Penyebab Tidak Menstruasi

Penyebab Tidak Menstruasi

Siklus menstruasi merupakan serangkaian perubahan pada tubuh wanita dalam mempersiapkan kehamilan. Namun bukan berarti jika tidak mengalami haid atau menstruasi terlambat, seorang wanita otomatis sudah dipastikan hamil. Menstruasi terlambat juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti stres, merokok, terserang penyakit tertentu, hingga efek samping kontrasepsi hormonal.

Siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda. Lama siklus menstruasi yang normal adalah 21-35 hari, dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini, sampai dengan hari pertama menstruasi berikutnya. Siklus haid pada umumnya sama setiap bulannya, namun ada juga saat-saat di mana wanita mengalami terlambat haid.

penyebab tidak menstruasi
Ilustrasi penyebab tidak menstruasi: Pixabay

Faktor Penyebab Menstruasi Terlambat

Jika “tamu bulanan” mundur dari waktu biasanya, bisa jadi itu disebabkan oleh salah satu alasan berikut, yaitu:

  1. Stres

Saat stres, kinerja bagian otak dan hormon yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi, yaitu hipotalamus, menjadi terganggu. Selain itu, berat badan juga bisa naik atau turun secara drastis sebagai dampak dari stres. Semua itu dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Pada kasus tertentu, hal ini bisa saja menyerupai gejala kehamilan palsu. Jika stress menjadi penyebab menstruasi terlambat, disarankan untuk Anda berlatih teknik relaksasi, mengubah gaya hidup, serta rutin berolahraga agar siklus haid Anda kembali lancar.

  1. Obesitas

Bertambahnya berat badan secara drastis juga bisa memicu perubahan hormonal pada wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan indeks massa tubuh 25 – 30, atau lebih dari 30, berpotensi memiliki risiko tinggi mengalami terlambat haid. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk diet dan olahraga  jika obesitas menjadi faktor penyebab menstruasi terlambat yang Anda alami.

  1. Berat badan menurun

Menstruasi yang telat kemungkinan dialami oleh perempuan dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Jika berat badan Anda kurang dari10 persen berat badan ideal, maka fungsi tubuh pun akan terganggu dan proses ovulasi (di mana salah satu indung telur melepaskan sel telur) pun terhenti. Dengan demikian, mengatasi gangguan makan dan menaikkan berat badan Anda secara sehat dapat mengembalikan siklus haid Anda kembali normal.

  1. Hormon prolaktin berlebih

Telat datang bulan juga dapat disebabkan oleh produksi hormon prolaktin yang tidak wajar. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini akan meningkat pada masa-masa menyusui, namun bisa juga diakibatkan kondisi medis tertentu, misalnya penyakit ginjal atau tumor kelenjar pituitari di otak. Peningkatan hormon prolaktin ini menyebabkan masalah yang memengaruhi kinerja hormon lain yang berperan dalam proses menstruasi, yaitu hormon estrogen dan progesteron.

  1. Alat kontrasepsi

Dalam pil KB atau pil pencegah kehamilan terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Dibutuhkan waktu kurang lebih enam bulan agar siklus menstruasi wanita kembali konsisten setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Alat kontrasepsi hormonal yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan masalah yang sama.

  1. Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS)

Polycystic ovary syndrome adalah suatu kondisi adanya kelainan pada hormon dan sistem metabolisme sehingga fungsi indung telur menjadi terganggu. Kondisi ini memicu penyebab menstruasi terlambat atau bahkan tidak menstruasi sama sekali, dan dapat mempengaruhi kesuburan.

Meski penyebab kondisi ini belum bisa diketahui secara pasti, namun ada dugaan PCOS berhubungan dengan kondisi lain, seperti resistensi insulin dan sindrom metabolik. Selain haid terlambat, gejala PCOS lainnya adalah jerawat, berat badan meningkat, sulit mendapat keturunan, serta tumbuhnya rambut berlebih di wajah, dada, dan perut.

  1. Penyakit kronis

Penyakit diabetes dan juga penyakit celiac dapat memicu masalah siklus menstruasi. Gula darah naik turun terkait erat dengan perubahan hormon. Karena itu, diabetes yang tidak terkontrol berpotensi membuat masalah menstruasi tidak teratur. Sedangkan penyakit celiac menjadi penyebab peradangan yang dapat menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini dapat menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting, hingga menyebabkan menstruasi menjadi terlambat. Penyakit celiac mungkin akan mengakibatkan Anda mengalami diare hingga dehidrasi. Bila kondisi yang dialami sudah cukup parah, kemungkinan dokter akan menganjurkan Anda untuk rawat inap selama beberapa hari hingga Anda pulih. 

  1. Masalah tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bisa berjalan dengan baik, menstruasi pun akan terganggu. Kelenjar tiroid bermasalah dapat dikenali dengan gejala umum berupa tubuh yang merasa sangat kelelahan, berat badan mudah berubah, rambut menjadi rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin. Namun jangan khawatir, masalah pada kelenjar tiroid dapat ditangani dengan obat-obatan dan operasi. Menstruasi pun akan kembali normal setelah masalah tersebut diatasi.

  1. Menopause dini

Umumnya wanita mulai memasuki masa menopause pada usia 45-55 tahun. Namun, ada pula wanita yang mengalami gejala-gejala menopause dalam usia 40 tahun ke bawah. Kondisi semacam ini disebut dengan menopause dini. Menopause menyebabkan pelepasan sel telur terhenti, hasilnya menstruasi terlambat atau bahkan sama sekali terhenti.

  1. Merokok

Merokok dapat mengakibatkan masalah gangguan menstruasi, salah satunya adalah haid yang datang terlambat. Hal ini terjadi karena kandungan zat-zat yang ada pada rokok, termasuk nikotin, dapat mempengaruhi hormon estrogen dan progesteron yang berperan penting dalam siklus menstruasi.

Bagi Anda, wanita berusia lebih dari 40 tahun, dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter untuk berkonsultasi jika pola menstruasi Anda secara tiba-tiba berubah. Misalnya darah yang keluar lebih banyak dari biasanya, waktu menstruasi menjadi lebih lama, atau adanya keluhan lain seperti vagna berdarah setelah berhubungan suami istri. Mengapa? Bisa saja hal-hal tersebut menjadi tanda-tanda polip serviks, polip endometrium, kondisi prakanker (hiperplasia endometrium), bahkan kanker endometrium.

Bagi beberapa wanita, menstruasi terlambat mungkin dianggap sebagai hal yang tidak menakutkan. Padahal kondisi tersebut juga berpotensi menjadi gejala beberapa kondisi dan penyakit serius. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter Anda apabila mengalami haid terlambat. Juga apabila terdapat masalah menstruasi yang lain, seperti haid berhenti secara tiba-tiba selama lebih dari 90 hari, siklus bulanan menjadi tidak lagi teratur, menstruasi berlangsung selama lebih dari 7 hari, nyeri parah, atau darah keluar dengan deras sehingga harus ganti pembalut setiap satu atau dua jam sekali.

Referensi:

Alodokter.com

Bae, et al. NCBI (2018). Factors associated with menstrual cycle irregularity and menopause. BMC Women’s Health, 18, pp. 36.
Wetherill, et al. NCBI (2015). Ovarian hormones, menstrual cycle phase, and smoking: a review with recommendations for future studies. Current Addiction Reports, 3(1), pp. 1-8.
US Department of Health & Human Services Women’s Health (2018). Menstrual Cycle. Your Menstrual Cycle.
US Department of Health & Human Services Women’s Health (2018). A – Z Health Topics. Thyroid disease.
The American College of Obstetricians and Gynecologists ACOG (2017). Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Periods.
Mayo Clinic (2016). Menstrual cycle: What’s normal, what’s not.

Healthline (2017). Why Is My Period Late: 8 Possible Reasons.
Al-Taher, H. Babycentre UK (2016). My period’s late but the pregnancy test is showing negative. What’s going on?
Kolp, L. Baby Center (2015). My period is late, but my pregnancy tests are negative. Could I still be pregnant?
Cassata, C. & Jasmer, R. Everyday Health (2016). What Is Prolactin?