Kisah Antelop Berjanji Pada Rasululloh SAW

Kisah antelop, gambar hewan langka

Kisah Antelop Berjanji Pada Rasululloh SAW – Antelop merupakan binatang mamalia sebagaimana kambing dengan tanduk yang terus tumbuh lurus menjulang ke atas, sepintas ia hampir sama dengan kijang. Namun bukanlah kijang. Dalam bahasa arab antelop disebut غزال (ghazal) dan dalam bahasa latin gazelle.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW berbicara pada binatang

Mungkin selama ini banyak masyarakat muslim yang meyakini bahwa mukjizat berupa kemampuan berkomunikasi dengan binatang hanya di miliki Nabi Sulaiman AS, karena dalilnya secara pasti telah disebutkan dalam Al Quran bahwa Nabi Sulaiman AS memiliki keistimewaan berbicara dengan burung hud-hud, dan juga kemampuan memahami komunikasi sekelompok semut yang kebetulan berada di jalan yang beliau lewati.

Dalam Al Quran Allah SWT berfirman:

Ayat tentang kisah Nabi Sulaiman bersama semut yang takut terinjak
Terjemah ayat Nabi Sulaiman bersama tentara semut
Ayat Nabi Sulaiman dan burung hud hud
Terjemah ayat kisah Nabi Sulaiman bersama burung hud hud

Namun sebenarnya bukan hanya Nabi Sulaiman AS yang memiliki mukjizat luar biasa ini. Baginda Nabi Muhammad SAW juga memiliki kemampuan luar biasa yang hampir sama dengan mukjizat Nabi Sulaiman AS.

Tak sekedar berkomunikasi, namun Nabi Muhammad SAW dengan keluhuran budi dan akhlaknya melakukan perjanjian dengan antelop, bahkan beliau rela menjadi jaminan dan menanggung nyawa antelop yang telah diburu dan berhasil ditangkap.

Dari Anas bin Malik RA: Suatu ketika Rasululloh SAW melewati sekelompok orang yang berhasil mendapatkan binatang buruan berupa antelop. Mereka mengikatnya di tiang gubuk yang terbuat dari bulu (fusthat1)

Siapa sangka, antelop malang yang terikat itu menyapa dan mengadu kepada Rasululloh SAW. Ia mengeluh: “Ya Rasulalloh, sesungguhnya saya telah diburu dan kini tertangkap dan terikat, sementara saya meninggalkan dua anak kecil yang masih menyusu.

Jika Anda berkenan, ijinkanlah saya pulang untuk menyusui kedua anak saya, setelah menyelesaikan tugas sebagai ibu, saya akan kembali kepada kaum yang berhasil menangkap saya.”

Tingginya budi pekerti dan akhlak yang mulia membuat Nabi SAW merasa iba. Lantas beliau bertanya: “Siapa pemilik binatang ini?” Orang-orang yang telah menangkapnya segera menjawab pertanyaan Nabi SAW “Kami wahai Rasul Allah.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda: “Lepaskan ia, sesungguhnya ia memiliki 2 anak kecil yang masih menyusu, biarkan ia menyusui anak-anaknya, selepas itu ia akan kembali pada kalian.”

Merasa mustahil seekor binatang menepati janji lalu para pemburu itu balik bertanya: “Siapa yang akan menjaminya?” Rasul SAW secara spontan menimpali: “Aku yang menjaminnya.”

Mendengar kesanggupan Rasululloh SAW untuk menjamin antelop itu, mereka akhirnya melepaskan hasil buruan mereka. Seakan tak menyia-nyiakan kesempatan, ibu antelop segera pulang untuk melepas rindu dan menyusui kedua anaknya.

Setelah itu, ia bergegas kembali kepada para pemburu untuk menepati janji meski mungkin nyawanya akan terancam berakhir menjadi hidangan makan malam. Setibanya di pemukiman para pemburu, ibu antelop ditangkap dan diikat sebagaimana semula.

Kemudian, selang beberapa waktu, Rasululloh SAW kembali melewati para pemburu, dan mendapati antelop itu telah kembali dan dalam keadaan terikat.

Merasa kasihan dengan nasib ibu antelop, Rasululloh berniat ingin membelinya untuk kemudian dilepas. Agar ia bisa berkumpul dengan anak-anaknya.

Akhirnya Nabi mencari pemilik binatang itu, beliau bersabda: “Mana pemilik buruan ini?” Para pemburu menjawab: “Kami di sini wahai Nabi Allah SAW,” Rasululloh kembali menanyakan: “Apa kalian berkenan menjualnya kepadaku,?” Melihat begitu gigihnya Nabi, dan begitu mulianya akhlak Nabi SAW yang sangat welas meski terhadap seekor binatang, merekapun menjawab tawaran Nabi “Kami berikan antelop itu untuk Anda wahai Nabi SAW.”

Kemudian Nabi SAW bersabda: ” Lepaskan binatang ini,” Merekapun melepasnya, dan ibu antelop itu segera pergi meninggalkan pemukiman para pemburu.

Refrensi:2

  1. Kamus al Maani
  2. الكتاب: معجزات النبي ﷺ من كتاب البداية والنهاية لابن كثير

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related