Hukum Menikahi Sepupu Sendiri Dalam Islam

Hukum Menikahi Sepupu Sendiri Dalam Islam

Pertanyaan seputar bagaimana hukum menikahi sepupu sendiri menurut Islam mulai banyak muncul pasca lebaran 2022 ini. Bagaimana bisa?

Hal ini, umumnya terjadi ketika kerabat-kerabat atau keluarga besar saling bersilaturahmi. Mungkin banyak anggota keluarga yang jarang bertemu dan baru mengenal pertama kali saat mudik dan menghadiri acara temu keluarga itu.

Mereka pun mulai menyadari ternyata sepupunya sendiri terlihat cantik, tampan atau memiliki kepribadian yang menarik. Lalu akhirnya, muncul rasa simpati, cinta hingga memutuskan menjalin hubungan dan berniat untuk menikah.

Apa itu Sepupu?

Sepupu adalah sebutan kita untuk saudara tunggal nenek atau kakek, baik dari pihak bapak maupun ibu. Dengan kata lain, saudara sepupu adalah anak dari saudara ayah, atau saudara ibu.

Dalam adat jawa, anak dari adik ayah atau ibu disebut adik sepupu. Sementara kakak sepupu adalah anak dari kakak ayah atau ibu.

Menariknya, dalam bahasa Arab, ada perbedaan penyebutan sepupu laki-laki dan wanita. Juga perbedaan istilah untuk sebutan anak dari saudara perempuan atau saudara laki ayah. Begitu juga dengan anak dari saudara ibu.

Dalam bahasa Arab, sebutan untuk anak lelaki dari paman (saudara laki ayah) adalah Ibnu al-`Amm (ابن العم), jika cewek maka disebut Bint al-`Amm (بنت العم). Sedangkan anak dari bibi (saudara perempuan ayah) dipanggil Ibnu al-`Ammah (ابن العمة) jika lelaki, dan Bintu al-`Ammah (بنت العمة) jika wanita.

Adapun saudara sepupu dari ibu biasa disebut Ibnu Khâl (ابن الخال), Bintu al-`Khâl (بنت الخال) jika mereka anak dari saudara laki ibu. Jika anak dari saudara wanita ibu, maka pelafalan Khâl diganti Khâlah (خالة)

Jika sudah memahami siapa dan apa arti sepupu, maka kita akan lanjutkan penjelasan arti mahram nikah hingga nanti bisa mengambil kesimpulan apakah boleh menikah dengan sepupu.

Apa itu Mahram?

Mahram nikah adalah seseorang yang haram kita nikahi disebabkan adanya hubungan nasab (hubungan darah), hubungan pernikahan, dan hubungan persusuan.

Namun, karena di postingan kali ini kita membahas tentang bagaimana hukum menikahi sepupu sendiri maka sudah sepantasnya jika kami jelaskan tentang hukum wanita yang tidak boleh dinikahi dari segi nasab saja, agar penjelasannya tidak terlalu panjang.

Dalam kitab Fathul Muin dijelaskan tentang keharaman menikahi wanita senasab atau yang biasa kita kenal dengan Perkawinan Sedarah. Dalam hal ini wanita yang tidak boleh dinikahi adalah:

  1. Ibu

Yang dimaksud dengan Ibu dalam mahram nikah adalah wanita yang telah melahirkan kita, atau melahirkan orang tua kita, nenek dari ayah atau ibu.

Dengan demikian ibu asuh atau orangtua adopsi bukanlah mahram. Dan orang tua nenek dan seterusnya adalah mahram nikah.

  1. Anak perempuan

Anak perempuan, anak-anak mereka hingga seluruh keturunannya yang biasa disebut dengan cucu juga termasuk wanita yang haram dinikahi. Hal ini juga berlaku untuk cucu wanita dari anak lelaki.

  1. Saudara perempuan

Baik saudara seayah, seibu, atau saudara kandung.

  1. Bibi dari ayah

Bibi dari ayah, yang haram dinikahi adalah saudara perempuan ayah. Baik seayah, seibu, atau kandung. Begitu juga, bibinya ayah termasuk perempuan yang haram dinikahi.

  1. Bibi dari ibu

Bibi dari ibu, yang haram dinikahi adalah saudara perempuan ibu. Baik seayah, seibu, atau kandung. Begitu juga, bibinya ibu termasuk perempuan yang haram dinikahi.

  1. Keponakan

Keponakan adalah sebutan untuk anak dari saudara kita. Baik saudara laki-laki atau wanita, seibu, seayah maupun kandung.

Apa yang dijelaskan Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Muin tersebut berdasarkan ayat ke-23 dari Surat an-Nisa:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُخْتِ

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.. [An Nisa: 23]

Kesimpulan Hukum Menikahi Sepupu

Dari penjelasan mengenai mahram nikah sebab kerabat di atas bisa disimpulkan bahwa sepupu bukanlah wanita yang haram dinikahi karena keturunan. Namun jika sepupu tersebut menjadi saudara sepersusuan maka hukum menikahi sepupu yang seperti ini adalah haram, karena termasuk wanita yang haram dinikahi untuk selama lamanya karena sebab sepersusuan.

Meskipun demikian, banyak para ulama yang lebih menganjurkan untuk menikahi kerabat jauh daripada menikahi sepupu sendiri. Karena ditinjau dari sisi medis, menikahi sepupu sendiri dapat menyebabkan anaknya kurus disebabkan kurangnya syahwat dalam menikahi kerabat dekat.

Terkait hal ini, Imam Zainuddin al Malibary menuturkan dalam Fathul Muin, bahwa penjelasan ulama tersebut sama sekali tidak menyalahi dengan apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ. Karena Nabi Muhammad menikahi sepupunya sendiri, Zainab binti Jahsyin radliyallâhu `anhâ adalah untuk menjelaskan bahwa hukum menikahi sepupu diperbolehkan secara Islam.

Pertanyaan Terkait Hukum Menikahi Sepupu

Resiko menikah dengan sepupu?

Dalam Fathul Muin halaman 450, Maktabah Shamela dijelaskan:
وقرابة بعيدة عنه ممن في نسبه أولى من قرابة قريبة وأجنبية لضعف الشهوة في القريبة فيجئ الولد نحيفا

Kerabat jauh yang senasab lebih diutamakan dari kerabat dekat dan orang lain yang sama sekali tidak memiliki hubungan sanak famili. Karena kurangnya syahwat dalam menikahi kerabat dekat beresiko menjadikan anak yang dilahirkan kurus.

Apakah bisa menikah dengan sepupu sendiri?

Bisa, dan diperbolehkan dalam Islam. Nabi ﷺ menikahi sepupunya sendiri untuk menunjukkan hal ini diperbolehkan dalam Islam.

Apakah boleh menikahi anak perempuan paman dari ibu?

Sepupu, baik itu anak perempuan paman dari ibu atau dari ayah bukan termasuk mahram kita sehingga haram berkhalwat dengan mereka dan boleh menikahi mereka. Lebih detailnya lihat penjelasan di atas.

Apakah boleh menikah dengan keponakan sendiri?

Keponakan adalah sebutan untuk anak dari saudara kita, baik seibu, seayah atau kandung. Mereka termasuk mahram nikah yang haram dinikahi selamanya sebagaimana dalam ayat 23 Surat an Nisa.

والله أعلم

Tinggalkan Komentar
Posting Terbaru

Related Articles

Related