Mengenal Macam Macam Ulumul Quran

Pengertian ulumul qur'an: Pexels

Macam-Macam Ulumul Quran – Pada dasarnya berbagai ilmu agama sudah ada semenjak Nabi-Nabi sebelum baginda Nabi Muhammad ﷺ. Berbagai ilmu keagamaan ini bersumber dari beberapa kitab ilahiyah yang diturunkan kepada para nabi AS. Ilmu semacam ini biasa dikenal dengan Ilmu Namus al A’dhom. Namus; Namus adalah sebutan untuk Malaikat yang ditugaskan untuk turun dengan membawa wahyu, Namus ini biasa kita kenal dengan sebutan Jibril AS.

Selain dikenal sebagai Ilmu Namus, juga dikenal dengan ilmu siyasah samawiyah (ilmu ajaran langit) atau ilmu masholih diniyah wa dunyawiyah (ilmu kemaslahatan agama dan dunia). Ilmu ini menjelaskan seputar hukum terkait wahyu yang diturunkan dan juga nubuwat para Nabi. Namun, kali ini kami hanya menuliskan tentang ilmu agama yang khusus pada wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Macam Macam Ulumul Quran

Ulumul Quran adalah klasifikasi beberapa ilmu yang pembahasannya berkaitan dengan Al Quran; wahyu yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Berikut ini adalah berbagai macam ruang lingkup ulumul Quran ditinjau dari segi cara menulis Al Quran, cara membaca Al Quran, dan cara memahami Al Quran beserta pengertian ringkasnya:

1. Ilmu Rasm

Diantara Ulumul Quran yang pertama adalah ilmu rasm, ilmu ini berkaitan dengan cara menulis Al Quran, berikut ini detailnya:

  • Pengertian ilmu rasm:

Ilmu rasm adalah ilmu yang pembahasannya seputar pengetahuan terhadap perbedaan metode penulisan Mushaf Utsmani (penulisan Mushaf yang digagas oleh Sayidina Utsman bin Affan RA) dengan metode penulisan qiyasi/imla (ejaan) sebagai contoh dalam penulisan “As sholat” penulisan rasm utsmani adalah “الصلوة” yang semestinya secara qiyasi atau teori ejaan ditulis dengan “الصلاة”.

  • Sasaran ilmu rasm

Sasaran pembahasan dan ruang lingkup ilmu rasm adalah seputar huruf-huruf dalam Mushaf Utsmaniyah, seperti penambahan huruf, pengurangan, penggantian huruf, dll.

  • Perintis ilmu rasm

Berbeda dengan rasm qiyasi yang dirintis pertama kali oleh Nabi Adam AS, dan kemudian diperbaiki di zaman Nabi Hud AS. Ilmu rasm utsmani dirintis oleh para sahabat Nabi yang menulis mushaf di zaman kekhalifahan Utsman RA dalam rangka menstandarkan tulisan, agar Mushaf yang beredar memakai tulisan yang sama.

  • Dasar pengambilan ilmu rasm

Adapun dasar pengambilan ilmu ini adalah Mushaf-Mushaf yang telah dikirimkan oleh Sayidina Utsman ke beberapa daerah

  • Keutamaan ilmu rasm

Keutamaan ilmu rasm sesuai dengan keutamaan sasarannya, sementara sasaran ilmu rasm adalah Al Quran yang mana seluruh ulama sepakat terhadap keutamaan Al Quran.

Hukum mempelajari ilmu rasm adalah fardhu kifayah

  • Faidah mempelajari ilmu rasm

Untuk menyamakan standar tulisan mushaf yang beredar

2. Ilmu Qiroah

Ulumul Quran, jika ditinjau dari cara membaca Al Quran maka disebut ilmu qiroah. Ilmu ini merujuk pada ilmu tajwid dan ilmu riwayat

3. Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid adalah ilmu yang menjelaskan seputar makhraj (tempat keluarnya huruf) dan cara membaca mad dan qoshor serta kadar panjang pendeknya bacaan mad, cara membaca tashil, tafkhim, tarqiq dll.

4. Ilmu Riwayat

Ilmu riwayat adalah salah satu dari ulumul quran yang membahas seputar pengetahuan tentang pengenalan rawi-rawi bacaan Al Quran dan juga biografi mereka.

5. Ilmu Tafsir

Ilmu tafsir merupakan bagian dari ulumul Quran yang pembahasannya adalah pemahaman makna Al Quran, dan cara memahami Al Quran. Hasil dari ilmu ini akan menjadikan seseorang mengetahui Naskh dan Mansukh, Asbabunnuzul dll. Bahkan seluruh ilmu terutama ilmu agama diambil dari ilmu tafsir.

  • Pengertian ilmu tafsir

Secara bahasa tafsir adalah menjelaskan atau menerangkan. Adapun tafsir secara istilah merupakan sebuah ilmu yang membahas tentang makna-makna dhohir dari Al Quran baik secara mufrodat (perkata) atau tarkib (susunan kalimat) dan juga hal-hal yang berkaitan terhadap al Quran seperti asbabun nuzul, naskh mansukh dll. Dengan demikian terjemah Al Quran bukanlah tafsir, sehingga menurut kebanyakan ulama syafiiyah tetap diharamkan memegang terjemah Al Quran dikala hadats, junub, atau haid namun diperbolehkan memegang tafsir ketika hadats dengan syarat kuantitas tafsir harus sama atau lebih banyak dari Al Quran. Baca juga: Larangan saat hadats

  • Obyek pembahasan tafsir

Seputar Al Quran

  • Perintis atau pengarang ilmu tafsir

Sebagian ulama berpendapat perintis ilmu tafsir adalah Nabi ﷺ, karena beliaulah yang pertama kali menafsiri Al Quran. Sebagian lagi berpendapat pelopor ilmu tafsir adalah Ibnu Abbas Ra, karena beliau yang pertama kali berbicara mengenai tafsir, bahkan kebanyakan tafsir dinukil darinya. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa perintis tafsir adalah Sayidina Ali RA, hal ini berdasarkan penuturan Ibnu Abbas:

ما اخذت علم التفسير الا من علي رضي الله عنه

“Aku tidak mengambil ilmu tafsir kecuali dari Ali ra.”

Meskipun perintis tafsir adalah Nabi ﷺ atau para sahabat (menurut beberapa versi) namun pembukuan ilmu tafsir mulai digalakkan pada zaman tabi’in. Sedangkan tafsir Ibnu Abbas yang banyak beredar sampai sekarang, bahkan diajarkan di pesantren-pesantren hanyalah nukilan para rawi atas tafsir versi Ibnu Abbas, dan bukan pembukuan langsung dari Ibnu Abbas ra.

  • Landasan ilmu tafsir

Untuk dasar pengambilan atau landasan ilmu tafsir adalah dari memahami bahasa arab, karena inilah seorang penafsir Al Quran harus benar-benar memahami bahasa arab serta susunan bahasa dan juga sastra arab, tidak bisa hanya berlandaskan terjemah. Selain bahasa arab, ilmu tafsir juga diambil berdasarkan pemahaman tarikh, siyar, ilmu hadits, juga fiqih, serta beberapa pengambilan yang lain.

  • Hukum belajar ilmu tafsir

Hukum mempelajari ulumul quran yang satu ini adalah fardhu kifayah.

  • Materi pembahasan ilmu tafsir

Mengenai topik, ilmu tafsir membahas seputar pemahaman asbabun nuzul, naskh, mansukh, surat makkiyah atau madaniyah dan pembahasan lain yang terkait.

  • Keutamaan ilmu tafsir

Sudah maklum sebagaimana keutamaan obyek pembahasannya, yaitu Al Quran. Selain itu, dalam hadits juga dijelaskan

من قرأ القران وأعربه فله بكل حرف خمسون حسنة

“Barangsiapa membaca Al Quran dan mengi’robinya (mengetahui maknanya) maka ditiap-tiap huruf ia akan mendapatkan 50 kebaikan.”

  • Manfaat dari belajar ilmu tafsir

Mengetahui hikmah dan hukum-hukum dari wahyu Allah yang telah diturunkan, agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Demikian mengenai pengertian singkat dan berbagai macam Ulumul Quran yang kami sadur dari karya Syekh Ibnu Ajibah RA.

Refrensi:

تفسير الفاتحة الكبير لابن عجيبة ط دار المنهاج ص ٤٣-٤٦