Kewajiban Muslim Mengurus Mayit

Cara mengurus mayit:Pexels

Kewajiban muslim mengurus mayit adalah kewajiban yang sifatnya fardhu kifayah, dalam arti jika keharusan ini telah dilakukan oleh satu orang saja dari beberapa kelompok maka kewajiban ini menjadi gugur bagi yang lain. Namun, kewajiban muslim dalam cara mengurus jenazah tidaklah sama, ada beberapa kondisi yang membedakan cara perawatan jenazah, sebagaimana jika mayitnya adalah seorang muslim yang sedang ihram, yang meninggal dalam keadaan syahid, begitu juga cara merawat mayit muslim dan non-muslim juga berbeda.

Dengan demikian, sangatlah penting pencantuman kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk, karena bisa meminimalisir kesalahan perawatan jenazah dari penemuan mayat yang tidak dikenal.

Cara mengurus mayit muslim selain syahid

Kewajiban mengurus jenazah dari mayat muslim yang bukan syahid, walaupun mati dalam keadaan tenggelam, mati bunuh diri, dan janin yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh petugas medis, adalah:

  1. Memandikan
  2. Mengkafani
  3. Menyolati
  4. Mengubur

Cara mengurus jenazah muslim yang syahid

Untuk mayit yang syahid, kewajiban kita adalah

  1. Mengkafani
  2. Mengubur

Berbeda dengan jenazah muslim pada umumnya, dalam mengurus dan merawat jenazah syahid hanya wajib dikafani dan dikubur, sedangkan mensholati dan memandikan jenazah syahid perang hukumnya haram.

Cara mengurus jenazah muslim yang masih dalam ihram

Cara mengurus jenazah dari seorang muslim yang belum menyelesaikan ihramnya sama seperti halnya merawat jenazah muslim pada umumnya, hanya saja ada perlakuan khusus dalam mengkafani mayit yang masih ihram. Jika muhrim (orang yang ihram) laki-laki maka wajib membuka kepalanya dan wajib membuka wajah dari muhrimah.

Cara mengurus mayit non-muslim

Untuk jenazah non-muslim maka perinciannya adalah

  1. Kafir harbi

Haram mensholati. Namun, boleh memandikan jenazah kafir harbi, serta tidak ada kewajiban mengkafani dan menguburnya.

  1. Kafir dzimmi, muahad, dan muamman

Haram menyolatinya. Namun, boleh memandikan dan wajib mengkafani serta menguburnya.

Cara memandikan mayit

Setelah mengetahui kewajiban kita terhadap mayit, maka sudah sepantasnya kami jelaskan rinciannya cara-caranya. Berikut ini adalah cara memandikan mayit

Cara paling minim

Wajib mengalirkan air secara merata pada seluruh tubuh; kulit dan rambut mayit. Walaupun dengan satu kali basuhan yang didahului dengan menghilangkan najis yang berada pada tubuh mayit.

Sebagai catatan: Dalam memandikan jenazah tidak diwajibkan niat, karena niat memandikan jenazah adalah sunnah.

Cara paling sempurna

Meskipun memandikan jenazah dengan satu kali guyuran air secara rata sudah mencukupi. Namun ada praktek memandikan yang paling afdhol, yaitu dengan cara:

  • Membasuh qubul dan dubur
  • Menghilangkan kotoran-kotoran di hidung
  • Mewudhukan mayit
  • Menggosokkan daun bidara pada tubuh mayit
  • Mengguyurkan air sebanyak 3 kali guyuran

Berikut ini adalah penjelasannya:

Pertama-tama yang harusnya dilakukan ghosil (yang memandikan mayit) adalah mengusapkan tangan kirinya pada perut mayit dengan sedikit menekan, agar kotoran-kotoran pada mayit keluar melalui jalan depan dan jalan belakang. Barulah setelah itu ia membersihkan qubul dan dubur mayit beserta najis yang ada di sekitarnya menggunakan kain yang dibalutkan pada tangan kiri ghosil.

Setelah itu, ia beralih membersihkan kotoran-kotoran pada hidung mayit. Begitu juga membersihkan kotoran-kotoran giginya dengan sikat gigi atau kain yang dibalutkan pada jari-jari. Lalu ghosil mewudhukan mayit dengan wudhu yang sempurna sebagaimana wudhunya orang yang hidup dengan disertai niat.

Kemudian ghosil mengosok badan mayit menggunakan daun bidara (atau yang semakna seperti sabun); dengan cara membasuhkan air campuran daun bidara atau sabun ke kepala, kemudian jenggotnya, bagian depan dari sisi tubuh sebelah kanan, bagian depan tubuh sebelah kiri, bagian belakang tubuh sebalah kanan, bagian belakang tubuh sebelah kiri.

Setelah meratakan air campuran daun bidara, barulah ghosil membilas tubuh mayit dengan cara membasuhnya 3 kali secara merata dengan menggunakan air murni (tanpa campuran).

Kesunatan saat memandikan mayit

  • Sunnat memandikan mayit di tempat yang sepi sekira tidak dimasuki orang lain kecuali ghosil dan asistennya dan juga wali (ahli waris terdekat).
  • Mayit tidak dimandikan dalam keadaan telanjang bulat, namun dipakaikan gamis basah atau berbahan tipis.
  • Mayit ditempatkan di tempat tinggi
  • Dimandikan dengan air dingin kecuali jika ada hajat untuk menggunakan air panas/hangat
  • Wajah mayit ditutup kain
  • Ghosil tidak melihat selain aurat mayit kecuali bagian tubuh yang memang butuh dilihat, adapun melihat auratnya mayit hukumnya haram

Tata cara mengkafani mayit

Sesungguhnya dalam mengkafani mayit jika meninjau hak-hak yang mestinya dipenuhi untuk menjaga kehormatan mayit sekurang-kurangnya adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya. Mengenai bahan kafan, tidak harus kain mori, akan tetapi segala jenis bahan yang boleh dipakai oleh mayit dimasa hidupnya. Dengan demikian bagi mayit laki-laki tidak boleh dikafani menggunakan kain sutera.

Adapun pemakaian kafan jika meninjau hak-hak Allah yang telah diwajibkan adalah segala bahan yang halal digunakan mayit semasa hidupnya yang menutupi aurat (Baca: Batasan aurat). Dan perbedaan aurat yang dijadikan tolok ukur dalam masalah kafan adalah status laki dan wanita, tanpa mempertimbangkan status merdeka dan budak. Dari penjelasan ini, boleh mengkafani mayit laki-laki dengan kain yang hanya menutupi bagian tubuh antara pusar sampai lutut. Namun perilaku semacam ini merusak kehormatan mayit.1

Cara paling sempurna mengkafani mayit laki-laki

Dalam mengkafani mayit laki-laki, yang paling sempurna yaitu menggunakan 3 helai kain putih yang masing-masing menutup seluruh tubuh mayit, kecuali kepala dari orang yang meninggal dalam keadaan ihram.

Cara paling sempurna mengkafani mayit wanita

Sedangkan paling sempurnanya mengkafani mayit wanita adalah dengan menggunakan 5 helai kain, berikut ini rinciannya:

  1. Jarik; dipakaikan untuk menutupi bagian pusar sampai lutut
  2. Gamis; sebagaimana gamisnya wanita dimasa hidupnya digunakan setelah memakaikan jarik pada mayit
  3. Khimar; kerudung yang digunakan untuk menutup kepala mayit
  4. 2 lapis kain; yang digunakan untuk membungkus seluruh tubuh mayit

Dan, seperti yang telah dijelaskan di atas, jika mayit adalah wanita yang sedang ihram, maka haram menutup wajahnya.

Kafan yang paling afdhol

Meskipun dalam mengkafani mayit kewajibannya adalah bahan apapun, selama itu boleh digunakan mayit dimasa hidupnya. Namun, kafan yang terbaik adalah:

  • Berwarna putih
  • Bahan katun
  • Kafan baru lebih baik daripada kafan bekas yang telah dicuci2

Pembahasan rinci terkait sholat jenazah dan pemakaman akan kami teruskan jika ada waktu.

Refrensi:

  1. نيل الرجا شرح سفينة النجا ٢٣٩, الغرر البهية ج٢ ص ٩٢
  2. نيل الرجا شرح سفينة النجا ص ٢٣٥ – ٢٤٠
Posting Terbaru

Related Articles

Related

Enable Notifications    OK No thanks