikut ini:

أمرنا رسول الله ﷺ باتباع الجنائز، و عيادة المريض، وإجابة الداعي، ونصرة المظلوم، وإبرار القسم، ورد السلام، وتشميت العاطس

البيان في مذهب الامام الشافعي ج ٣ ص ١٠

Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk mengiring jenazah, menjenguk orang sakit, menghadiri undangan, menolong orang yang dianiaya, memenuhi sumpah, menjawab salam, dan mendoakan orang bersin.

Doa Untuk Orang Sakit

Lebih lanjut lagi, setelah menuturkan hukum menjenguk orang sakit, beliau juga menegaskan bahwa saat menjenguk teman yang sakit dianjurkan membaca doa menjenguk orang sakit berikut ini sebanyak 7 kali,

أسألُ اللَه العظيمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ أنْ َيشْفِيَكَ

Latin: As’alullaha al-‘adhîmâ rabba al-‘arsyi al-‘adhimi an yasyfiyaka

Artinya: Aku mintakan kepada Allah yang agung, penguasa ‘Arsy yang agung agar menyembuhkanmu.

Al-‘Umrâni melanjutkan penjelasannya, bahwa Nabi ﷺ bersabda: barang siapa membacakan doa tersebut pada orang sakit yang mana ajalnya belum tiba niscaya Allah akan menyembuhkannya dari penyakit yang ia derita.

Selain doa menjenguk orang sakit yang disampaikan oleh al-‘Umrânî, ada doa lain yang bisa digunakan untuk meruqyah orang sakit saat kita menjenguknya. Doa ini diriwayatkan oleh al-Bukhâri dan dinukil oleh an-Nawâwi dalam kitab al-Majmû’. Berikut ini doanya:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَأْسِ اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

المجموع شرح المهذب ج ٥ ص ١١٣

Latin: Allahumma rabbanasi mudzhibal ba’si isyfi antassyâfî la syâfiya illâ anta syifâ’an lâ yughâdiru saqoman.

Artinya: Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, penyembuh segala macam penyakit. Sembuhkanlah, Engkau Yang Maha Menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan selain Engkau dengan kesembuhan yang tanpa meninggalkan penyakit lain.

Adab Menjenguk Teman yang Sakit

Dalam menjenguk teman yang sakit terdapat unsur silaturahmi, karena perbuatan ini bisa membuat jalinan persahabatan semakin kuat.

Pasalnya, tanpa menjaga adab saat menjenguk orang sakit justru akan menyebabkan teman yang sakit akan merasa tidak nyaman, bahkan bisa menyebabkan ia putus asa.

Berikut ini beberapa adab menjenguk orang sakit yang kami rangkum dalam kitab-kitab ulama salaf bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

1. Mendoakan kesembuhan

Hal-hal yang sebaiknya dilakukan ketika menjenguk orang sakit adalah mendoakannya. Dengan mendoakan orang yang sakit, kita akan menenangkan hati mereka.

Kita bisa mengucapkan doa-doa kesembuhan untuk teman yang sakit dengan menggunakan redaksi doa kesembuhan secara bebas, seperti syafakallah syifaan ajilan artinya semoga Allah segera menyembuhkanmu. Namun lebih baiknya yang kita panjatkan yaitu doa-doa yang sudah ma’tsur diriwayatkan dari Nabi ﷺ sebagaimana doa yang dijelaskan di atas.

2. Tidak berlama-lama

Imam az-Zabîdî dalam syarah Ihya’ menjelaskan bahwa adab menjenguk orang sakit yaitu tidak berlama-lama saat menjenguk. Hal ini justru akan menyebabkan mereka bosan dan ilfil pada kita.

3. Tidak banyak tanya

Az-Zabîdî melanjutkan penjelasannya dalam Syarah Ihyâ’ bahwa dengan mmperbanyak pertanyaan tentang keadaan orang yang sakit terkadang menyakiti perasaan mereka. Hal ini akan merusak tujuan dari menjenguk orang sakit.

4. Menunjukkan kepedulian

Hal yang sebaiknya dilakukan ketika menjenguk orang sakit adalah menampakkan kepedulian kita saat menjenguk teman yang sakit. Ini sangat mempengaruhi mental mereka dan membuatnya merasa diperhatikan sehingga ia merasa tenang dan tidak putus asa atas penyakit yang diderita.

Untuk melakukan ini bisa dengan cara mengucapkan laa ba’sa artinya tidak ada masalah yang buruk, InsyaAllah akan segera diberi kesembuhan.

Atau dengan cara memegang tangan atau kening orang yang sakit seraya menanyakan keadaannya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan az-Zabîdî dengan mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

(قال ﷺ تمام عيادة المريض أن يضع أحدهم يده على جبهته أو) قال (على يده ويسأله كيف هو و تمام تحياتكم المصافحة)

اتحاف السادة المتقين ج ٦ ص ٢٩٣

Nabi ﷺ bersabda: Kesempurnaan menjenguk orang sakit yaitu salah satu dari kalian meletakkan tangannya pada kening orang yang sakit (atau) tangannya seraya menanyakan keadaannya. Dan kesempurnaan penghormatan kalian dengan bersalaman.

5. Menundukkan pandangan

Adab menjenguk orang sakit berikutnya yaitu dengan cara ghadhul bashar (menundukkan pandangan.

Dalam arti jangan sekali-kali memanjangkan penglihatan pada benda apapun yang ada di tempat itu, baik tempat tidurnya, sprei, lebih-lebih pada istri atau mahram teman yang kita jenguk.

Hal ini berpotensi menimbulkan fitnah dan menyakiti perasaan teman kita.

Demikianlah kajian tentang adab dan doa menjenguk orang sakit yang diambil dari kitab-kitab kuning terpercaya karya ulama aswaja. Semoga bermanfaat.

والله اعلم بالصواب

Referensi:

المجموع شرح المهذب، البيان في مذهب الامام الشافعي ، إتحاف السادة المتقين

Jika tertarik membeli kitab-kitab tersebut berikut ini linknya:

Tinggalkan Komentar
Posting Terbaru

Related Articles

Related