Pengertian dari Serat Alam, Sejarah dan Jenisnya

Pengertian dari serat alam

Keanekaragaman spesies makhluk hidup dan ekosistem yang ada di daratan dan lautan menjadikan Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.

Demikian itu, menunjukkan jika keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki oleh bumi Indonesia begitu tinggi. Keberadaan geografis Tanah Air kita sendiri juga sudah mampu menyumbangkan berjuta-juta keuntungan terhadap kelangsungan hidup masyarakat di hampir seluruh Indonesia.

Tuhan Yang Maha Esa sendiri telah memberikan berbagai anugerah kekayaan alam yang beragam dengan berbagai macam bentuk dengan berbagai macam keunikan. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang menjadi makhluk ciptaan-Nya, wajib mensyukuri atas karunia yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita semua.

Manusia yang mau bersyukur ialah manusia yang akan selalu bisa menerima segala bentuk pemberian dari Tuhan dengan rasa sukacita dan apresiasi yang mendalam dengan cara mengekspresikan melalui berbagai tindakan. Tak pernah mengeluh dan menyesal terhadap apapun yang telah diberikan.

Memang, salah satu contoh nyatanya adalah di Indonesia yang memiliki jutaan kekayaan berlimpah ruah. Kekayaan alam inilah yang nantinya mampu menghasilkan begitu banyak bahan alam yang tentu bisa dimanfaatkan sebagai salah satu kreasi produk kerajinan yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Sementara itu, apabila kita lihat secara mendalam dan secara lebih luas, produk kerajinan Indonesia itu sendiri sudah dikenal luas di berbagai belahan dunia dengan bentuk yang begitu beragam, kreatif, inovatif serta selalu berkembang mengikuti perubahan zaman untuk memenuhi setiap kebutuhan dan perkembangan teknologi yang kini sudah kian maju.

Maka dari itu, di mata dunia Indonesia telah dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat melalui proses yang jauh lebih rumit dan kreatif dengan mengandalkan keterampilan tangan, bukan hanya mengandalkan bantuan mesin saja.

Ada juga budaya, yang menjadi hasil dari kreatifitas olah rasa dan karsa dari manusia. Kekayaan budaya Indonesia menjadi salah satu modal awal munculnya beraneka ragam produk kerajinan yang sangat kreatif. Produk kerajinan ini diantaranya berasal dari bahan alam yang banyak tersebar di berbagai penjuru bumi Indonesia.

Maka dari itu, produk kerajinan yang dihasilkan dari setiap daerah di Indonesia mempunyai khasnya tersendiri atau khasnya masing-masing. Semenjak dahulu kala, masyarakat Indonesia sudah menggunakan berbagai produk kerajinan alam sebagai sarana untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Saat ini, kerajinan tangan dari kreativitas masyarakat sudah semakin berkembang dalam masalah fungsinya, yang mana kerajinan-kerajinan itu bisa digunakan sebagai hiasan, baik itu interior maupun eksterior.

Pengertian Serat Alam

Pengertian dari serat alam adalah suatu jenis bahan yang berupa sebuah potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat alam yang paling sering dijumpai ialah serat (fiber) yang ada pada kain.

Material serat ini sendiri terbilang sangat penting dalam hal ilmu biologi, baik itu hewan maupun tumbuhan yang menjadi pengikat di dalam tubuh. Manusia menfungsikan bahan serat ini untuk banyak hal, baik itu untuk digunakan membuat tali, kain atau kertas.

Serat bisa digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :

  • Serat alami
  • Serat sintetis (serat buatan manusia)

Serat sintetis, karena hasil serat bikinan manusia maka sangat mudah diproduksi dengan murah dalam jumlah yang cukup besar. Akan tetapi, serat sintetis memiliki banyak kekurangan dibanding serat alami yang memiliki berbagai macam kelebihan, terlebih dalam masalah kenyamanan dalam pemakaian.

Sementara itu, jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serat adalah suatu material atau bahan yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah memanjang. Contohnya serat kapas yang memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).

Istilah serat juga sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, hingga tekstil. Sayuran dan buah-buahan menjadi makanan yang memilik kandungan serat yang tinggi dan tentunya sangat baik untuk sistem pencernaan tubuh. Tak hanya itu saja, serat juga bisa dipergunakan sebagai salah satu material baku tekstil.

Serat sebagai material tekstil itu merupakan serat yang biasa digunakan untuk diaplikasikan pada tekstil. Serat adalah bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang serta pembuatan kain. Sebagai bahan baku pada pembuatan benang dan kain tersebut, peranan yang sangat penting dan vital dipegang oleh serat.

Sifat serat tentunya akan mempengaruhi sifat dari benang maupun kain yang akan dihasilkan, baik itu dari pengolahan yang diproses secara mekanik ataupun pengolahan secara kimia.

Bahan baku tekstil ini adalah bahan pembuat pakaian dan kebutuhan yang lain. Sementara itu, untuk pembahasan artikel kali ini, yang akan dipelajari ialah mengenai bahan serat yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan tekstil, bukan serat untuk bahan baku yang lain.

Sejarah Serat Alami

Konon, bahan serat alam dikenal oleh manusia semenjak ribuan tahun sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa serat alam sudah digunakan manusia semenjak tahun 2.640 SM.

Hal ini terbukti dengan penemuan di negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam di Cina. Cina sejak dahulu kala sudah mampu menghasilkan serat sutera. Cina begitu tertarik dengan kain berbahan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, yang mana bahan ini diolah untuk menjadi benang yang kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan produk tekstil.

Tidak hanya serat ulat sutera saja, bahan serat alam yang lain itu berupa kapas. Pada tahun 1.540 SM, di India sudah berdiri industri kapas.

Dalam perkembangannya, bahan serat alam yang dipergunakan di berbagai negara lain, seperti pembuatan bahan dari serat flax yang pertama kali digunakan di Swiss tepat di tahun 10.000 SM dan serat wol yang mulai digunakan oleh masyarakat di Mesopotamia di tahun 1.000 SM.

Selama ribuan tahun lamanya, bahan serat flax, wol, sutera, hingga serat kapas sudah melayani berbagai macam bentuk kebutuhan masyarakat paling banyak sepanjang masa. Barulah semenjak awal abad ke-20 mulai diperkenalkan serat sintetis atau serat buatan. Hingga saat ini, sudah bermacam-macam jenis serat sintetis yang telah diproduksi.

Jika kita perhatikan lebih detail, produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun bisa dibilang cukup stabil. Akan tetapi, persentase terhadap seluruh produksi bahan serat tekstil kian lama kian menurun, mengingat terjadinya kenaikan produksi bahan serat buatan yang saat ini kian tinggi dengan harga yang lebih murah.

Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ketersediaan bahan serat alam yang begitu terbatas. Karena dalam memproduksi bahan serat alam juga dibutuhkan iklim yang tentunya harus mendukung.

Apabila material serat alam ini diproduksi secara terus-terusan, maka tidak menutup kemungkinan dapat mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan produk bahan serat alam, maka semakin mahal pula masalah biaya produksinya. Tentu, hal ini akan menyebabkan meningkatnya harga jual produk yang ada di pasar. 

Jenis-jenis Serat

1. Serat Alami

Serat alami meliputi berbagai jenis serat yang dihasilkan oleh tumbuhan, hewan dan juga proses geologis. Jenis serat ini juga memiliki sifat yang bisa mengalami pelapukan.

Sementara itu, serat alami juga masih bisa digolongkan ke dalam :

  1. Serat pangan atau serat tumbuhan. Biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa dan kadang-kadang mengandung pula yang namanya zat kayu atau lignin. Contoh dari serat jenis ini adalah katun dan juga kain ramie. Serat tumbuhan juga sering digunakan sebagai bahan baku pembuat kertas serta tekstil. Serat tumbuhan juga sangat penting untuk nutrisi manusia.
  2. Serat kayu. Serat yang berasal dari batang tanaman yang berkayu.
  3. Serat hewan. Pada umumnya, tersusun dari protein tertentu. Contoh dari serat jenis ini yang biasa dimanfaatkan oleh manusia saat ini ialah serat ulat (sutra) dan serat bulu domba (wol).
  4. Serat mineral. Pada umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini, asbestos menjadi salah satunya mineral yang secara alami terdapat pada bentuk serat memanjang.

2. Serat Sintetis

Serat sintetis atau serat dari bahan bikinan manusia pada umumnya berasal dari bahan petrokimia. Akan tetapi, ada juga serat buatan yang dibuat dari selulosa alami, sebagai contoh rayon.

Serat Mineral

  • Kaca serat atau fiberglass, yang biasa dibuat dari kuarsa
  • Serat logam bisa dibuat dari bahan logam yang duktil, seperti emas, perak, atau tembaga
  • Serat karbon

Serat Polimer
Serat polimer menjadi bagian dari bahan serat sintetis. Pembuatan serat jenis ini dengan melalui proses kimia. Bahan yang paling umum digunakan dalam pembuatan serat polimer, seperti :

  • Polymida nilon
  • PET atau PBT poliester, digunakan untuk membuat botol plastik
  • Fenol-formaldehid (PF)
  • Serat polivinyl alkohol (PVOH)
  • Serat polivinyl khlorida (PVC)
  • Poliolefin (PP dan PE)
  • Polyethylene (PE)
  • Elastomer, digunakan untuk membuat spandex
  • Poliuretan 

Referensi:

Wikipedia


Pencarian Terkait:

sebutkan serat alam yang berasal dari hewan