Keutamaan Ilmu dan Ulama Dalam As-sunnah

Keutamaan Ilmu dan Ulama Dalam As-sunnah

Imam Zainuddin Al Malibary dalam kitab menyebutkan dan ulama pada bab tersendiri. Al-Malibary mengutip beberapa ayat dan hadits tentang menuntut ilmu yang menerangkan keutamaan ilmu dan ulama pada bab ini dari sejumlah perawi hadits.

Berikut Ini Adalah Dalil-Dalil Keutamaan Menuntut Ilmu Dalam Islam

Keutamaan ilmu sangatlah banyak, tak jarang para ulama yang menjadikan fadlilah atau keutamaan ilmu dalam satu bab tersendiri. Hal ini sebagai wujud kepedulian Islam terhadap ilmu dan juga para pemilik ilmu atau ulama. Karena itulah banyak sekali dalil, baik itu ayat Al-Quran maupun hadis tentang ilmu dan keutamaan orang berilmu.

Baca juga: Ilmu Tauhid Tentang 20 Sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Jaiz Allah

Dalam pembahasan kali ini kami akan menukil keutamaan ilmu yang ditulis dalam kitab Irsyadul Ibad.

1. Orang berilmu ditinggikan derajatnya

Keutamaan orang yang berilmu adalah ditinggikan derajatnya. Hal ini sebagaimaa disebutkan dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

المجادلة ١١

Artinya: Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surat Al-Mujadalah: 11).

2. Malaikat akan membentangkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu

وأخرج ابن عبد البر عن أنس قال: قال رسول الله : (( اطْلُبُوا العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ، فَإِنَّ طَلَبَ العِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إنّ المَلائِكَةَ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ العِلْمِ رِضَا بِما يَطْلُبُ ))

Ibnu Abdilbar mengeluarkan dari Anas radliyallohu anh, Rasulullah ﷺ bersabda: Tuntutlah ilmu meski ke negeri Cina, karena hukum mencari ilmu sangat diwajibkan bagi setiap Muslim, sungguh para malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang mencari ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan.

3. Menuntut ilmu lebih utama dari menghidupkan waktu malam

والديلمي عن ابن عباس: (( طَلَبُ العِلْمِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ وَطَلَبُ العِلْمِ يَوْماً خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ ثَلاثَةِ أَشْهُرٍ ))

Addaylami dari Ibnu Abbas: Menuntut ilmu satu jam lebih baik baginya daripada menghidupkan waktu malam dengan beribadah, dan mencari ilmu sehari lebih utama dari puasa 3 bulan.

4. Menuntut ilmu dapat menebus dosa yang telah lalu

والترمذي عن سَنْجَرَةَ: (( مَنْ طَلَبَ العِلْمَ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى ))

Atturmudzi dari Sanjarah: Barangsiapa mencari ilmu niscaya hal itu menjadi kafarat atau tebusan dari dosa yang telah lewat.

5. Dosa para pencari ilmu diampuni

والشيرازي عن عائشة رضي الله عنها (( مَن انْتَقَلَ ليَتَعَلمَ عِلْمَاً غُفِرَ لَهْ قَبْلَ أَنْ يَخْطُو ))

Assyairozi dari Aisyah radliyallohu anha: Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dosanya akan diampuni sebelum ia melangkahkan kaki.

6. Ilmu bisa mendatangkan harta dan tahta

وابن عساكر والديلمي عن ابن عباس رضي الله عنهما (( خُيِّرَ سُلَيْمَانُ عَلَيْهِ السَّلامُ بَيْنَ المالِ وَالمُلْكِ والعِلْمِ فَاخْتَارَ العِلْمَ فَأُعْطِيَ المُلْكَ وَالمالَ لاخْتِيَارِهِ العِلْمَ ))

Ibnu ‘Asakir dan Addailamy dari RA: Nabi Sulaiman AS diberi pilihan antara harta, tahta dan ilmu. Maka ia memilih ilmu, dengan memilih ilmu, Nabi Sulaiman diberikan kerajaan dan juga harta.

7. Sejak kecil menuntut ilmu sampai di hari tua, kelak mendapatkan pahala 72 Shiddiqin

والطبراني عن أبي أمامة: (( أيُّمَا نَاشِىءٍ نَشَأَ فِي طَلَبِ العِلْمِ وَالعِبَادَةِ حَتَّى يَكْبرَ أَعْطَاهُ الله يَوْمَ القِيَامَةِ ثَوَابَ اثْنَيْنِ وَسَبْعِينَ صَدِّيقاً ))

Atthobroni dari Abi Umamah: Barangsiapa tumbuh dalam mencari ilmu dan ibadah, hingga di hari tuanya nanti niscaya Allah akan memberinya pahala 72 Shiddiqin.

8. Ulama adalah pewaris para nabi

 وابن النجار عن أنس: (( العُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ يُحِبُّهُمْ أَهْلُ السَّمَاءِ، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمُ الحِيتَانُ في البَحْرِ إذا ماتوا يَوْمَ القيامَةِ ))

Ibnu Najjar dari Anas radliyallohu anh: Orang berilmu atau Ulama adalah pewaris para nabi. Mereka dicintai penghuni langit, dan ikan-ikan di lautan pun turut mendoakan mereka, sepeninggal mereka sampai datangnya hari kiamat.

9. Allah menganugerahkan ilmu pada orang-orang pilihan

والبخاري عن معاوية: (( مَنْ يُرِدِ الله بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ ))

Al Bukhari dari Mu’awiyah: Barangsiapa dikehendaki Allah untuk mendapat kebaikan, maka ia akan diberikan kemudahan dalam memahami ilmu agama.

10. Orang berilmu lebih baik dari orang yang ahli ibadah

والطبراني والبيهقي عن أبي هريرة: (( مَا عُبِدَ الله بِشَيْءً أَفْضَلَ مِنَ الفِقِه فِي الدِّينِ، وَلَفَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ، وَلِكُلِّ شَيْءٍ عِمَادٌ وَعِمَادُ هذا الدِّينِ الفِقْهُ ))

At Thabrani dan Al Baihaqi dari Abi Hurairah ra: Tiada sesuatu yang digunakan untuk ibadah kepada Allah yang melebihi pemahaman ilmu agama, sesungguhnya satu faqih (orang yang memahami agama) lebih berat bagi syetan dibandingkan menggoda seribu abid (ahli ibadah yang tidak memahami ilmu agama), dan tiap-tiap perkara memiliki tiang penguat, tiang penguat agama adalah ilmu fiqih.

11. Ibadah orang berilmu lebih berkualitas

وابن النجار عن محمد بن علي: (( رَكْعَتانِ مِنْ عالِمٍ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً مِنْ غَيْرِ عَالِمِ ))

Ibnu Najjar dari Muhammad bin Ali: Dua rakaat dari orang berilmu lebih utama dari 70 rakaat yang dilakukan orang bodoh.

12. Dosa orang berilmu lebih dulu diampuni

وأبو نعيم والخطيب عن أبي هريرة: (( خِيَارُ أُمّتِي عُلَمَاؤُهَا وَخَيْرُ عُلَمائِهَا رُحَمَاؤُها، ألا وَإِنَّ الله تَعَالَى لَيَغْفِرُ لِلْعَالِمِ أَرْبَعِينَ ذَنْباً قَبْلَ أَنْ يَغْفِرَ لِلْجَاهِلِ ذَنْباً وَاحِداً. ألا وَإِنَّ العَالِمَ الرَّحِيمَ يَجِيءُ يَوْمَ القِيَامَةِ وَإِنَّ نورَهُ قَدْ أَضَاءَ يَمْشِي فِيهِ مَا بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، كَمَا يُضِيءُ الكَوْكَبُ الدُّرِّيُّ ))

Abu Nuaim dan Khotib dari Abi Hurairah: Umat terbaikku adalah ulama mereka, dan ulama yang terbaik adalah yang paling rahmat terhadap umat.

Ketahuilah, sesungguhnya Allah mengampuni 40 dosa orang alim sebelum mengampuni satu dosa yang dilakukan orang jahil.

Ketahuilah, sesungguhnya ulama yang rahmat (menyayangi) terhadap umat kelak di hari qiyamat akan bercahaya dan menerangi belahan timur dan barat sebagaimana bintang-gemintang yang menyinari bumi.

13. Ilmu menjadi teman dan pelindung dalam kubur

والديلمي عن ابن عباس: (( إذَا مَاتَ العَالِمُ صَوَّرَ الله عِلْمَهُ فِي قَبْرِهِ يُؤْنِسُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَيَدْرَأُ عَنْهُ هَوَامّ الأرْضِ ))

Ad Dailamy dari Ibnu Abbas ra: Jika seorang alim wafat maka Allah akan mewujudkan ilmunya di kubur, ia senantiasa menenangkannya sampai hari akhir tiba, dan ia akan menolak binatang-binatang bumi yang mencoba mengganggunya.

14. Orang berilmu akan memberi syafaat

وأبو الشيخ والديلمي عن ابن عباس رضي الله عنهما (( إذَا اجْتَمَعَ الْعَالِمُ وَالعَابِدُ عَلَى الصِّرَاطِ، قِيلَ لِلْعَابِدِ: أدْخُلِ الْجَنَّةَ وَتَنْعَّمْ بِعِبَادَتِكَ، وَقِيلَ لِلْعَالِمِ قِفْ هُنَا فَاشْفَعْ لِمَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ لا تَشْفَعُ لأحَدٍ إلا شَفَعْتَ فَقَامَ مَقَامَ الأنْبِيَاءِ ))

Abu Syaikh, Ad Dailamy dari Ibnu Abbas ra: Saat seorang alim dan abid berkumpul dalam shirath, dikatakan pada abid “masuklah ke surga, dan nikmatilah pahala ibadahmu.” Sementara orang alim, dikatakan padanya “berhentilah di sini! Berikan syafaat pada orang yang kau sayangi, karena sesungguhnya, tiada orang yang kau beri syafaat melainkan diterima syafaatmu. Kemudian ia pun berdiri di tempatnya para nabi.”

والخطيب عن عثمان رضي الله عنه (( أوّلُ مَنْ يَشْفَعُ يَوْمَ القِيَامَةِ الأنْبِيَاءُ ثُمَّ العُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ ))

Al Khatib dari Utsman ra: Pertamakali yang memberikan syafaat di hari kiamat kelak adalah para nabi, kemudian ulama, kemudian para syuhada.

15. Ada perintah nabi untuk memuliakan ulama

وعن جابر: (( أَكْرِمُوا العُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ فَمَنْ أَكْرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ الله وَرَسُولَهُ ))

Dari Jabir ra: Muliakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah pewaris para nabi. Barangsiapa memuliakan ulama niscaya ia memuliakan Allah dan utusanNya.

16. Pahala orang berilmu selalu tumbuh berkembang

وابن عساكر عن أبي سعيد: (( مَنْ عَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ الله أو باباً مِنْ عِلْمٍ أنْمَى الله أَجْرَهُ إلَى يَوْمِ القِيَامَةِ ))

Ibn Asakir dari Abi Sa’id ra: Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat al Quran atau satu bab dalam fan ilmu (agama) niscaya Allah menjadikan pahalanya selalu berkembang hingga hari kiamat nanti.

وابن ماجه عن معاذ بن أنس: (( مَنْ عَلَّمَ عِلْماً فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ وَلا يَنَقْصُ مِنْ أَجْرِ العَامِلِ ))

Ibnu Majah dari Mu’adz bin Anas: Barangsiapa mengajarkan ilmu, maka dia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkan dan tidak akan mengurangi pahala orang yang mengamalkan.

17. Mengajarkan ilmu lebih utama daripada dunia dan isinya

وأحمد عن معاذ: (( لأنَ يَهْدِي الله وبِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنَ الدُّنْيا وَمَا فِيها ))

Ahmad dari Mu’adz: Sungguh ketika Allah memberikan hidayah seseorang melalui kamu, itu lebih baik bagimu daripada dunia dan isinya.

18. Mengajarkan ilmu lebih utama daripada jihad

وابن النجار عن ابن عباس: (( الغُدوُّ والرّوَاحُ إلى المَسَاجِدِ فِي تَعْلِيمِ العِلْمِ أَفْضَلُ عِنْدَ الله مِنَ الجِهَادِ فِي سَبِيلِ الله ))

Ibnu Najjar dari Ibnu Abbas ra: Bergegas ke masjid di pagi dan sore hari untuk mengajarkan ilmu lebih utama menurut Allah daripada jihad fi sabilillah.

Demikianlah kajian tentang “Keutamaan Ilmu dan Ulama Dalam As-sunnah” sebagaimana dikutip dari kitab Irsyadul Ibad ila Sabilirrosyad. Semoga hadits-hadits menuntut ilmu yang telah disampaikan bisa menjadi motivasi menuntut ilmu dalam islam.

Untuk mendapatkan referensi asli secara legal terkait keutamaan ilmu dan ulama dalam al Quran, keutamaan menuntut ilmu, hadits tentang keutamaan ilmu, hadits ulama pewaris nabi serta kelebihan ulama yang telah dijelaskan di atas, Anda bisa membelinya secara online di link berikut.

Beli kitab Irsyadul Ibad Darul Kutub Ilmiah (Arab)

Beli kitab Irsyadul Ibad – Terjemah Indonesia

Beli kitab Irsyadul Ibad – Terjemah pegon

Posting Terbaru

Related Articles

Related