Menggabungkan Niat Puasa Rajab dan Hutang Puasa Ramadhan

Menggabungkan Niat Puasa Rajab

Niat Puasa Rajab dan Hutang Puasa Ramadhan – Bulan Rajab telah tiba, Bulan Haram yang selayaknya dimuliakan dengan melakukan berbagai amalan ibadah termasuk dzikir, doa-doa dan juga puasa. Dalam bulan ini sering kita temui kaum muslimin yang memanfaatkannya sebagai bulan untuk berpuasa, bahkan banyak juga yang menggabungkan Puasa Rajab dengan hutang Puasa Ramadhan, mengingat kehadiran Bulan Rajab berarti kehadiran Bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

Namun kendalanya, bagaimana cara pelaksanaa menggabungkan 2 puasa; hutang Puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab, apakah dengan cara meniati 2 puasa dalam satu rangkaian ibadah puasa? Simak penjelasan Syekh Abi Bakar Syatha ad Dimyati dalam Syarah Fathul Muin berikut ini.

اَلصَّوْمُ فِي الْأَيَّامِ الْمُتَأَكَّدِ صَوْمُهَا مُنْصَرِفٌ إِلَيهَا، بَلْ لَوْ نَوَى بِهِ غَيْرَهَا حَصَلَتْ إلخ: زَادَ فِي الْإِيْعَابِ وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى الْبَارِزِى بِأَنَّهُ لَوْ صَامَ فِيْهِ قَضَاءً أَوْ نَحْوَهُ حَصَلَا، نَوَاهُ مَعَهُ أَوْ لَا

“Puasa yang dilakukan dalam hari-hari yang sangat dianjurkan untuk melakukan puasa secara otomatis akan menjadi puasa sunnah yang dianjurkan di hari-hari tersebut, bahkan seandainya seseorang meniati puasanya untuk selain kesunnatan puasa hari itu, dia akan mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut1.

Dalam kitab al-I’ab ada sebuah tambahan, dari kesimpulan tersebut, Imam al-Barizi berfatwa bahwasanya apabila seseorang berpuasa Qadha’ (mengganti hutang Puasa Ramadhan) atau lainnya di hari-hari yang disunnahkan untuk berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapatkan, baik dia meniati keduanya atau hanya meniati puasa qadha’. [Lihat: I’anah at-Thalibin karya Abu Bakar Syato ad-Dimyati II/224]

Selaras dengan Syekh Abu Bakar Syatha, Sayyid Abdurrahman al-Masyhur juga menegaskan penjelasan yang hampir sama dalam kitabnya Bughyah al-Mustarsyidin:

ظَاهِرُ حَدِيْثٍ وَاَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالَ وَغَيْرِهِ مِنَ الْأَحَادِيْثِ عَدَمُ حُصُوْلِ السِتِّ اِذَا نَوَاهَا مَعَ قَضَاءِ رَمَضَانَ، لَكِنْ صَرَّحَ ابْنُ حَجَرَ بِحُصُوْلِ اَصْلِ الثَّوَابِ لِإِكْمَالِهِ اِذَا نَوَاهَا كَغَيْرِهَا مِنْ عَرَفَةَ وَعَاشُوْرَاءَ بَلْ رَجَّحَ (م ر) حُصُوْلَ اَصْلِ ثَوَابِ سَائِرِ التَّطَوُّعَاتِ مَعَ الْفَرْضِ وَإِنْ لَمْ يَنْوِهَا

“Tekstual hadis (dalam sabda Nabi ﷺ) “mengikutinya dengan berpuasa enam hari di Bulan Syawal” dan hadis-hadis yang semisal mengindikasikan bahwa pahala puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal tidak bisa diperoleh jika niatnya digabung dengan Qadla’ Ramadhan.

Akan tetapi Imam Ibnu Hajar ra menegaskan bahwa pahala keduanya tetap didapatkan jika puasa sunahnya diniati juga, sebagaimana pada puasa Arafah dan Asyura. Bahkan Imam ar-Ramli menganggap unggul pendapat yang mengemukakan bahwa semua puasa sunah yang digabungkan dengan puasa fardu (Qadla’) tetap akan diperoleh pahalanya meskipun dia tidak meniati puasa sunnah.” (Lihat: Bughyah al-Mustarsyidin karya Sayid Abdurrahman al-Masyhur h. 186)

Dengan demikian, menggabungkan 2 puasa, Qadla’ Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab hukumnya adalah sah dan pahala keduanya bisa diperolej, baik keduanya diniati atau niat niat puasa Qadla’ Ramadhan saja tanpa berniat puasa sunah Rajab.

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu Shouma Ghodin ‘An Adaa-i Sunnatirojabin lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk melakukan kesunnatan (puasa) Rajab, karena Allah ta’ala.

Catatan: Bacaan niat puasa Rajab semacam ini jika dilakukan di malam hari, jika dia memulai niat setelah pagi hari maka bacaan niatnya adalah:

نَوَيْتُ الصَوْمَ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitusshauma ‘An Adaa-i sunnatirojabin lillahi taala

Artinya: Aku niat puasa untuk melakukan kesunnatan Rajab, karena Allah.

Catatan kaki:

  1. Seperti contoh seseorang berpuasa melakukan puasa sunnah senin-kamis di bulan rajab, meski dia hanya berniat melakukan puasa sunnah senin kamis, dia akan mendapat pahala puasa sunnah senin-kamis dan juga pahala puasa rajab meskipun pada waktu niat dia tidak berniat untuk puasa rajab