7 Fakta Unik Hanbok yang tidak Dimiliki Pakaian Tradisional Lain

Berbeda dengan Indonesia, yang mempunyai bermacam ragam busana tradisional dari tiap propinsi, Hanbok merupakan satu-satunya pakaian tradisional di negeri Korea yang eksis hingga sekarang.

Menyebut baju Hanbok akan mengingatkan kita tentang gaun panjang dengan corak penuh warna yang dikenakan oleh aktris Korea semacam, Jang Geum di drama korea Jewel of the Palace, Hae Soo di drama Scarlet Heart: Ryeo, serta Wol Ju di drama Mystic Pop Up Bar.

Namun, mengerti kah kamu kalau istilah Hanbok sesungguhnya tidak cuma diperuntukan buat gaun panjang yang dikenakan oleh perempuan Korea era dahulu, tetapi pula buat busana yang dikenakan oleh laki- laki pada waktu itu. Dikutip dari Vogue serta National Clothing, inilah 7 kenyataan tentang Hanbok!

 1. Telah eksis semenjak 18 B. C

Hanbok telah terdapat semenjak masa 3 kerajaan Korea yang populer ialah Kerajaan Baekje, Kerajaan Goguryeo, serta Kerajaan Silla. Gaya Hanbok di masa Kerajaan Silla dipengaruhi oleh fesyen dari Tiongkok, dimana busana Hanbok laki- laki berbentuk jaket panjang yang menutupi celana panjang.

transisi hanbok

Sementara busana Hanbok buat perempuan memakai jaket panjang yang menutupi hampir seluruh rok bagian bawah.

2. Bagian dari Hanbok

Hanbok terdiri dari 2 bagian elemen yakni bagian atas yang kerap dinamakan jeogori serta elemen bagian bawah buat kalangan laki- laki berbentuk celana baggy yang dinamakan baji, serta buat kalangan perempuan berbentuk rok panjang yang dinamakan chima.

bagian hanbok

Di bagian jeogori buat Hanbok perempuan dilengkapi dengan 2 tali yang setelah itu diikatkan sebagai pita. Tali ini dinamakan goreum. Baik laki- laki ataupun perempuan memakai sepatu yang dibuat dari kain sutra, sepatu ini dinamakan kkotsin.

3. Kaitan warna Hanbok dengan status sosial

Korean Cultural Centre mengatakan kalau warna ungu violet pada hanbok menunjukkkan pemakainya adalah raja terutama sewaktu zaman kerajaan Baekje masih berkuasa. Juga hanbok dengan warna ini kerap dipakai oleh bangsawan.

7 Fakta Unik Hanbok yang tidak Dimiliki Pakaian Tradisional Lain

Sedangkan perempuan dengan status sosial menengah atas menggunakan Hanbok dengan corak warna terang serta vibrant, selain itu buat mereka yang melahirkan anak laki-laki menggunakan jeogori berwarna biru navy. Sementara perempuan yang belum menikah menggunakan Hanbok dengan warna kuning.

4. Arti warna dan corak Hanbok

Warna ataupun motif dari Hanbok melukiskan harapan dari pemakainya. Hanbok dengan corak merah yang biasa dikenakan oleh pengantin, dengan motif bunga Peoni mempunyai simbol kekayaan serta kebanggaan.

Arti warna dan corak Hanbok

Arti warna dan corak Hanbok

Sedangkan Hanbok merah dengan motif buah delima menggambarkan kesuburan. Sedangkan motif naga serta burung fenik kerap dikenakan oleh kalangan bangsawan serta mereka yang mempunyai kuasa di pemerintahan.

5. Keistimewaan Hanbok yang tidak dipunyai pakaian tradisional lain

Keunikan utama Hanbok merupakan wujudnya yang menyamai lonceng yakni ramping di bagian atas serta melebar di bagian bawahnya.

5. Keistimewaan Hanbok yang tidak dipunyai pakaian tradisional lain

source: Pixabay

Desainnya yang melebar serta terkesan flowing dikala pemakainya berjalan membuat totalitas dari gaya Hanbok itu sendiri nampak menawan serta khas dibanding dengan baju- baju tradisional negeri lain.

6. Presiden Park Geun Hye mengkampanyekan Hanbok ke segala penjuru dunia

Presiden Park Geun- Hye mempunyai andil besar dalam megenalkan busana Hanbok baik di dalam ataupun di luar negara. Lewat wawancaranya dengan Korea. net di tahun 2014, dirinya mengatakan kalau dirinya tidak pernah bosan dalam mempromosikan kecantikan kebudayaan Korea serta Hanbok dikala melaksanakan kunjungan di luar negara.

Presiden Park Geun Hye mengkampanyekan Hanbok ke segala penjuru dunia

Dia juga berupaya biar mereka yang bekerja di industri Hanbok, jadi lebih aktif dalam meningkatkan Hanbok.

7. Hanbok di zaman modern

Penduduk Korea saat ini hanya memakai Hanbok buat menghadiri kegiatan formal misalnya semacam, perkawinan, serta dol yaitu ulang tahun pertama anak\. Pemakaian busana Hanbok yang awalnya digunakan tiap hari, sempat vakum setelah penjajahan Jepang atas Korea di tahun 1910- 1945.

hanbok modern

Berangsur setelahnya budaya barat mulai pengaruhi tren fesyen Korea. Namun Hanbok masih dikenakan, tetapi oleh mayoritas kalangan perempuan.

Dikutip dari Vogue, tren pemakaian Hanbok jadi populer di tahun 2014 sehabis adanya acara bertema Hanbok di kampus- kampus yang diadakan oleh para mahasiswi. Salah satu contoh model kontemporer Hanbok yang dikenakan oleh mahasiswi- mahasiswi ini merupakan atasan dengan gaya wrapped dengan kombinasi rok pendek.

via IDNTimes

0 Komentar

Penulis: Anjumi Baasyaiban

Kategori

Related Articles

Related