Pengertian Puasa, Hukum dan Hikmah

Pengertian puasa ramadhan

Puasa adalah amal ibadah yang bersifat rahasia antara seorang hamba dan Rabbnya, selain itu puasa melatih kejujuran dan juga kesabaran. Inilah yang menjadikan ibadah puasa lebih istimewa dibanding amaliah ibadah yang lain. Berikut ini adalah pembahasan tentang arti puasa menurut bahasa dan istilah, hukum meninggalkan puasa Ramadhan dan juga hikmah puasa Ramadhan.

Pengertian Puasa Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari suatu perkara, baik itu ucapan atau makanan. Dalil makna puasa adalah menahan diri dari sesuatu yaitu firman Allah yang menceritakan kisah sayidah Maryam binti Imran:

 إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْماً [مريم: ٢٦]

“Aku bernadzar kepada Allah yang Rahman untuk menahan diri dari berkata.” [QS Maryam 26]

Sedangkan pengertian puasa menurut istilah syara adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari fajar sampai dengan terbenamnya matahari yang disertai niat.

Sejarah Disyariatkan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan sejak bulan Sya’ban pada tahun kedua Hijriah. Sebelumnya ibadah puasa sudah dikenal dan dijalankan oleh umat-umat terdahulu. Dalam hal ini Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

 البقرة: ١٨٣

“Wahai orang-orang beriman telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” [QS al Baqarah 183]

Meski kewajiban berpuasa sudah pernah dibebankan pada umat sebelum kita, namun kewajiban puasa Ramadhan hanya ada pada umat Muhammad ﷺ.

Dalil Disyariatkan Puasa Ramadhan

Dalil diwajibkannya puasa Ramadhan adalah firman Allah:

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ 

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk manusia dan berbagai penjelasan dan pembeda antara perkara haq dan bathil. Maka barangsiapa mendapati bulan Ramadhan, berpuasalah.”

Sementara dalil hadits tentang Ramadhan adalah:

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، والحج، وصوم رمضان

رواه البخاري (٨) ومسلم (١٦) وغيرهما

Artinya: Islam dibangun atas 5 rukun, bersaksi (meyakini) bahwa tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah, dan nabi Muhammad ﷺ adalah utusanNya, menjalankan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan.

Selain itu hadits tentang puasa Ramadhan adalah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim yang menceritakan seorang A’raby yang bertanya pada Nabi ﷺ tentang apa saja puasa yang diwajibkan, kemudian dijawab oleh Nabi ﷺ: puasa Ramadhan.

Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur

Karena puasa Ramadhan termasuk salah satu rukun Islam dan menjadi ibadah yang mana kewajibannya merupakan sesuatu yang diketahui secara pasti dalam Islam maka hukum mengingkarinya adalah murtad serta menjadikannya keluar dari Islam. Sehingga wajib diberlakukan hukum-hukum orang murtad seperti disuruh bertobat, dan lain sebagainya.

Hukum ini berlaku jika memang orang yang ingkar bukan termasuk orang yang baru saja mengenal Islam, serta bukan orang yang jauh dari ulama.

Adapun hukum orang meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa udzur dan tanpa mengingkari kewajiban puasa Ramadhan atas dirinya seperti orang yang sengaja meninggalkan puasa ramadhan tanpa udzur, namun dia tetap meyakini bahwa puasa Ramadhan adalah sebuah kewajiban. Maka orang semacam ini termasuk orang fasik yang tidak sampai keluar dari Islam.

Hikmah dan Manfaat Puasa Ramadhan

Sebelum menginjak pembahasan tentang hikmah puasa dan manfaatnya, sudah sepantasnya seorang Muslim mengetahui bahwa puasa Ramadhan adalah sebuah ibadah sehingga dalam menjalankan puasa dia lebih mengedepankan nilai taat pada perintah Allah daripada mengambil hikmah dan manfaat puasa.

Tidak diragukan lagi bahwa semua ibadah dan perintah Allah pasti mengandung nilai-nilai hikmah dan manfaat bagi seorang hamba. Meski kadang kita tidak mengetahui secara pasti apa hikmah dibalik perintahNya.

Untuk itu berikut ini adalah sebagian hikmah dan manfaat puasa yang sering disampaikan para ulama:

  1. Puasa dapat mengingatkan kepada Allah

Hal ini dikarenakan orang yang berpuasa akan melalui hari-harinya dalam keadaan lapar dahaga, sehingga nafsu akan selalu mengajaknya untuk makan dan minum. Akan tetapi puasa wajib yang dijalani membuat seseorang selalu merasa dipantau oleh Allah sehingga dia tidak berani melanggar perintahNya.

  1. Mengisi bulan mulia dengan berbagai macam ibadah

Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah dari beberapa bulan dalam setahun. Dalam bulan ini Allah menginginkan agar hamba-hambaNya mengisinya dengan beraneka macam taat dan ibadah, dan hal ini menjadi lebih mudah jika dilakukan dalam keadaan berpuasa. Sehingga seorang hamba bisa menjalankan hak-hak bulan suci dengan lebih mudah.

  1. Puasa menjernihkan hati dan pikiran

Selalu merasakan kenyang berpotensi menjadikan seorang Muslim memiliki hati yang keras dan mudah mengikuti keinginan syahwatnya, sehingga sangat mudah membuatnya terjerumus dalam dosa. Tentu hal ini berlawanan dengan karakter kepribadian seorang Muslim. Dengan demikian disyariatkannya puasa Ramadhan diharapkan bisa membendung kerasnya hati sehingga hati seseorang menjadi lebih lembut dan lunak.

  1. Menumbuhkan rasa kasih sayang

Hikmah dan manfaat puasa menurut Islam yang ke-4 adalah menumbuhkan rasa saling mengasihi antar sesama Muslim. Mengasihi sesama manusia akan sangat sulit tanpa tumbuhnya rasa empati. Dengan diwajibkan berpuasa rasa empati orang-orang kaya kepada orang miskin dan dhuafa akan terbentuk, karena dia telah merasakan sendiri bagaimana rasanya kelaparan dan hidup serba kekurangan sehingga dia akan lebih mudah berbagi rezeki dan kebahagian kepada saudara-saudara sesama Muslim yang tidak mampu.

Referensi:

الفقه المنهجي على مذهب الامام الشافعي