Dzikir, Dalil Keutamaan dan Metode

Keutamaan dzikir setiap saat

Dzikir merupakan salah satu ibadah yang paling utama, dan salah satu jalan tercepat untuk lebih mengenal Allah SWT. Allah Swt berfirman:

Dalil keutamaan dzikir
Terjemah dalil keutamaan dzikir

Nabi Saw bersabda:

ألا أُنبِّئُكم بخيرِ أعمالِكم، وأزكاها عند مَليكِكم، وأرفعِها في درجاتِكم، وخيرٍ لكم من إنفاقِ الذَّهبِ والوَرِقِ، وخيرٍ لكم من أن تَلْقَوا عدوَّكم فتضرِبوا أعناقَهم، ويضرِبوا أعناقَكم؟ قالوا: بلى. قال: ذكرُ اللهِ

أخرجه الترمذي في “سننه”: أبواب الدَّعوات، باب ما جاء في فضل الذكر

“Rosululloh Saw bersabda: Apakah kalian mau kuberitahu hal besar terkait amal kalian yang paling utama; amalan yang paling suci menurut Rabb kalian, amalan yang paling meninggikan derajat kalian di sisi Allah, dan lebih utama dari infak emas dan perak, dan lebih baik dari jihad fi sabilillah? Lantas para sahabat RA menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Lalu Nabi bersabda: Amal itu adalah (dzikrulloh) dzikir pada Allah.”1

Arti kalimat dzikir

Dalam Alquran dan hadits nabawiyah, dzikir memiliki makna yang beragam.2 Diantaranya:

  • Dzikir bermakna Alquran

Demikian ini sebagaimana yang difirmankan dalam ayat:

Arti dzikir
Zikir bermakna Alquran
  • Dzikir bermakna sholat jumat

Baca: Cara Sholat

Selain berarti Alquran, dzikir dalam sebagian ayat menunjukkan arti sholat jumat. Seperti kalimat dzikir yang ada pada Surat Aljumuah ayat 9:

Dzikir bermakna salat jumat
Dzikir, Dalil Keutamaan dan Metode

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, jika telah dikumandangkan azan salat jumat maka bergegaslah menuju salat jumat dan tinggalkanlah berjualan..”

  • Dzikir bermakna ilmu pengetahuan

Di lain kesempatan, Allah juga menuturkan kalimat dzikir yang menunjukkan makna ilmu:

Dzikir bermakna ilmu pengetahuan
Terjemah ayat dzikir dengan arti ilmu pengetahuan
  • Dzikir bermakna tasbih, tahlil, takbir dan sholawat atas Nabi Saw

Baca: Cara Sholat Tasbih

Makna ini adalah makna yang paling sering digunakan dalam beberapa nash yang menyebutkan kalimat dzikir. Sebagaimana dalam firman Allah SWT pada Surat Annisa 103:

Dzikir bermakna tasbih, tahlil, takbir dan sholawat atas Nabi Saw
Makna lain dari dzikir

Artinya: Jika kalian telah merampungkan salat maka berzikirlah kepada Allah (dengan bertasbih, membaca hailalah, takbir dll) dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring …”

dan juga ayat:

Dzikir bermakna takbir
Terjemah Alquran tentang dzikir

Penuturan dzikir bermakna mengingat Allah dengan bertasbih, tahlil, takbir juga disebut dalam sebuah hadits:

وروينا في  كتاب الترمذي  عن عبد الله بن بُسْر، بضمّ الباء الموحدة وإسكان السين المهملة الصحابي رضي الله عنه،  أن رجلاً قالَ: يا رسول الله إن شرائع الإِسلام قد كثرتْ عليّ فأخبرني بشئ أتشبث به، فقال: لا يَزالُ لِسانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ تَعالى

“Diriwayatkan bahwasanya Rosululloh SAW didatangi seorang sahabat, ia bertanya: Wahai Rasul, sesungguhnya syariat islam sangat banyak bagi saya. Karena itu berilah saya satu amalan yang bisa saya jadikan pegangan. Lalu Nabi menjawab: Jadikan lisanmu senantiasa basah dengan berzikir pada Allah.”

Dalil anjuran dan keutamaan dzikir

Banyak sekali dalil-dalil anjuran atau keutamaan dzikir, baik dalil yang dijelaskan dalam Alquran, Sunnah, atau kalam ulama.

Keutamaan dzikir dalam Alquran

  • Orang yang berdzikir akan mendapat ampunan Allah Swt
Dzikir menyebabkan diampuni dosa
Dzikir menyebabkan diampuni dosa

Menurut Ibnu Abbas RA tafsir ayat ini adalah: Wahai hamba-Ku, ingatlah Aku dengan melakukan ibadah niscaya Aku akan mengampunimu.3

  • Berdzikir merupakan bentuk rasa syukur pada Allah

Syukur adalah sebuah pujian dengan mengekspresikan rasa terimakasih atas sebuah nikmat yang diberikan. Karena itu dalam berzikir disebut sebagai rasa syukur karena secara tidak langsung orang yang berzikir menggunakan lisan dan hatinya untuk mengungkapkan sebuah rasa terimakasih atas nikmatnya iman, islam serta kenikmatan diberi lisan yang berfungsi.

Hal ini sebagaimana dengan yang dijelaskan Nabi Saw dalam sebuah hadits qudsi:

وَأخرج الطَّبَرَانِيّ فِي الْأَوْسَط وَأَبُو نعيم عَن أبي هرير عَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يَقُول الله يَا ابْن آدم إِنَّك إِذا ماذكرتني شكرتني وَإِذا مَا نسيتني كفرتني4

“Imam Thobroni meriwayatkan dalam al-Ausath, begitu juga Abi Na’im dari Abi Hurairah RA, dari Nabi SAW: Allah SWT berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berzikir kepada-Ku maka kamu mensyukuri nikmat-Ku, dan selama kamu lupa mengingatku maka kamu mengkufuri nikmat-Ku.”

  • Dzikir penenang hati

Dengan dzikir hati akan menjadi tenang meskipun seorang mukmin ditimpa berbagai masalah kehidupan yang rumit. Allah Swt berfirman:

Ayat tentang dzikir menenangkan hati
Arti ayat dzikir tenteramkan hati

Sufyan bin Uyainah (guru Imam Syafii RA) menafsirkan ketenteraman dalam ayat di atas dengan ketenangan hati seorang mukmin atas segala ketentuan dan takdir Allah SWT lantaran berdzikir mengingat Allah.

Keutamaan dzikir dalam hadits

Banyak sekali dalil hadits tentang anjuran dan keutamaan dzikir. Beberapa diantaranya adalah:

  • Permisalan orang yang dzikir dan yang tidak pernah dzikir bagaikan orang hidup dan mayat hidup

 مثل البيت الذي يُذْكَر اللهُ فيه والبيت الذي لا يُذْكَر اللهُ فيه مثل الحيِّ والميِّت5

“Rosululloh SAW bersabda: Perumpamaan rumah yang digunakan berdzikir dengan rumah yang tidak pernah difungsikan untuk berdzikir bagaikan orang yang hidup dan mayat.”

Nabi menganalogikan seseorang atau keluarga yang berdzikir dengan orang yang hidup, karena hakikat berdzikir mengingat Allah merupakan dzikir yang dijalankan hati, sementara kehidupan hakiki adalah ketika seseorang memiliki hati yang hidup, sehingga apapun yang dilakukan hanya hal-hal yang bernilai ibadah.

Lain halnya dengan orang yang hatinya lalai terhadap Allah. Jiwanya selalu kosong, ia akan kesulitan melakukan hal positif yang bernilai ibadah. Hal inilah yang menjadikannya laksana mayat hidup.

  • Menghadiri majelis dzikir akan mendapat ampunan Allah SWT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ، يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ‏.‏ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا‏.‏ قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهْوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ، وَيُكَبِّرُونَكَ، وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ‏.‏ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لاَ وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ‏.‏ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً، وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا، وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا‏.‏ قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ‏.‏ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا‏.‏ قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا، وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا، وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً‏.‏ قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنَ النَّارِ‏.‏ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لاَ وَاللَّهِ مَا رَأَوْهَا‏.‏ قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا، وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً‏.‏ قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ‏.‏ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ فِيهِمْ فُلاَنٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ‏.‏ قَالَ هُمُ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ ‏”‏‏6

“Rasul Allah SAW bersabda, “Allah memiliki beberapa malaikat yang mencari mereka yang merayakan Dzikir Allah di jalan-jalan. Dan ketika mereka menemukan beberapa orang dalam majelis dzikir, mereka saling mengumumkan satu sama lain,” Kemarilah tunaikan hajat kalian.” 

Dia (perawi hadits) menambahkan, “Kemudian para malaikat melingkari mereka dengan sayap-sayapnya sampai ke langit dunia.” Dia menambahkan. “(Setelah orang-orang itu merayakan Dzikir Allah, dan para malaikat kembali), Tuhan mereka, bertanya mereka (orang-orang malaikat) —- meskipun Dia lebih tahu dari mereka —- ‘Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat menjawab, ‘Mereka berkata: Subhanallah, Allahu Akbar, dan Alhamdu-li l-lah, kemudian Allah berkata’ Apakah mereka melihat Aku? ‘ Para malaikat menjawab, ‘Tidak! Demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. ‘ 

Allah berfirman, Bagaimana jadinya jika mereka melihat Aku? ‘ Para malaikat menjawab, ‘Jika mereka melihat-Mu, mereka akan menyembah-Mu dengan lebih saleh dan akan mengingat Kemuliaan-Mu lebih dalam, dan menyatakan kebebasan-Mu dari kemiripan apa pun dan sifat-sifat tercela dengan lebih sering.’ 

Allah berfirman (kepada para malaikat), ‘Apa yang mereka minta dariKu?’ Para malaikat menjawab, ‘Mereka meminta surga kepadamu.’ Allah berfirman (kepada para malaikat), ‘Apakah mereka pernah melihatnya?’ Para malaikat berkata, ‘Tidak! Demi Allah, ya Tuhan! Mereka tidak melihatnya. ‘ Allah berfirman, Bagaimana jadinya jika mereka melihatnya? ‘ Para malaikat berkata, ‘Jika mereka melihatnya, mereka akan memiliki keinginan yang lebih besar untuk itu dan akan mencarinya dengan semangat yang lebih besar dan akan memiliki keinginan yang lebih besar untuk itu.’ 

Allah berfirman, ‘Dari apakah mereka mencari perlindungan?’ Para malaikat menjawab, ‘Mereka mencari perlindungan dari Api (Neraka).’ Allah berfirman, ‘Apakah mereka melihatnya?’ Para malaikat berkata, ‘Tidak Demi Allah, Ya Rabb! Mereka tidak melihatnya. ‘Allah berfirman, Bagaimana jadinya jika mereka melihatnya?’ Para malaikat berkata, ‘Jika mereka melihatnya, mereka akan melarikan diri darinya dengan melarikan diri yang ekstrim dan pasti akan sangat ketakutan karenanya.’ 

Kemudian Allah berfirman, ‘Aku menjadikanmu saksi bahwa aku telah memaafkan mereka. “‘ Rasul Allah SAW menambahkan,” Salah satu malaikat akan berkata, ‘Ada si fulan-dan-dia di antara mereka, dan dia bukan salah satu dari mereka, tetapi dia baru saja datang untuk beberapa kebutuhan. ‘ Allah akan berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang sahabatnya tidak akan mengalami kesengsaraan.’ “

Hadits tersebut merupakan bukti agungnya keutamaan dzikir, dan keutamaan orang ahli dzikir, serta fadhilah berkumpul di majelis dzikir.

  • Majelis dzikir merupakan taman surga

وعن أنس – رضي الله عنه -، قال: قال رسول الله ﷺ: إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا  قالوا: وما رياض الجنة؟ قال:  حلق الذكر7

Artinya : “Apabila kamu melalui Taman Surga, maka janganlah diam, ikutlah atau masuklah kamu padanya! Para sahabat bertanya, “Apa maksud dari taman surga?”, Rosululloh Saw bersabda: “Majelis dzikir.”

  • Kelak di hari kiamat wajah ahli dzikir bercahaya

وعن أبي الدرداء قال: «قال رسول الله ﷺ: ” ليبعثن الله أقواما يوم القيامة في وجوههم النور، على منابر اللؤلؤ، يغبطهم الناس، ليسوا بأنبياء ولا شهداء “. قال: فجثا أعرابي على ركبتيه فقال: يا رسول الله، حلهم لنا نعرفهم. قال: هم المتحابون في الله، من قبائل شتى، وبلاد شتى، يجتمعون على ذكر الله يذكرونه8

Rasulullah bersabda: “Sungguh Allah akan membangkitkan seluruh kaum kelak di hari kiamat, di wajahnya penuh cahaya, di atas mimbar mutiara, seluruh manusia menginginkannya. Mereka bukanlah Nabi, bukan pula Syuhada. Lantas seorang Arobi berlutut dan bertanya: Wahai Rasul Allah, jelaskan pada kami agar kami mengenal mereka. Nabi Saw menjawab: Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dari berbagai suku, berbagai negeri, mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah”

Pendapat ulama tentang anjuran dan keutamaan dzikir

  1. Ibn Abbas RA

Ibnu Abbas berkata: Allah Azza wa Jalla tidak membebankan suatu ibadah kecuali dengan batasan-batasan yang maklum, dengan batasan tersebut Allah akan menerima udzur dari mereka yang tidak mampu melakukan sebab udzur, kecuali dzikir.

Karena Allah tidak memberikan batasan dalam ritual dzikir dan tidak memberi udzur kepada siapapun untuk meninggalkan dzikir kecuali ketika akalnya telah hilang. Dan Allah senantiasa memerintahkan seorang muslim untuk berzikir, terkait ini Allah berfirman:9

Pendapat Ibn Abbas tentang dzikir
Terjemah ayat dzikir
  1. Imam Abil Qosim al Qusyairi RA

Imam Abil Qosim al Qusyairi berkata: Dzikir adalah tarekat utama dalam menempuh jalan Allah, dan seseorang tidak akan bisa wushul kepada Allah kecuali dengan melanggengkan dzikir.10

  1. Ibn Qoyyim al Jauziyah

Ibn Qoyyim al Jauziyah berkata: Tidak diragukan lagi, bahwasanya hati akan berkarat sebagaimana tembaga, besi dan logam yang lain. Dan mengkilapnya hati dengan cara digunakan dzikir,

Berkaratnya hati disebabkan dua hal, yaitu: Lalai mengingat Allah, dan melakukan dosa. Begitupula, bersihnya hati dikarenakan 2 perkara, yaitu: Istighfar dan dzikir. Karena itu, saat kebanyakan waktu yang dilalui seseorang adalah lalai mengingat Allah maka kotoran dalam hati akan menumpuk. Dalam keadaan ini, ia akan sulit membedakan perkara haq dan bathil, sehingga pada akhirnya ia tidak bisa menerima kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Hal ini merupakan hukuman hati yang terberat.

Baca juga: Istighfar Memudahkan Rezeki

Adapun faktor utama dari hukuman ini adalah lalai dzikir Allah, dan mengikuti hawa nafsu. Allah SWT berfirman:11

Ayat jangan mengikuti orang yang lalai
Terjemah ayat orang yang lalai berdzikir

Tata cara dzikir

Secara garis besar dalam berdzikir ada 2 metode yang bisa diterapkan.

  1. Dzikir yang hanya diucapkan lisan tanpa dibathin dalam hati

Dzikir semacam ini sedikit sekali manfaat dan sangat lemah efek yang didapat dari khasiat dzikir, seperti tenteramnya hati. Namun bukan berarti dzikir semacam ini buruk. Karena dzikirnya lisan yang disertai lalainya hati lebih baik daripada tidak berdzikir sama sekali.

Imam Abdullah bin Alwi al Haddad dalam kitabnya Nashaich ad Diniyah menuturkan: “Suatu ketika ada yang mengadu kepada salah satu ahli makrifat terkait hatinya yang tidak bisa hudlur saat dzikir. Beliau pun menjawab: Berbahagialah! Dan pujilah Allah karena telah memberimu anugerah memiliki satu organ tubuh (lisan) yang menyebut-Nya.”

  1. Dzikir dengan hati

Maksud dari dzikir hati adalah bacaan yang diucapkan lisan divisualkan serta digerakkan oleh hati, sebagai misal saat lisan mengucapkan bacaan “Laa Ilaaha Illalloh” hati juga mengikuti bacaan tersebut. Namun, ada juga yang mengartikan bahwa dzikirnya hati adalah menghadirkan makna dari bacaan dzikir yang dirapalkan lisan.

  1. نصائح الدينية ٣٩
  2. حقائق عن التصوف
  3. الدر المنثور
  4. الدر المنثور
  5. أخرجه مسلم: كتاب صلاة المسافرين وقصرها، باب استحباب صلاة النافلة في بيته وجوازها في المسجد
  6. اخرجه البخاري في صحيحه في كتاب الدعوات
  7. أخرجه الترمذي في كتاب الدعوات وحسنه
  8. الترغيب والترهيب
  9. حقائق عن التصوف اقوال العلماء بالله في فضل الذكر
  10. حقائق عن التصوف اقوال العلماء بالله في فضل الذكر
  11. حقائق عن التصوف اقوال العلماء بالله في فضل الذكر

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related