Keistimewaan Malam Idul Fitri & Idul Adha, Salah Satu dari 5 Malam Mustajab!

Keistimewaan Malam Idul Fitri,

Di malam hari Idul Fitri seringkali kita melihat masyarakat merayakannya dengan hati senang dengan berkumpul-kumpul, menghidupkan lampu indah atau kembang api, dan menyalakan lampion atau lilin bagi anak-anak.

Jarang terbesit dalam benak kita bahwa di malam hari raya disunnahkan untuk menghidupkannya dengan memperbanyak ibadah, baik dengan cara melantunkan dzikir atau doa-doa dan shalat tahajud sehingga kita pun lalai akan amalan malam takbiran dan luput dalam mendapatkan keutamaan malam takbiran.

#Keistimewaan Malam Idul Fitri – Mendapat Ketenangan Jiwa di Hari Akhir

Sebenarnya malam hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha termasuk malam yang memiliki banyak kelebihan, termasuk malam yang memiliki keutamaan dimana siapa yang menghidupkan malam tersebut Allah akan menghidupkan hati mereka disaat banyak hati yang telah mati. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)

Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah serta demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Imam Ahmad as-Shâwi dalam Bulghatus Salik li Arqabil Masalik (1/345-346) menuturkan, maksud ‘hati tidak akan mati’ dalam hadits tersebut adalah hati tidak akan mengalami kebingungan di saat kebanyakan orang mengalaminya, yaitu pada saat sakaratul maut, saat ditanya oleh dua malaikat dalam menghadapi fitnah kubur, dan ketika menghadapi hari kiamat nanti.

Dari sisi riwayat, hadits tentang keutamaan malam Idul Fitri ini memang dhaif, meski demikian menurut para ulama, hadits tersebut masih termasuk dalam kategori dapat diamalkan karena berkaitan dengan sebuah keutamaan ibadah.

Macam-macam kegiatan malam takbiran

Pada umumnya masyarakat hanya memahami pada malam hari raya Idul Fitri disunahkan mengumandangkan takbiran. Padahal banyak sekali ibadah atau amalan sunnah malam Idul Fitri yang dianjurkan dan rutin dilakukan oleh para ulama salaf. Diantaranya adalah berdoa.

Doa adalah ibadah karena berdasarkan hadist Nabi ﷺ yang menyatakan bahwa doa adalah sari pati ibadah. Selain itu, dengan berdoa seorang muslim secara tidak langsung mengakui ketidakmampuannya, dan pemilik segalanya hanyalah Allah semata.

Ada beberapa faktor agar doa cepat dikabulkan. Diantaranya, tempat yang istimewa seperti berdoa di Raudloh, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Ada juga faktor waktu yang istimewa, seperti berdoa di hari Arafah, dan hari-hari mulia yang lain.

Keistimewaan malam Idul Fitri selain agar hati menjadi tenang saat kebanyakan manusia mengalami kebingungan yaitu malam hari raya termasuk malam mustajab, dimana doa mudah sekali dikabulkan.

Imam Abu Zakariya an-Nawawi ra dalam kitab Majmuknya menukil penjelasan Imam Syafii ra dalam kitab Al-Um, bahwa ada 5 malam istimewa yang di dalamnya doa sangat mudah untuk dikabulkan. Malam-malam istimewa itu adalah:

  1. Malam Jumat
  2. Malam Idul Adha (hari raya qurban)
  3. Malam Idul Fitri
  4. Malam Pertama Bulan Rajab
  5. Malam Nisfu Sya’ban

Imam Syafii juga menuturkan, Ibrahim bin Muhammad pernah menceritakan bahwa beliau melihat orang-orang sepuh dari kalangan sholihin di Madinah banyak yang meramaikan Masjid Nabawi saat malam hari raya idul fitri dan idul adha. Mereka sibuk berdoa dan berdzikir di dua malam tersebut hingga beberapa jam.

Imam Syafii juga mengatakan “Telah sampai kepadaku, bahwa Ibnu Umar radliyallohu anhuma menghidupkan malam hari raya kurban.”

Menurut Imam Syafi’i, menghidupkan kelima malam mustajabah tersebut dengan doa-doa, dzikir, shalat tahajud dan amalan ibadah yang lain adalah sunnah dan bukan sebuah kewajiban.

Meski begitu, alangkah baiknya jika kita bisa melakukannya karena hal ini termasuk salah satu amalan para salafussholih.

Dari penjelasan Imam Nawawi tersebut, kita bisa merangkum beberapa amalan sunnah malam hari raya yang bisa kita lakukan antara lain:

  • Shalat sunnah, shalat tahajud di malam hari raya
  • Shalat isya secara berjamaah dan melakukan shubuh secara berjamaah pula.
  • Dzikir malam Idul Fitri
  • Doa di malam Idul Fitri
  • Tahlil dan Taqdis

Demikian pembahasan tentang kegiatan malam hari raya Idul Fitri dengan cara berdoa, sholat sunnah malam Idul Fitri, dzikir malam idul fitri dan amalan malam Idul Fitri sesuai sunnah yang dilakukan para ulama salaf.

والله أعلم

Referensi:

المجموع شرح المهذب ج ٥ ص ٤٢ – ٤٣

Tinggalkan Komentar
Posting Terbaru

Related Articles

Related