Hukum Memakai Parfum Untuk Sholat

Hukum parfum untuk sholat

Memakai parfum untuk sholat merupakan sebuah kesunnatan yang semestinya dilakukan setiap muslim yang akan menjalankan sholat. Hal ini merupakan sebuah praktek menghormati serta mengagungkan Allah saat bermunajat kepada-Nya, terutama saat melakukan sholat secara berjamaah. Karena selain mengagungkan Allah, juga menjaga perasaan para jamaah yang lain agar tidak terganggu dengan bau badan yang tak sedap. Karena alasan inilah Nabi ﷺ melarang seseorang yang telah memakan bawang atau makanan-makanan lain yang mengakibatkan bau mulut tak sedap untuk masuk masjid.

Pro Kontra Tentang Hukum Parfum untuk Sholat Beralkohol

Dari berbagai jenis parfum untuk tubuh, minyak wangi yang beredar di pasaran, banyak sekali yang mengandung alkohol. Bagaimanakah pendapat ulama fiqih mengenai pemakaian parfum beralkohol untuk sholat?

Tidak ada keterangan eksplisit dari nash al Quran, Sunnah, maupun fiqih klasik yang secara shorih (gamblang) tentang alkohol. Namun, saat kehadirannya sudah merebak, terjadi berbagai pandangan mengenai hukum alkohol. Sebagian ulama fiqih kontemporer mengklasifikasikan dalam kategori minuman yang memabukkan seperti halnya khamr.

Jika mengacu pada pendapat bahwa alkohol termasuk kategori muskir (perkara yang memabukkan) yang sifatnya cair, tentu status hukum alkohol adalah najis. Namun apabila penggunaan alkohol menjadi kebutuhan seperti campuran obat-obatan maupun pengencer bibit minyak wangi, maka hukumnya najis, namun masih ditolerir oleh syariat (Ma’fu). Sebagaimana penjelasan Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah1:

وَمِنْهَا الْمَائِعَاتُ النَّجَسَةُ الَّتِي تُضَافُ إِلَى الْأَدْوِيَّةِ وَالرَّوَائِحِ الْعَطَرِيَّةِ لِإِصْلَاحِهَا فَإِنَّهُ يُعْفَى عَنِ الْقَدْرِ الَّذِي بِهِ الْإِصْلَاحُ قِيَاسًا عَلَى الْأَنْفَحَةِ الْمَصْلَحَةِ لِلْجُبْنِ

“Termasuk bagian dari barang-barang najis yang ma’fu adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian pengharum dengan tujuan untuk memperbaikinya. Maka (keberadaan perkara najis) itu bisa ditolerir jika masih dalam batasan kadar yang dipakai untuk memperbaiki kualitasnya dengan diqiyaskan pada rennet2 yang digunakan untuk memperbaiki kualitas kelayakan keju”.

Dalam sudut pandang lain, Imam as Syarqowi menuturkan pendapatnya dalam kitab Hasyiyah as-Syarqowy ‘Ala at-Tahrir, mengenai khamr yang dilarutkan dalam obat-obatan.

وَاَمَّا لَوِ اسْتَهْلَكَتِ الْخَمْرَةُ فِي الدَّوَاءِ بِاَنْ لَمْ يَبْقَ لَهَا وَصْفٌ فَلَا يَحْرُمُ اسْتِعْمَالُهَا كَصَرْفِ بَاقِي النَّجَاسَاتِ هَذَا اِنْ عُرِفَ اَوْ اَخْبَرَهُ طَبِيْبٌ عَدْلٌ

“Dan adapun apabila wine/perasan anggur (khamr) dilarutkan di dalam obat sehingga tidak ditemukan lagi sifat asli yang dimiliki arak (khamr) tersebut, maka tidak haram menggunakannya, seperti najis lain yang murni. Hukum ini berlaku jika diketahui atau diberitakan oleh seorang dokter (pakar kimia) yang adil menurut syariat”.3

Dengan demikian, penggunaan alkohol dengan batas sebagaimana dituturkan, sebagai campuran berbagai produk medis seperti hand sanitizer, cairan anti septik dan produk kecantikan, seperti kosmetik atau minyak wangi diperbolehkan. Namun sebagai bentuk kehati-hatian (Ikhtiyat), alangkah baiknya untuk menghindari parfum beralkohol dan beralih menggunakan parfum non-alkohol atau minyak parfum yang khusus diperuntukkan sebagai minyak sholat yang jelas-jelas halal pemakaiannya, baik dalam penggunaan yang berkaitan dengan ibadah, semisal sholat atau menghadiri majelis dzikir, dan lain sebagainya. []waAllahu a’lam

Refrensi dan catatan kaki:

  1. الفقه على المذاهب الأربعة لعبد الرحمن الجزيري ج ١ ص ١٥
  2. Rennet adalah sekelompok enzim yang dihasilkan oleh lambung binatang menyusui untuk mencerna susu induknya. Rennet mengandung enzim proteolytic (protease) yang memisahkan susu menjadi bagian padat dan cair. Enzim aktif dalam rennet disebut rennin atau chymosin (EC 3.4.23.4), tetapi rennet juga mengandung beberapa enzim penting lain seperti pepsin atau lipase. Kegunaan rennet adalah untuk membuat keju dan junket. Wikipedia
  3. الشرقاوي على التحرير ج ٢ ص ٤٤٩
Posting Terbaru

Related Articles

Related

Enable referrer and click cookie to search for pro webber