Hukum Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

Di hari-hari seperti ini, seringkali kami mendapatkan pertanyaan bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang?

Menghadapi masalah tahunan seperti ini alangkah lebih baik jika kami sampaikan pendapat 4 ulama madzhab dalam menyikapi permasalahan zakat fitrah dengan uang.

Pendapat Ulama Madzhab Dalam Menyikapi Zakat Fitrah Dengan Uang

Berikut ini pendapat 4 madzhab terkait zakat fitrah dengan uang sebagaimana dikutip dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuh karya DR Wahbah az Zuhaily:

دفع القيمة عندهم: يجوز عند الحنفية أن يعطي عن جميع ذلك القيمة دراهم أو دنانير أو فلوساً أو عروضاً أو ما شاء؛ لأن الواجب في الحقيقة إغناء الفقير، لقوله صلّى الله عليه وسلم: (( أغنوهم عن المسألة في مثل هذا اليوم )) والإغناء يحصل بالقيمة، بل أتم وأوفر وأيسر؛ لأنها أقرب إلى دفع الحاجة، فيتبين أن النص معلل بالإغناء.

الفقه الاسلامي وادلته للزحيلي

Zakat fitrah dengan uang menurut ulama madzhab Hanafi diperbolehkan, baik berupa dirham, dinar atau mata uang yang lain.


Karena hakikat kewajiban dalam membayar zakat fitrah adalah mencukupi orang fakir agar tidak mengemis atau meminta-minta di hari yang fitri.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
أغنوهم عن المسألة في مثل هذا اليوم
Artinya: Cukupilah orang-orang fakir di hari seperti hari ini (hari raya)

Mencukupi mereka bisa juga direalisasikan dengan sejumlah uang. Bahkan mencukupi mereka dengan uang dianggap lebih sempurna dan efektif dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Dari sini bisa diketahui bahwa dalam hadits tersebut, mencukupi orang kafir adalah sebuah alasan dari zakat fitrah.

Sementara pendapat mayoritas ulama salaf adalah:

دفع القيمة عندهم: لا يجزئ عند الجمهور إخراج القيمة عن هذه الأصناف، فمن أعطى القيمة لم تجزئه، لقول ابن عمر: (( فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلم صدقة الفطر صاعاً من تمر، وصاعاً من شعير )) فإذا عدل عن ذلك فقد ترك المفروض.

الفقه الاسلامي وأدلته للزحيلي

Hukum membayar zakat fitrah dengan uang menurut Malikiyah, Syafiiyah, Hanbaliyah: Menurut mayoritas ulama tidaklah mencukupi zakat fitrah dengan uang yang diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.

Dengan demikian barangsiapa menunaikan zakat fitrah dengan uang maka tidak mencukupi dan belum menggugurkan kewajiban.

Hal ini berdasarkan atsar Ibnu Umar radliyallohu anhuma:

فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلم صدقة الفطر صاعاً من تمر، وصاعاً من شعير

Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah berupa satu sha’ kurma, satu sha’ gandum.

Karena itu, jika beralih dari yang telah ditentukan Nabi ﷺ maka dia telah meninggalkan perkara yang telah difardhukan, sehingga belum mencukupi dalam membayar zakat fitrah.

Kesimpulan

Terdapat dua pendapat terkait hukum zakat fitrah dengan uang.

  • Ulama Hanafiyah memperbolehkan
  • Mayoritas ulama madzhab tidak memperbolehkan mengganti zakat fitrah dengan uang

Dan, jika kita berniat mengikuti pendapat ulama Hanafiyah yang memperbolehkan mengganti zakat fitrah dengan uang tentu dalam masalah lain yang terkait zakat fitrah juga harus mengikuti mereka.

Hal ini agar terhindar dari keharaman talfiq (mencampur adukkan madzhab dengan tujuan mencari keringanan)

Dengan demikian cara zakat fitrah dengan uang yang merujuk pada madzhab Hanafi yaitu dengan cara penghitungan kadar 1 sha’ juga harus sama dengan metode penghitungan ulama Hanafiyah, yaitu 3,8 kg yang nantinya dikonversikan ke nilai Rupiah atau mata uang yang lain.

والله اعلم بالصواب