Pengertian Ihsan, Macam dan Dalilnya

Pengertian Ihsan, Macam dan Dalilnya

merupakan pondasi penting dalam bangunan selain rukun dan islam. Ihsan juga menjadi rangkaian dari iman dan islam. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang menyempurnakan keislaman seseorang.

 

Pentingnya Ihsan sangat jelas terlihat dengan seringnya muncul kata-kata Ihsan berikut turunan katanya pada Al-Qur’an dan juga hadits.

 

Untuk itu, bagi seorang Muslim tentu harus mengetahui pengertian Ihsan dan dalilnya sebagaimana ia wajib belajar tentang sifat wajib Allah sifat mustahil dan jaizNya.

 

Pengertian Ihsan Menurut Bahasa dan Istilah

 

Kata ihsan dari sisi bahasa artinya berbuat kebaikan. Kata Ihsan merupakan lawan dari isa’ah yang bermakna berbuat buruk atau jahat.

 

Macam-macam Ihsan

 

Secara garis besar Ihsan menurut istilah terbagi menjadi 2, yaitu:

 

  1. Ihsan kepada Allah al Khaliq

 

Cara berlaku Ihsan kepada Allah, maknanya adalah kamu menyembah Allah seolah olah kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu. Pengertian ini merujuk pada hadits tentang Ihsan yang diriwayatkan Abi Hurairah ra.

 

قال: ما الإحسان؟ قال: أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

 

as bertanya: Apa itu Ihsan? Nabi ﷺ menjawab:maknanya adalah kamu menyembah Allah seolah olah kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu.

 

Dinukil dari kitab Tanwirul Qulub, Imam Jalaluddin al Mahally menjelaskan bahwa ihsan dalam beribadah kepada Allah maknanya beribadah kepada allah seolah-olah merasa selalu dipantau oleh Allah, sehingga semua ibadah yang ia lakukan semakin sempurna, baik dari segi keikhlasan atau yang lain.

 

Dengan demikian Ihsan kepada Allah SWT akan menjauhkan pelakunya dari perbuatan riya’ dalam beribadah, ujub dan perkara-perkara yang merusak nilai ibadah serta menghilangkan nilai ikhlas semata-mata karena Allah.

 

  1. Ihsan dalam hak makhluk

 

Ulama bermadzhab Hambali, Abdurrahman bin Nashir as Sa’di dalam kitabnya Bahjatu Qulubil Abrar menyatakan: makna ihsan dalam hak makhluk adalah memberikan kemanfaatan (kebaikan) pada semua makhluk sesuai dengan porsinya masing-masing, termasuk motif yang mendorong untuk berlaku ihsan.1

 

Ihsan dalam hak makhluk secara umum, baik pada sesama manusia, jin, binatang bahkan terhadap alam menjadi suatu keharusan bagi setiap Muslim.

 

Sebagai contoh Ihsan dalam hak jin adalah tidak menyakiti perasaan mereka dengan melakukan istinja’ menggunakan media kotoran binatang karena kotoran merupakan salahsatu makanan jin. Hal ini sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits tentang pertemuan beliau dengan para jin.

 

Contoh cara berlaku ihsan kepada binatang yang boleh dimakan yaitu menyembelihnya dengan menggunakan pisau yang tajam.

 

Sedangkan Ihsan kepada sesama manusia, baik itu orang tua, tetangga, anak yatim maupun pekerja atau karyawan, yaitu dengan cara bersikap dan memperlakukan mereka sesuai dengan hak-haknya.

 

Sebagai contoh Ihsan kepada orang tua yaitu berbakti dan mentaati segala perintahnya yang tidak berlawanan dengan syariat.

 

Ihsan dengan tetangga dengan cara tidak menyakiti mereka, bersabar atas perilaku jelek mereka, menjenguk mereka ketika sakit, dsb. Hal ini juga berlaku dengan teman atau sahabat kita.

 

Untuk contoh Ihsan kepada anak yatim adalah dengan menyantuni dan mengasihi mereka. Sedangkan contoh Ihsan kepada karyawan atau pekerja adalah dengan memberikan gaji mereka dengan sesuai, tidak membebani mereka dengan pekerjaan berat yang tidak mampu mereka kerjakan.

 

Meski Ihsan kepada makhluk memiliki arti dan implementasi yang sangat luas akan tetapi semua itu pasti akan tercover dengan cara berlaku Ihsan kepada Allah.

 

Karena bagaimanapun juga dengan Ihsan muraqabah kepada Allah (merasa dipantau oleh Allah) niscaya kita akan menjaga diri dari segala larangan-laranganNya, termasuk larangan Allah, berbuat buruk kepada orang tua, saudara, teman, guru, murid, karyawan, anak yatim bahkan terhadap binatang dan alam sekitar.

 

Hal ini sebagaimana yang terdapat pada kitab Tanwirulqulub:2

 

ثم اعلم ان اهل مقام الاحسان لا يتصور منهم معصية ما داموا في مقام الاحسان

 

Artinya: Kemudian.. ketahuilah bahwa sesungguhnya ahli maqom Ihsan (orang yang berlaku Ihsan kepada Allah swt) tidak akan keluar darinya sebuah kemaksiatan selama mereka dalam perilaku Ihsan.

 

Dengan demikian, selama kita bisa berlaku Ihsan kepada Allah maka tidak akan terjadi bullying, ghibah, adu domba, hoaks dan segala hal yang menjadi laranganNya.

 

Itulah arti Ihsan menurut para ulama ASWAJA, semoga bermanfaat dan menjadikan kita selalu mendapat taufiqNya untuk berperilaku Ihsan kepada Allah dan makhlukNya. Wallohu A’lam

 

Referensi & link pembelian:

  1. ((بهجة قلوب الأبرار)) للسعدي (204- 206)
  2. تنوير القلوب ٨٧ الهداية
Posting Terbaru

Related Articles

Related