Hal yang Makruh Dilakukan Dalam Sholat, dan Macam-Macamnya

Hal yang Makruh Dilakukan Dalam Sholat, dan Macam-Macamnya

Pada dasarnya, apapun yang tidak sesuai dengan kesunnatan dalam sholat merupakan hal yang masuk dalam kategori makruh dalam sholat. Sebagai contoh, meninggalkan takbir intiqol dalam sholat merupakan sebuah kemakruhan, karena melakukannya adalah sunnah.

Namun dalam topik kali ini kami akan membahas tentang kemakruhan yang secara khusus disunnahkan untuk tidak dilakukan.

Sebelumnya, untuk mengetahui apa saja kesunnatan dalam sholat bisa baca “Macam-macam sunnah sholat.”

Pengertian makruh

Makruh adalah perilaku yang yang jika ditinggalkan karena Alloh SWT maka mendapat pahala, tetapi jika dilakukan tidak mendapatkan ancaman siksa.

Macam-macam perilaku makruh dalam sholat

  1. Memalingkan muka

Memalingkan muka atau menoleh saat sholat bukanlah hal yang membatalkan meski sampai mengakibatkan wajah tidak menghadap kiblat. Lain halnya jika memalingkan dada dari arah kiblat, maka bisa membatalkan sholat. (baca “macam-macam yang membatalkan sholat“.)

Dasar makruhnya sholat dengan menengokkan wajah, sebagaimana yang tertulis dalam Fiqh Manhaji I/160 penjelasan Nabi SAW mengenai memalingkan wajah saat sholat “ia merupakan penjambretan syetan yang dilakukan syetan pada sholatnya seseorang.”

وقد بين النبي – صلى الله عليه وسلم – أن الالتفات إنما: ” هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العيد”. روى ذلك البخاري

الفقه المنهجي

Selain alasan di atas, menoleh saat sholat bisa menafikan khusyuk yang seharusnya dilakukan saat sholat.

Makruhnya memalingkan muka berlaku jika memang tidak ada keperluan, jika dibutuhkan untuk menoleh maka tidak makruh. Dalil masalah ini adalah hadits yang diriwayatkan Imam Abi Daud:

عن سهل بن الحنظلية قال: ثوب بالصلاة – يعني صلاة الصبح- فجعل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يصلي وهو يلتفت إلى الشعب، قال أبو داود: وكان أرسل فارساً إلى الشعب من الليل يحرس.

الفقه المنهجي

“Dari Sahl bin Handholiyah beliau berkata: … Sholat shubuh di qomati kemudian Rosul SAW melakukannya, di tengah sholat beliau menoleh ke arah lereng.”

Imam Abi Daud menjelaskan, sebelumnya, pada malam itu Rosul SAW mengirim pasukan berkuda untuk menjaga lereng.

  1. Melihat ke atas langit

Kemakruhan melihat ke atas saat sholat berdarkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim

وروى البخاري (717)، عن أنس – رضي الله عنه -: أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: “ما بال أقوام يرفعون أبصارهم إلى السماء في صلاتهم؟ ثم قال: لينتهن عن ذلك أو لتخطفن أبصارهم” وروى مسلم مثله

الفقه المنهجي

“Dari Anas RA, Rosululloh SAW bersabda: Apa yang membuat orang-orang melihat ke atas dalam sholatnya?. Kemudian beliau bersabda lagi: Hendaknya merka menghentikan perbuatan itu, atau mata mereka akan tersambar.”

  1. Melipat (mengangkat) pakaian dan menahan rambut

Tujuan dari membiarkan pakaian secara apa adanya, dan tidak menahan rambut di balik surban atau kopyah adalah agar keduanya bersama musholli saat sujud. Dalil dari hal ini adalah:

لحديث «أمرت أن أسجد على سبعة أعظم ولا أكف ثوبا ولا شعرا» رواه الشيخان، واللفظ لمسلم.

مغني المحتاج

“Aku diperintah untuk sujud menggunakan 7 anggota, dan aku tidak menahan pakaian ataupun rambut.”

  1. Sholat di hadapan makanan yang diinginkan

Hal ini makruh karena berpotensi menghilangkan kekhusyukan. Dalilnya adalah:

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: “إذا وضع عشاء أحدكم وأقيمت الصلاة، فابدؤوا بالعشاء ولا يعجل حتى يفرغ منه

الفقه المنهجي

“Jika makan malam kalian telah dihidangkan sementara sholat sedang didirikan, maka dahulukan menyantap makan malam jangan tergesa-gesa sampai kalian menyelesaikan makan.”

  1. Menahan kencing , berak, dan kantuk

Hal ini makruh sebab mengakibatkan tidak bisa menunaikan hak-hak sholat seperti khusyu’ dan khudhur. Dalilnya adalah:

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: “لا صلاة بحضرة طعام، ولا هو يدافعه الأخبثان”. أي البول والغائط

الفقه المنهجي

“Tidak ada sholat saat makanan disajkan, dan juga saat seseoran menahan kencing dan buang air besar.”

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لَعَلَّهُ يَذْهَبُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ. رواه مسلم.

“Jika salah satu dari kalian mengantuk dalam (akan) sholat, maka tinggalkan dulu sholat dan tidurlah sampai hilang rasa kantuknya. Karena sesungguhnya jika dia sholat sementara dia mengantuk, maka barangkali dia (menghendaki) beristighfar padahal dia memaki dirinya sendiri.”

  1. Sholat di tempat-tempat berikut
    1. Pemandian
    2. Jalan (yang ramai orang lewat)
    3. Pasar
    4. Kuburan
    5. Gereja
    6. Tempat pembuangan sampah
    7. Tempat penyembelihan
    8. Kandang binatang
    9.  pemberhentian onta

Sholat di tempat-tempat yang telah disebut bisa menghilangkan kekhusyukan dan juga berpotensi terdapatnya najis.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi:

روى الترمذي ، أن النبي – صلى الله عليه وسلم – نهى عن الصلاة في المزبلة والمجزرة والمقبرة، وقارعة الطريق، وفي الحمَّام، وفي معاطن الإِبل، وفوق ظهر البيت

الفقه المنهجي

Bahwasannya Nabi saw. melarang shalat di tempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan, kuburan, di tengah jalan (sekira banyak orang lewat), pemandian, kandang unta, dan di atas ka’bah. (HR. At-Tirmidzi).

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related