Kisah Harut dan Marut

Kisah Harut dan Marut

Siapakah Harut dan Marut? Ada perbedaan pendapat dikalangan ulama mengenai sosok Harut dan Marut.

Ada yang bependapat keduanya adalah malaikat ada pula yang berpendapat keduanya merupakan manusia biasa yang sangat sholeh selayaknya malaikat.

Namun saat ini kami tidak fokus merinci pembahasan perbedaan ulama’. Akan tetapi lebih kepada penyampaian cerita agar bisa dijadikan sebuah teladan serta renungan.

خْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ النَّقُّورِ – رَحِمَهُ اللَّهُ – أَنْبَأَ الأَمِينُ أَبُو طَالِبٍ عَبْدُ الْقَادِرِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْيُوسُفِيُّ أَنْبَأَ ابْنُ الْمُذْهِبِ أَنْبَأَ أَبُو بَكْرٍ الْقَطِيعِيُّ ثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ ثَنَا أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ ثنا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ ثنا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “إِنَّ آدَمَ – عَلَيْهِ السَّلَامُ – لَمَّا أَهْبَطَهُ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ قَالَتِ: الْمَلائِكَةُ: أَيْ رَبَّنَا. {أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُ.ونَ}…….

“Diceritakan dari Abdulloh bin Muhammad bin Ahmad an-Naqur RA, – Amin, Abu Tholib, Abdulqodir bin Muhammad al-Yusufi, – Ibnul Mudzhib – Abu Bakar al-Qothi’i – Abdulloh bin Ahmad – Ayahku RA (Abdullah bin Ahmad) – Yahya bin Abi Bukair – Zuhair bin Muhammad, dari Musa bin Jubair, dari Nafi’, dari Abdulloh bin Umar RA bahwasanya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda:

Sesungguhnya saat Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, para malaikat berkata kepada Allah SWT: Ya Rab, Apakah Engkau hendak menjadikan manusia sebagai orang yang merusak bumi dan melakukan pertumpahan darah di sana?

Sedang kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu serta mensucikan-Mu.

Alloh SWT menjawab para malaikat: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari kalian.”

قَالُوا: رَبَّنَا! نَحْنُ أَطْوَعُ لَكَ مِنْ بَنِي آدَمَ.

“Para malaikat mengatakan: Kami lebih taat kepada Engkau dibanding manusia.”

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِلْمَلائِكَةِ:
هَلُمُّوا مَلَكَيْنِ مِنَ الْمَلائِكَةِ حَتَّى نُهْبِطَهُمَا إِلَى الأَرْضِ فَتَنْظُرُوا كَيْفَ يَعْمَلانِ.

“Mendengar perkataan malaikat, Allah SWT berfirman: Panggilkan dua malaikat! Akan Aku kirim ke bumi, nanti kalian akan tahu bagaimana perbuatan mereka di sana.”

Mendengar perintah Allah yang seperti itu akhirnya para malaikat merekomendasikan Harut dan Marut sebagai perwakilan untuk pembuktian dari pernyataan mereka yang menganggap lebih baik dari manusia.

Turunnya Harut dan Marut ke bumi

Kemudian turunlah Harut dan Marut ke bumi sebagai manusia biasa. Keduanya turun di Babilonia, Persia untuk menjalani ujian dari Allah.

Tak lama setelahnya, Allah SWT menyuruh Bintang Zuhroh (bintang venus) untuk berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan menggoda keduanya.

Lantas wanita itu mendatangi Harut dan Marut untuk menggodanya. Sebagai manusia yang memiliki nafsu dan syahwat, keduanya terpesona dengan kecantikan Venus.

Merekapun menghendaki untuk mendapatkan Venus. Namun Venus tidak menerima cinta kedua malaikat itu kecuali jika keduanya mau mengucapkan kalimat-kalimat syirik.

Mendengar persyaratan ini Harut Marut langsung menolak, mereka berkata: Tidak! Selamanya kami tidak akan mengucapkankalimat-kalimat kufur.

Mendengar jawaban keduanya, Venus pun meninggalkan keduanya.

Lalu selang beberapa waktu Venus kembali menggoda Harut dan Marut.

Namun kali ini ia tidak lagi menyuruh keduanya untuk mengucapkan kalimat kufur. Karena ia tahu, mereka tidak akan menggadaikan imannya demi seorang gadis cantik.

Kini ia mencoba cara lain. Ia kini menemui Harut, Marut sambil menggendong anak kecil. Dan saat Harut dan Marut mengungkapkan perasaannya untuk yang kedua kalinya, dan keinginannya untuk menjadi pendamping Venus, ia lagi-lagi menolak.

Kali ini dia menyampaikan syarat untuk hidup bersamanya yaitu harus membunuh anak yang bersamanya.

Akan tetapi keduanya juga tidak mau menuruti keinginan gadis cantik itu. Mereka mengatakan: Tidak akan! Kami tidak akan membunuh orang tidak bersalah demi cinta.

Mendengar jawaban keduanya Venus pun pergi meninggalkan mereka.

Hingga akhirnya, Venus kembali menemui Harut dan Marut mencoba menggoda keduanya dengan cara yang lain. Kali ini ia mendatangi Harut dan Marut dengan membawa sebotol anggur.

Saat melihat Venus, meski telah diberikan syarat yang tidak sesuai norma syariah atas bukti cinta. Namun keduanya masih menyimpan rasa cinta. Harut, Marut tetap menginginkan gadis itu.

Mereka menyampaikan keinginannya untuk mempersunting Venus. Namun ia tetap menolak, dan menginginkan bukti cinta dari keduanya untuk melakukan syarat yang diajukan.

Kali ini Venus berjanji akan menerima jika mereka mau meminum wine (arak) yang sudah dipersiapkan. Mendengar syarat yang diajukan mereka akhirnya menerima syarat itu.

Mereka berdua lantas meminum sebotol anggur yang telah disiapkan sejak awal oleh Venus.

Hingga akhirnya saat keduanya mabuk, tanpa disadari keduanya berzinah dengan gadis itu. Bahkan lebih dari itu, dalam keadaan mabuk Harut dan Marut juga membunuh anak yang bersama gadis itu.

Kemudian, saat keduanya telah sadar, Venus berkata pada mereka: “Demi Alloh, apa yang kalian jauhi telah kalian langgar saat kalian mabuk.”

Hukuman untuk Harut dan Marut

أخبرنا أبو العباس أحمد بن المبارك بن سعد أنا جدي لأمي أبو المعالي ثابت بن بندار أنا أبو علي بن دوما أنا أبو علي الباقرحي أنا الحسن بن علويه أنا إسماعيل أنا إسحاق بن بشر عن جويبر عن الضحاك عن مكحول عن معاذ قال:
لما أن أفاقا جاءهما جبريل – عليه السلام – من عند الله – عز وجل – وهما يبكيان فبكى معهما وقال: لهما: ما هذه البلية التي أجحف بكما بلاؤها وشقاؤها؟.

” … Dari Muadz RA, beliau berkata: Setelah Harut dan Marut sadar, dan menangisi kesalahan yang telah dilakukan datanglah Jibril AS menemui keduanya. Lantas ia juga menangisi ujian yang menimpa keduanya.

Jibril AS lalu berkata: Cobaan macam apa yang telah kalian lalui? Yang membuat kalian menderita dan celaka.

Mendengar perkataan Jibril AS, keduanya hanya bisa menangis tanpa menjawabnya. Lalu Jibril AS kembali berkata: Ingat! Sesungguhnya Allah SWT telah memberi kalian dua pilihan.

  1. Dihukum di dunia, dan kelak di akhirat akan diserahkan pada kehendak Allah. Jika Ia menghendaki menghukum kalian maka kalian akan dihukum-Nya. Namun jika Ia menghendaki mengampuni kalian maka kalian akan dirahmati-Nya.
  2. Kalian akan dibiarkan di dunia. Namun menjalani hukuman di akhirat kelak.

فعلما أن الدنيا منقطعة وأن الآخرة دائمة وأن الله بعباده رؤوف رحيم. فاختارا عذاب الدنيا وأن يكونا في المشيئة عند الله.

“Mendengar perkataan Jibril, keduanya memilih agar dihukum di dunia dan di akhirat kelak tergantung kehendak Allah.

Pasalnya, karena mereka meyakini bahwa dunia tidak akan kekal lain halnya dengan akhirat. Dan mereka juga meyakini bahwa Alloh SWT senantiasa menyayangi dan mengasihi hamba-Nya sehingga kelak di akhirat keduanya akan dirahmati-Nya.”

Baca Juga: Asal mula tradisi bubur suro

Dimana Malaikat Harut dan Marut sekarang?

قال: فهما ببابل فارس معلقين بين جبلين في غار تحت الأرض يعذبان كل يوم طرفي النهار إلى الصيحة ولما رأت ذلك الملائكة خفقت بأجنحتها في البيت ثم قالوا: اللهم اغفر لولد آدم عجبا كيف يعبدون الله ويطيعونه على ما لهم من الشهوات واللذات!.

“Muadz RA juga menuturkan: Bahwa Harut, Marut sekarang berada di Babel, Persia. Mereka sedang menjalani hukuman. Keduanya digantung diantara 2 gunung, di dalam gua yang berada di dasar bumi. Keduanya selalu menjalani hukumannya sepanjang hari hingga nanti kiamat tiba.

Sejak kejadian ini para malaikat AS yang turun dan melihat keadaan Harut dan Marut mengepakkan sayap-sayapnya di Baitullah dan berdoa: Ya Rob, ampunilah keturunan Adam AS.

Mereka makhluk yang sungguh menakjubkan, bagaimana bisa mereka menyembah Alloh SWT dan mentaati perintah-Nya sementara mereka memiliki syahwat dan dikelilingi kenikmatan.”

Refrensi:

كتاب التوابين لابن قدامة الحنبلي

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related