Penyebab dan Ciri – Ciri Anak Autis serta Cara Mengatasinya

Penyebab dan Ciri - Ciri Anak Autis serta Cara Mengatasinya

Penyebab dan Ciri – Ciri Anak Autis serta Cara Mengatasinya – Bagi semua orang tua, mereka menginginkan anaknya bisa tumbuh dengan sehat dan normal, namun kadang anak – anak menderita kelainan yang tidak diinginkan oleh orang tua seperti halnya gangguan perkembangan mental penyebab anak autis.

Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan kelainan dalam perkembangan sistem saraf sehingga mereka tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan seperti anak normal lainnya. Anak autis cenderung berpikiran bahwa mereka tidak memiliki teman dan hidup sendiri dengan dunia yang berbeda. Dalam karakteristiknya, anak autis sulit untuk membina hubungan sosial dan komunikasi dengan orang lain serta sulit untuk memahami perasaan dan emosi orang lain.

Memang sulit untuk memperkirakan ciri – ciri autis pada anak dan anda perlu mengetahui ciri – ciri dari anak autis itu sendiri, pasalnya ciri – ciri anak autis biasanya baru diketahui oleh orang tua pada saat anak sudah berumur 3 tahun.

Hal ini bisa diketahui lebih dini dari umur tersebut karena pada dasarnya gejala sudah dapat diketahui saat anak mencapai umur 2 tahun supaya jika benar mengidap autis maka dapat ditangani lebih awal dengan cara pergi ke dokter untuk berkonsultasi dan menghindari hal yang lebih fatal lagi.

Ingat bahwa autisme bukanlah suatu gangguan kejiwaan, namun hal tersebut terjadi karena ada gangguan pada otak sehingga otak tidak bisa berfungsi secara normal.

Ciri – Ciri Anak Autis

Secara umum ciri – ciri anak autis adalah sebagai berikut:

  • Sulit untuk bersosialisasi dengan anak lainnya
  • Jarang sekali melakukan kontak mata terhadap lawan bicara
  • Tertawa tidak sesuai dengan tempatnya
  • Lebih suka menyendiri karena sifatnya yang suka menjauhkan diri
  • Adanya ketertarikan dengan benda kesukaan secara berlebih
  • Tidak peka terhadap rasa sakit
  • Suka mengotak atik benda kesukaannya
  • Hiperaktif atau malah bisa jadi pendian
  • Tidak suka dipeluk oleh orang tua ataupun oleh orang lain
  • Suka mengulang ulang kata yang diucapkan
  • Suka memakai isyarat daripada memakai kata- kata
  • Terkadang suka mengamuk dan suka menunjukkan raut muka sedih tanpa ada alasan yang jelas

Penyebab Autisme Pada Anak

Berikut ini beberapa fakta penyebab anak autis

1. Faktor Keturunan
Penderita autis biasanya disebabkan oleh faktor keturunan. Kemungkinan 1- 20 kali lebih besar daripada keluarga yang tidak mempunyai riwayat autis.

2.  Usia Ibu Hamil
Semakin tua orang tua yang mengandung, maka semakin banyak mempunyai resiko untuk mangandung anak autis. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dalam usia 40 tahun 50% lebih beresiko mempunyai anak autis daripada ibu hamil pada usia 20- 29 tahun.

3. Obat- obatan
Obat- obatan sejenis thalidomide memang bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah saat kehamilan, namun obat- obatan ini akan berpengaruh terhadap perkembangan janin yang akan beresiko mempunyai anak autis.

4. Perkembangan Otak Anak
Ketidakseimbangan pada neurotransmitter, serebal korteks, dan cerebellum pada otak adalah faktor utama penyebab anak autis dan gangguan mental anak.

Anak autis tidak mudah untuk bersosialisasi namun bukan berarti mereka adalah anak yang bodoh. Bila anak anda termasuk anak autis, anda tidak boleh pasrah dan berdiam diri saja serta mengatakan inilah takdir karena anda juga bisa melakukan perubahan pada anak anda.

Cara Mengatasi Anak Autis

Sebagai orang tua anda bisa memberikan yang terbaik bagi anak karena mereka autis. Anda adalah tempat mereka mempelajari sesuatu untuk pertama kalinya. Anda bisa mengajari anak autis semudah mungkin agar mereka bisa menerima apa yang anda berikan. Jika mereka bisa mempelajari apa yang anda ajarkan mereka akan mengingat dan tetap mengingat apa yang anda berikan tersebut. Hal lain untuk menangani anak autis adalah dengan memilih sekolah yang terbaik bagi mereka.

Dengan memilih sekolah untuk penyandang autis, anak akan belajar lebih baik dan bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya.

Selain pendidikan formal seperti sekolah, anak autis juga bisa diberikan pelajaran bermusik agar mereka bisa lebih berkonsentrasi. Berikan pengenalan terhadap nada-nada dasar, kemudian jika anak sudah hafal baru anda memberikan materi musik seperti pianolakukan juga sandiwara seperti anda sedang bertelefon dengan anak.

Dengan demikian anak autis bisa lebih berkonsentrasi dan bisa berinteraksi dengan lingkungannya. Memiliki anak autis bukan berarti anda harus minder dan malu, justru anda yang harus rajin agar mereka bisa lebih baik dari anak – anak yang normal.

Tips untuk orang tua yang mempunyai anak autis

  • Latihlah kemandirian anak untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tentunya sesuai dengan kemampuan anak
  • Bantulah anak anda untuk mendapatkan teman main
  • Sebaiknya berilah kamar tidur khusus untuk anak, jangan biasakan anak tidur bersama orang tua

0 Komentar

Penulis: Anjumi Baasyaiban

Kategori

Related Articles

Related