Kajian Gus Baha – Tersiksa Karena Melihat Nikmat Orang Lain

Gus Baha Bahasa Indonesia

Kajian Gus Baha – Tersiksa Karena Melihat Nikmat Orang Lain – Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Yang bisa menjadikan saya dekat dengan Tuhan iyalah melakukan hal ini:

Ada waktu dimana kamu sendiri menikmati sesuatu yang halal

Ini penting dan saya pinta!
Siapapun yang suka sama saya tolong amalkan hal ini.

Amalan agar syetan tersiksa

Saya pernah baca hadist ini dari Ka’ab al-Ahbar: “Tidak ada sesuatu yang dapat menyiksa setan dan dapat menghancurkan punggungnya kecuali iya adalah orang mukmin yang berbahagia dengan hal/barang halal. Hal itulah yang membuat setan tersiksa!

Makanya benar kata Nabi Daud:
Masa ke empat iyalah dia membiarkan dirinya menikmati sesuatu yang halal. Misalkan seperti ini contoh yang paling mudah dipahami:

Kita tahu dikota itu banyak sekali club dugem. Dugem, perempuan yang mungkin membuka aurat dan sebagainya, itukan suatu kenikmatan duniawi yang sangat luar biasa!

Lantas dibalik kenikmatan tersebut, misalkan kamu adalah orang yang ada dipojok kota dan berprofesi jadi seorang sopir taxi bertemu teman seprofesi, atau seorang sopir becak bertemu teman seprofesi, kemudian kalian ngobrol santai.

Setelah itu kalian cerita melankolis teringat jaman dulu, kala Jogja dulu itu sepi sekali, ingat kampung halaman yang nyaman dan teduh. Meskipun itu hanya obrolan ngelantur, Tuhan itu sangat meridhoi hal tersebut, bagaimanapun itu dapat meninggalkan keharaman.

Makanya saya pinta kepada para Kyai untuk fatwa hal ini, agar ibadah tidak hanya tahajud saja! Misalkan sesama tukang becak ngobrol bareng di Lengkungan Krapyak (nama tempat disebuah kota). Saling bercerita nasib masing-masing

“Saya itu miskin mulai dari Bapak saya”

Yang satu: “Aku malah miskin dari kakek”
Pokoknya mereka berdua saling bersaing, dan tidak mau kalah!

“Beras tinggal 2 Kg”
“Punyaku malah tinggal 1 Kg!”.

Coba ketika sudah miskin malah Main judi!? Sudahlah jangan seperti itu! Asal tidak ngobrol keharaman itu sudah membuat Allah ridho, meskipun seperti orang ngalantur tadi yang saling cerita nasib masing-masing

“Menceritakan siapa yang paling lama miskinnya!”

Dengan hal itu Allah begitu ridho, karena menikmati sesuatu yang halal.

Menikmati halal merupakan ibadah

Setahu saya Mbah moen , guru saya suka sekali ngobrol bareng sambil bercanda, bapak juga suka bercanda hingga sampai jam 2 malam. Saya dulu janggal: “Kyai kok sukanya becanda?!”

Yang bisa melawan setan adalah orang shaleh yang menikmati suatu hal yang halal. Dan itu hal paling mudah bagi masyarakat.

Masyarakat malam-malam kamu suruh tahajud kayaknya sulit, lalu kamu suruh baca istighfar 10000 kali seperti para fatwa mursyid-mursyid. Berat! Mursyidnya sendiri kadang juga lupa ngamalkan!

Meskipun dia yang mengijazahi suruh istighfar 10000 kali mursyidnya sendiri kerjanya keluyuran saja! Memang bagus amalan tersebut, tapi masryarakat belum tentu ada yang mau.

Kajian Gus Baha, Menikmati barang halal.

Yang penting asal tidak haram, nikmati semua hal yang bersifat halal. Malah ada tipikal ulama yang seperti ini, dan ini ada di kajian kitab kuning (Ta’limul Muta’allim): Ada ulama tiap pagi pergi kerja, kerjanya itu cari batu besar digunung.

Ketika sedang mencari batu besar kemudian Mutholaah sambil teriak-teriak: “Mana Raja-raja itu, Apa nikmatnya menjadi seorang Raja itu?”
“Kenikmatan itu seperti saya ini,, ber Mutholaah tidak ada yang menggangu, tidak ada yang menagih hutang!”

Itu ngomong-ngomong sendiri diatas gunung, kemudian dia mencari batu yang paling besar.

“Mana kursi raja yang paling besar?”
“lebih besar kursi punyaku!”

Yang penting asal ngelantur sendiri gak jelas, saat itulah setan jengkel, karena dengan seperti itu dia tidak tamak dengan harta duniawi.

Kyai sekarang tidak seperti itu: “Enak mungkin kalau jadi Presiden, hidup ditanggung negara, mau masuk pintu ada yang bukain.” Dengan membayangkan itu justru hidupmu malah tersiksa!

Sekali-kali itu coba nikmati kopi selayaknya orang biasa, waktunya minum kopi tinggal ngopi, gak terikat aturan pemerintahan. Meskipun hanya seperti itu Allah sudah suka, yang penting menikmati sesuatu yang halal.

Ternyata enak jadi orang biasa, tidur sampai jam 10 gak ada masalah, misal seorang Bupati tidak mungkin jam 10 baru bangun. Mau tidur tinggal tidur saja, setengah 3 bangun ngopi lagi. Ketika ngopi inggat belum shalat dhuzur mekipun waktu mepet ok saja! Jadi seperti Anak yang lucu, inilah yang membuat setan jengkel sekali!

Makanya Ka’b al Ahbar berkata: tidak ada sesuatu yang membuat setan jengkel, kecuali orang mukmin yang menyukai sesuatu barang mubah yang halal.

Makanya jangan dibenci ketika ada tetangga suka begadang di pos ronda, anggap saja orang itu sudah bagus. Bagaimanapun mereka tidak melakukan dugem, atau pergi ke Club, anggap saja orang tersebut baik.

Meskipun di pos ronda mereka hanya saling cerita nasib, mengenang masalalu:
“Dulu desa sekarang tidak seramai hari ini!
“tidak banyak sepeda tapi sekarang sudah banyak”

Omongan yang tidak penting diomongin!
“terserah. lah!” Sesuka hatimulah yang penting meninggalkan barang haram.

Ridho Allah itu simpel

Saya itu sangat bersyukur sekali kepada Allah, ketika saya mengendong anak saya yang masih berumur 6 tahun itu saya menangis.

“Ya Allah begitu baiknya Engkau, saya mengendong anak ini suatu kesenangan, Engkau juga ridho karena saya melakukan hal yang halal”

Coba kita saling adil, jangan nuruti nafsu! Misalnya kamu memangku seorang perempuan cantik yang bukan mahrom, mungkin itu nikmat atas nama nafsu!

Tapi Allah juga membuat kenikmatan yang luar biasa, seseorang yang memangku anaknya itu sebuah kesenangan

Ini kita mbahas orang normal, ya?

Orang normal memangku anaknya 1 jam kira-kira kuat tidak?

Betah, dan itu kenikmatan yang luar biasa.

Kalau kenikmatan tersebut bisa mengantikan dengan kenikmatan memangku wanita bukan mahram tadi, kayak apa kesolehan kita?

Faham ya!

Gak usah kita berbuat: “Dari pada mangku perembuan lebih baik saya shalat tahajud”

Tampangmu bukan seperti itu!!
Terlalu berat jika melakukan itu!

Gak usah, terlalu tinggi
penganti maksiat langsung tahajud itu terlalu tinggi!

Setuju tidak?!
memang terlalu tinggi. maqommu belum sampai kesitu, penganti maksiat dengan tahajud terlalu tinggi!

Penganti maksiat itu mangku anak, main kepasar sama anak

Bisa juga lihat sinetron hantu, itu saja!

Malam-malam dari pada dugem lebih baik lihat sinetron hantu, sambil nyamain muka siapa yang paling mirip mukanya?! Dengan begitu Tuhan sangat ridho, karena diam di rumah. Setelah itu kecapekan makan mie kemudian tidur, gitu saja Tuhan sudah ridho.

Bagaimanapun berusaha tidak Dugem dengan cara: lihat TV, makan mie sampai kekenyangan, kemudian tidur. Bangun dengar Adzan Shubuh dengan begitu Tuhan sangat ridho, jadi malam itu kamu sukses meninggalkan maksiat.

Makanya setan nggoda saya itu kecewa sampai setannya kurus.

Saya memang pecinta barang halal, saya itu sangat suka seperti mengendong anak, bercanda

Ternyata setelah saya berumur itu jadi sadar, soalnya dulu itu jangal

Seperti Mbah Moen sering begadang sama santrinya dan saling gojlok

Saya itu masih ingat ketika Mbah moen tamunya belum banyak.

“Lapar Ha?”
“Bikin makanan yuk?”

Mbah Moen tahu kalau saya lagi males karena sudah malam,

“Bikin apa beli?”

“Beli saja, yai!”
“Oh,,Dasar!” Akhirnya beli kemudian dimakan bersama saya, sambil makan dan bahas macam-macam.

Dulu memang saya jangal kenapa pra kyai shaleh suka begadang sambil ngobrol. Ternyata, termasuk yang bisa mengalahkan setan adalah degan menikmati sesuatu yang halal. Karena setan, kan nunggu kamu ditempat maksiat, ternyata kamu malah begadang.

Ketika orang lain begadang dengan bahasan cara menjual narkoba, cara mendapatkan perempuan yang nakal.

Ketika orang lain begadang dengan cara yang haram, justru kamu begadang dengan cara yang halal.

“Seharusnya lebih baik Tahajud Gus?!”
memang seharusnya begitu tapi tampang-tampang seperti ini itu susah, diajak syariat langsung meloncat ke tahajud.

Faham ya!
tidak harus seperti itu, biasa saja.

Meskipun kalau bisa tetap dengan tahajud, dan tidak semua orang bisa tahajjud.

Tapi, maqommu belum seperti itu.

Jangan terlalu maksa jadi orang idealis malah seperti khawarij kamu!

Makanya masyhur Nabi SAW sampai bersabda:
“Sebaik-baiknya perempuan itu yang suka bermain dengan suaminya.”

Bayangkan jika disuatu malam kita asik bersama istri dan tidak asik dengan perempuan nakal, asik dengan teman baik, tidak asik dengan teman nakal. Betapa indahnya kita melewati malam seperti itu.

Saya pernah di Jakarta sudah 3 bulan lalu, punya teman itu seorang imam masjid dan dia sangat miskin. Tiap malam begadang di teras masjid kalau cerita itu selalu itu yang diceritakan:

“Jaman sudah rusak Gus?! Tapi Alhamdulillah kita tetap saja seperti ini!”

Ceritanya itu melulu!!

Malam kedua diulang cerita tersebut!

Dalam hati saya bilang: “Terserah kamu saja!”

Diulang-ulang terus

Lama-kelamaan capek tidur dibawah mic. Mending seperti itulah, daripada saya ajak tahajud takutnya malah ngambek malah repot!

Ada lagi ulama, ini malah lucu: Ada seorang ulama makan satu piring kemudian kenyang.

(Dikitab-kitab memang adac erita ini) Setelah kekenyangan dia bilang begini:

“Wahai anak dan istriku, ternyata makan satu piring saja sudah kenyang,”

Kata istrinya: “Sudah dari dulu kalau orang makan satu piring bisa kenyang!”

Maksud saya itu tidak harus mengumpulkan harta dengan cara korupsi, ternyata makan satu piring saja sudah kenyang. Kita butuh uang 1 milyar itu seperti kita sekali makan habis 1 kwintal sehingga kita butuh uang banyak dengan sekali makan kita menghabiskan 1 kwintal!

Kalau hanya sekali makan habis 1 piring sudah kenyang, kenapa harus bersusah payah mengumpulkan uang 1 milyar hingga berujung OTT itu ngapain!!

Jadi seorang ulama itu jika berpikir luar biasa, dengan hanya minum teh satu gelas saja sudah nikmat, ngapain harus minum dihotel segala. Cukup teh satu gelas saja sudah nikmat, bisa juga minum kopi yang harganya cuman 2000, minum kopi sambil ngerokok, rokoknya beli yang eceran, Itu sudah nikmat!

Tidak perlu liburan ke Singapura, seperti ini saja sudah OK!

Sambil nongkrong di warung pingiran. Jika kamu seperti itu, setan pada frustasi!

Tapi kamu tidak?!
sudah miskin banyak menghayal!

Udah miskin beli kopi di Mall sambil lihat cewek cantik-cantik lalu kamu bilang:
”TERNYATA YANG JELEK ISTRI SAYA!”

Udah miskin banyak ngelamun!

Kalau memang miskin itu beli kopi diwarung pingiran sambil dinikmati. Faham ya!

Jangan melihat kenikmatan orang


Saya kasih tahu kiat fakir untuk menjadi wali. Saya itu memang heran dengan para ulama itu, memang sangat pintar ulama itu, jadi dia itu makan, ketika sudah habis 1 piring kemudian bilang:

“Ternyata habis 1 piring sudah kenyang!”
“Ya sudah tahu Mas kalau habis sepiring kenyang!”

iya,,tapi kenapa kita harus,,

Kalau kita sekali makan habis 1 kwintal baru kita harusnya cari uang milyaran

Karena jika kamu makan 3 x sehari berarti menghabiskan 3 kwintal

“Kita tidak seperti itu, kan?!”
Satu hari normalnya berapa kilo gram?

Meskipun yang gendut habis berapa?

Kamu Mus, habis berapa?

Kadang orang khusuk makannya lebih banyak!

Yang dimakan itu butuh 3 piring, ngapain harus butuh uang milyaran?!
Sekarang kamu cuma minum teh saja sudah nikmat, kopi juga nikmat.

Kopi harganya berapa? 3000 sudah dapat kenikmatan yang wah!

Diwarung sambil makan nasi kucing Oh nikmatnya sudah kebangetan!! Kamu sangat menikmati itu. Coba bandingkan ketika kamu menikmati hal tersebut dengan orang yang liburan di Singapura, jika dibandingkan sebenarnya sama.

Tapi kamu itu tidak bersyukur!!
Kamu itu miskin malah ngopi di Mall, lalu melihat orang cantik-cantik, lalu menghayal:

“Kapan aku bisa seperti itu”

Lihat orang kaya: “kapan aku bisa naik mobil mewah?!”
MISKIN KEBANYAKAN MENGHAYAL!

Makanya kata Ibnu Hajar al-‘Asqalani:
orang mukmin yang sebenarnya cirinya adalah menikmati barang halal

Makanya disebut Halawah yang bermakna: Manis, jika kamu tahu sebenarnya melakukan hal halal itu sangat manis. Jika kamu bisa seperti itu setan jadi kecewa.

Kalian gak harus Tahajud!
Syukur-syukur mau tahajud dan tidak perlu kamu omongkan!

Kelamaan Kang, ngajari kamu langsung beribadah tahajud.

Tetangga saya itu kalau bertanya:
“Mudah, di ajari Gus baha itu jadi mudah”
Soalnya ada orang meninggal itu kerjaanya lihat TV

“Alhamdulillah orang ini meninggal secara baik”
Setahu saya memang perkerjaanya lihat TV.

Pertama orang pada bingung??

Misalkan orang ini kerjaanya ngedarin Narkoba, atau pernah jadi Presiden, kan jadi repot!

Kebanyakan Kyai, kan orang baik itu sering tahajud.
Sudah mending orang meninggal seperti itu tadi.

Orang biasa lihat Angling Darma, itu sudah mending.

Kata Anaknya: “Makasih Gus, saya dulu jangal lihat bapak itu suka lihat TV, tapi setelah anda kasih tahu ternyata itu sebuah kebaikan!”

Dari pada Dugem, ngasih orang seperti itu mudah bagi saya, asalkan tidak haram anggap saja baik. Trus mau gimana coba, zamanya memang sudah begini.

“Kamu suruh tahajud!”
Apalagi kamu suruh dhuha, malah digugat kamu!

Ada orang gak punya uang kerjaannya sholat dhuha, sudah sering dhuha tapi tetap tidak punya uang, Ternyata dhuha sama saja tetap miskin, malah dhuha jadi tersangka!

Benar ulama tadi lho!
Habis makan sepiring kenyang,

“MasyaAllah terimakasih Gusti ternyata makan sepiring sudah kenyang”
Maksudnya gimana?

Maksudnya tidak harus punya uang milyaran

Kita butuh uang milyaran, kan, jika kita sekali makan habis 1 kwintal

Padahal 1 kwintal itu berapa Khin?
ada 1 juta, 1 juta 200

1 juta, berarti kalau makan 3 x habis 3 juta, kalau memang habis segitu butuh milyaran, padahal sepiring sudah kenyang!

Berarti 1 hari cuman habis setengah kilogram, 1/2 kilogram berarti berapa uang?

Berapa?

5000

“Kan, gak nikmat cuman segitu?!”
Mudah kalau pingin nikmat, makanlah ketika perut sudah kelaparan, in sya Allah nikmat semua!

Yang membuat tidak nikmat itu: kamu miskin tapi bergaya orang kaya, belum lapar sudah makan pastinya kamu ingin lauk yang enak.

Sudah Miskin Bodoh!!

Kalau pingin nikmat tunggu sampai kamu merasa lapar, nanti lauk tempe ditaburin garam sudah nikmat!

“Tidur ranjang tidak nyaman?!”
Ya nunggu sampai sudah kantuk

“Sudah Miskin banyak tingkah”

Makanya ini saya latih, kalau jaman dulu orang fakir bukan wali itu aneh, dulu para wali itu kebanyakan fakir. Sekarang tidak?!”
“Udah miskin bukan Wali!”
mungkin karena terlalu tamak

Makanya Nasihat Allah kepada Nabi Muhammad SAW iyalah:

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia”

Kunci kenikmatan itu cuma satu:
JANGAN LIHAT KENIKMATAN ORANG LAIN!

Sudah miskin sukanya nongkrong di Mall yang ada malah sakit hati, yang kaya Naik mobil mewah istri cantik beli barang mewah.

Yang miskin bawa uang 50 ribu, beli kopi di Mall 25 ribu, yang ada SAKIT! Seharusnya dengan 50 ribu itu beli kopi warung pinggiran cuman 2 ribu nikmati rokok sambil santai.

Lihatlah ikan berenang, ikan joget, dan ternyata ikan juga bisa bahagia. Ketika ikan ditangkap orang, lalu kamu berpikir: “ikan saja manfaat buat orang, saya sebagai manusia harusnya lebih manfaat!!

Jadi kunci seorang tidak bahagia itu cuman satu: karena suka melihat kenikmatan orang lain!

Makanya Nabi diberi ayat:

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia.”

لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ
“Yakni untuk Kami jadikan hal itu cobaan bagi mereka.”

Setiap kamu melihat orang lain, sudah pasti jadi fitnah.

Di ingat-ingat ya:
tidak ada yang bisa menghancurkan punggung setan seperti orang mukmin yang suka sesuatu yang halal

Disitu setan sangat kecewa, karena barang halal itu ada dimana-mana dan kapan saja! Kalau tahajud, kan tidak semua orang bisa?! Mutholaah juga tidak semua orang bisa baca kitab?!

Tapi kalau penikmat Halal?! Coba saja kamu pergi ke Segoro kidul, kemudian pergi ke batu yang biasa buat selamatan.

Sambil ngerokok lihat lautan:
“Begitu kayanya aku!”

Kolam renang buatan saja lebih mewah Lautan ini

“Ngapain harus buat kolam renang kalau ada yang lebih luas seperti ini?!”

Sebagus-bagusnya kolam renang itu berapa luasnya?

Kita punya kolam yang luasnya tanpa batas yaitu laut Segoro Kidul!

“Kalau beruntung kamu bisa ketemu Nyi Roro Kidul, Allah kurang apa coba!?”
Ada lagi orang kaya membuat taman pribadi, lalu kamu melihat dengan kagum taman tersebut!

Udah miskin sukanya lihat orang kaya:
“enaknya jika jadi orang kaya punya kolam pribadi!”

Emangnya enaknya apa punya kolam pribadi!?
Sudah tempatnya terbatas butuh perawatan, segoro Kidul tidak perlu perawatan.

Ada lagi,
“Enak jadi orang kaya punya burung bagus-bagus!”
coba pergi kehutan burung hutan bermacam-macam jenisnya, dan masih alami.

Trus orang kaya membuat kebun binatang pribadi, lalu kamu pingin:

“Tinggal pergi kehutan lihat gajah, lihat kekayaan Tuhan, sambil bilang: “ini tidak ada yang punya dan ini milik saya”

Jadi di ingat-ingat nasihat Tuhan kepada kita:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia”

Jadi awal kamu tersiksa itu karena kamu melihat nikmat yang didapat orang lain.

Download Rekaman Gus Baha MP3

Untuk versi audio lengkapnya silahkan download

0 Komentar

Penulis: Salma

Kategori

Related Articles

Related