Hukum Membunyikan Jari Dalam Sholat

Hukum membunyikan jari dalam islam

Hukum Membunyikan Jari Dalam Sholat – Meretakkan buku-buku jari jari atau sendi-sendi jari saat terasa pegal-pegal terkadang terasa sangat melegakan, bahkan bisa menjadikan seseorang menjadi kecanduan. Namun, jika ditinjau dari segi kesehatan. banyak para dokter yang tidak menganjurkan kita membunyikan buku jemari terlalu sering karena menurut beberapa penelitian, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan cedera. Dulu ada dugaan meretakkan buku jari sampai berbunyi bisa menyebabkan arthritis, meski anggapan tersebut belakangan ini terbantahkan.1

Karena kebiasaan meretakkan buku jari sering membuat kita merasa puas dan lega, tanpa disadari kita pun sering melakukannya di saat sholat, baik saat sholat sendirian atau ketika sholat berjamaah. Demikian itu tentu membuat kita menyesal saat menyadarinya di dalam sholat sehingga mengganggu kekhusyukan akibat keraguan dan rasa penasaran yang muncul, apakah perbuatan semacam ini membatalkan sholat atau tidak.

Hukum membunyikan jari dalam sholat

Hukum membunyikan jari-jemari dalam sholat adalah makruh karena dalam sholat dianjurkan untuk selalu khusyuk dan tenang, sementara membunyikan jari-jari sampai berbunyi “krek” termasuk perbuatan yang tidak ada kaitannya dengan sholat dan termasuk perbuatan yang tidak diketahui secara pasti manfaatnya (Abats).

Baca juga: Makruh dalam sholat & Tata cara sholat

Kemakruhan ini juga berlaku saat menunggu pelaksanaan sholat, dan juga ketika thowaf karena adabiyah thowaf hendaknya seseorang tenang tidak berbicara yang tidak berfaedah serta merasa bahwa ia sedang menghadap Rabbnya meski tidak melihat-Nya.

Dalam al-Majmuk karya Imam Nawawi RA, beliau menuturkan:

فَرْعٌ يُكْرَهُ أَنْ يُشَبِّكَ أَصَابِعَهُ أَوْ يُفَرْقِعَ بِهَا كَمَا يُكْرَهُ ذَلِكَ فِي الصَّلَاة2

Artinya: “Dimakruhkan ketika thowaf menjalin jari-jemari (tasybik) dan juga membunyikan jari-jari (cracking knuckles) sebagaimana kemakruhan kedua hal tersebut dalam sholat.”

Imam Ibnu Hajar al-Haitamy juga berpendapat sama dalam kitabnya al-Minhajul Qowim:

ويكره في الطواف الأكل والشرب ووضع اليد في فيه بلا حاجة، وأن يشبك أصابعه أو يفرقعها وأن يطوف بما يشغله كالحقن3

Artinya: “Dimakruhkan saat thowaf yaitu makan, minum, menaruh tangan di mulut tanpa adanya hajat, menjalin jari-jari (tasybik) atau meretakkan buku-buku jari sampai berbunyi, dan juga makruh thowaf dalam keadaan yang bisa membuat tidak fokus sebagaimana saat dalam kondisi menahan kencing atau berak.”

  1. hellosehat.com
  2.  المجموع شرح المهذب
  3. المنهاج القويم

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related