Menyembelih Kurban di Area Masjid, Bolehkah?

Menyembelih Kurban di Area Masjid, Bolehkah?

Dalam pembahasan sebelumnya (baca: Tempat penyembelihan hewan yang paling baik adalah) dijelaskan bahwa tempat yang sunnah digunakan untuk menyembelih kurban adalah tempat dimana jamaah sholat hari raya idul adha dilaksanakan.

Namun yang jadi masalah, bagaimana jika jamaah Idul Adha dilakukan di masjid, apakah sunnatnya juga melaksanakan penyembelihan di area sekitaran masjid?. Mengingat hal ini sering terjadi di masyarakat, bahkan sudah menjadi adat kebiasaan muslimin di bumi nusantara ini.

Menanggapi masalah ini tentu harus dipahami dulu bahwa lahan di sekitar masjid seperti kolam, tanah lapang termasuk bagian dari masjid atau bukan.

Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur Baalawi menegaskan dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin mengenai persoalan lahan yang berada di sekitar masjid:

مسألة : ب : ليست الجوابي المعروفة وزواياها من رحبة المسجد ولا حريمه ، بل هي مستقلة لما وضعت له ، ويستعمل كل على ما عهد فيه بلا نكير ، ومن ذلك البول في مضاربها ومكث الجنب فيهما ، ولا تحتاج إلى معرفة نص من واقفها ، إذ العرف كاف في ذلك ، ويجوز الاستنجاء وغسل النجاسة الخفيفة منها ، وأما الممرّ من المطاهر إلى المسجد فما اتصل بالمسجد مسجد ، وما فصل بينهما بطريق معترضة فلا ، وأطلق ابن مزروع عدم المسجدية فيه مطلقاً للعرف.

بغية المسترشدينن

“Kolam-kolam dan pojokannya yang berada di sekitaran masjid bukanlah termasuk bagian dari serambi dan pelataran masjid. Akan tetapi tempat tersendiri yang dibangun dengan tujuan lain. Dan setiap orang boleh memanfaatkan dengan pemanfaatan yang sesuai dengan pembangunannya tanpa ada yang mengingkari, diantaranya adalah kencing, mensucikan najis, istinja’ dll. Dan dalam hal ini tidak dibutuhkan untuk mengetahui keterangan dari orang yang mewakafkan. Karena kebiasaan sudah mencukupi untuk memperbolehkan. Adapun jalanan dari tempat bersuci menuju masjid, maka yang sambung dengan masjid termasuk bagian dari masjid, dan jalan yang terpisah bukan bagian dari masjid. Dan Ibn Mazru’ memutlakkan bahwa area-area tersebut bukanlah masjid. Hal ini karena sudah berlaku secara umum ” (Bughyah al-Mustarsyidin, hlm. 63)

Melihat penjelasan Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur Baalawi di atas, bisa dikatakan bahwa area sekitaran masjid yang biasa digunakan menyembelih kurban bukanlah bagian dari masjid sehingga diperbolehkan menggunakannya untuk menyembelih kurban. Bahkan hal ini termasuk sunnah, mengingat umumnya pelaksanaan sholat Idul Adha adalah masjid. (Baca “tempat yang sunnah digunakan menyembelih kurban.“)

Untuk dalil kesunnatan menyembelih kurban di tempat berkumpulnya jamaah sholat Idul Adha adalah:

“روى البخاري في صحيحه (5232) عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يذبح وينحر بالمصلي.”
“Ibn Umar RA berkata: Bahwasanya Rosululloh SAW menyembelih kurban di musholla (tempat berkumpulnya jamaah sholat hari raya).”

الفقه المنهجي

Namun, yang perlu diperhatikan proses penyembelihan hewan kurban di sekitar masjid tidak diperbolehkan sampai mengganggu tujuan pemanfaatan asli masjid, seperti menghilangkan kekhusyukan orang sholat yang disebabkan bau yang menyengat, mengotori masjid dan lain sebagainya.

والله أعلم باصواب

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related