Hal Hal Yang Membatalkan Wudhu

Apa saja yang membatalkan wudhu?

Wudhu merupakan sebuah syarat yang harus dilakukan ketika seseorang akan melakukan sholat, tanpa wudhu sholat seseorang dihukumi tidak sah, bahkan haram jika memang dilakukan dengan kesengajaan. Karena tergolong mempermainkan ibadah.

Meskipun wudhu merupakan sebuah keharusan saat akan sholat, namun ada kondisi-kondisi tertentu yang memperbolehkan seseorang sholat dengan tanpa wudhu terlebih dulu.

Sebelum membahas hal-hal yang membatalkan wudhu, ada baiknya membaca terlebih dulu “Cara Wudhu & Doa setelah wudhu,” agar bisa lebih memahami topik pembahasan yang membatalkan wudhu.

Apa saja yang membatalkan wudhu?

Hal-hal yang membatalkan wudhu biasa juga diistilahkan dalam kitab fikih sebagai perkara yang menyebabkan hadats. Perkara yang membatalkan wudhu ada 4, yaitu:

  1. Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur

Meyakinkan keluarnya sesuatu dari dubur atau qubulnya orang yang telah bersuci yang masih hidup, baik berupa benda cair atau benda padat, atau hanya berupa angin bisa membatalkan wudhu.

Adapun wudhunya mayit yang telah disucikan tidak perlu diulang jika mayit mengeluarkan kotoran dari qubul atau duburnya. Hanya saja wajib menghilangkan najisnya serta mensucikan tempat yang terkena najis. 1

  1. Hilang akal

Hilangnya akal kesadaran, baik disebabkan gila, pingsan, atau penyakit ayan juga bisa membatalkan wudhu. Begitu juga hilangnya kesadaran yang disebabkan tidur dengan tanpa menetapkan pantat pada bumi. Namun jika tidurnya dengan menetapkan pantat sebagaimana tidur dalam keadaan bersila maka tidak batal.

Dalil tidur membatalkan wudhu beserta artinya
Dalil tidur membatalkan wudhu

Sedangkan tidur dengan menetapkan pantat tidak membatalkan, berdasarkan hadits:

 عن أنس – رضي الله عنه – قال: أقيمت الصلاة والنبي – صلى الله عليه وسلم – يناجى رجلاً، فلم يزل يناجيه حتى نام أصحابه، ثم جاء فصلى بهم

2

“Dari Anas RA, beliau berkata: ٍSuatu ketika sholat akan didirikan dan Nabi SAW berbisik pada salah satu sahabat, sehingga sahabat yang lain tertidur, kemudian Nabi datang dan melakukan sholat berjamaah bersama mereka.”

  1. Memegang farji (kemaluan) atau lubang dubur

Memegang farji atau lubang dubur manusia dengan menggunakan telapak tangan bisa membatalkan wudhu, baik yang dipegang sudah meninggal atau masih hidup. Adapun memegang bulu kemaluan atau kemaluan serta lubang dubur binatang maka tidak membatalkan wudhu.

Hal ini berdasarkan hadits:

 من مس فرجه وفي رواية: من مس ذكرا فليتوضأ

3

“Barangsiapa memegang farjinya/dzakarnya maka lakukanlah wudhu.”

  1. Bersentuhan antara kulit lelaki dan wanita

Sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram bisa membatalkan wudhu. Yang dimaksud kulit di sini adalah bagian tubuh yang bukan rambut, kuku, gigi ataupun tulang. 4

Batalnya persentuhan kulit lelaki dan wanita yang bukan mahram adalah ayat:

Dalil bersentuhan kulit membatalkan wudhu

Adapun pengertian dan batasan mahram adalah wanita atau lelaki yang selamanya haram dinikah. Karenanya jika kemahraman (haramnya nikah) bersifat sementara, seperti saudara atau bibi dari istri maka bersentuhan kulit dengan mereka tetap membatalkan wudhu. Hal ini dikarenakan, meski mereka saat itu haram dinikah, namun keharaman ini tidaklah permanen, dan seandainya istrinya ditalak atau telah meninggal maka ia boleh memperistri saudari atau bibi mantan istrinya.

Yang haram dilakukan saat hadats atau wudhunya batal

Saat seseorang hadats kecil atau wudhunya batal maka haram baginya melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Sholat (Baca: Bacaan tata cara sholat fardhu.)

Baik sholat fardhu atau sholat sunnah haram dilakukan orang yang memiliki hadats kecil. Hal ini berdasarkan ayat

Keharaman sholat dalam keadaan hadats
Arti dalil Al Quran yang mengharuskan wudhu sebelum sholat

Dan juga hadits:

وقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ 

5

“Allah SWT tidak menerima shalat salah satu diantara kalian jika ia masih dalam keadaan memiliki hadats, sampai ia melakukan wudhu.”

  1. Thowaf

Thowaf mengelilingi Ka’bah harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadats kecil karena thowaf sama seperti sholat. Dalilnya adalah sabda Nabi SAW:

 الطواف حول البيت مثل الصلاة، إلا أنكم تتكلمون فيه، فمن تكلم فيه فلا يتكلمن إلا بخير.

6

“Thowaf mengelilingi Ka’bah sama halnya sholat, hanya saja kalian boleh berbicara saat thowaf. Karenanya, siapapun yang berbicara dalam thowafnya hendaknya janganlah berbicara kecuali dengan ucapan yang baik.”

  1. Memegang dan membawa mushaf

Keharaman memegang mushaf saat dalam keadaan hadats berdasarkan firman Allah SWT:

Dalil keharaman memegang mushaf saat dalam keadaan hadats
Arti dalil keharaman memegang mushaf saat dalam keadaan hadats

Dan juga hadits:

 لا يمس القرآن إلا طاهر 

7

“Tidak diperbolehkan memegang mushaf kecuali orang yang suci.”

Sedangkan keharaman membawa mushaf dalam keadaan hadats adalah dengan mengqiyaskannya kepada memegang mushaf dalam keadaan hadats.

والله اعلم بالصواب

Refrensi:

  1. إعانة الطالبين ج١ ص ٧٤ دار الفكر
  2. صحيح مسلم ٣٧٦
  3. الترمذي رقم: ٨٢ النسائي رقم ٤٤٤ أبو داود رقم: ١٨١ ابن ماجة رقم: ٤٧٩ مسند أحمد رقم ٢٦٧٤٩ موطأ مالك رقم: ٩١ الدارمي رقم: ٧
  4. فتح المعين
  5. رواه البخاري: ١٣٥، ومسلم: ٢٢٥
  6. رواه الترمذي: ٩٦٠، والحاكم: ١/ ٤٥٩، وصححه
  7. رواه الدارقطني: ١/ ٤٥٩

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related