Pentingnya Rutinitas Sarapan Sehat

Sarapan sehat

“Sebuah bangsa yang cerdas dan kuat adalah bangsa yang memiliki tradisi sarapan sehat”

Masalah gizi buruk di Indonesia, sampai sejauh ini seakan terlupakan oleh pemerintah, yang lebih memilih berkutat dengan permasalahan politik dan ekonomi. Padahal, gizi buruk tidak hanya melibatkan permasalahan ekonomi saja, tetapi mencakup kesehatan, yang mana ujungnya adalah menjadi masalah panjang pada generasi indonesia selanjutnya. Salah satu penyebab gizi buruk, adalah kesadaran orang tua, wanita hamil dan anak untuk menerapkan tradisi sarapan sehat setiap pagi.

Hilangnya tradisi sarapan sehat di pagi hari, memang bisa menjadi pencetus masalah gizi kurang di Indonesia. Pasalnya, sarapan dianggap sebagai awal pengumpulan energi untuk beraktivitas di hari tersebut. Sarapan sehat juga merupakan optimalisasi bagi aktivitas fisik maupun otak sepanjang hari.

Menurut Dr. Samuel Oetoro, MS., SpGK, Kebiasaan sarapan sehat bagi anak, akan terus memacu pertumbuhan yang baik dan juga memaksimalkan kemampuan akademisnya di sekolah. Hal ini bisa terjadi karena dengan sarapan, kebutuhan nutrisi dan gizi harian anak telah terpenuhi sejak dini.

Sarapan Sehat Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Begitu kira-kira yang pernah disampaikan pada sebuah penelitian tentang gizi dari Inggris. Menurut para peneliti ini, ada perbedaan siknifikan untuk masalah kecelakaan kerja pada pekerja yang melakukan sarapan setiap harinya dengan yang tidak. Pekerja yang melakukan sarapan mendapatkan kecelakaan kerja lebih kecil dibandingkan yang belum sarapan.

Mekanisme ini bisa terjadi karena, sarapan adalah satu cara untuk memberikan energi dan tenaga pada otot. Tidak hanya itu, sarapan juga merupakan satu cara untuk mensuplai energi untuk pikiran, sehingga saat bekerja otot bisa lebih kuat dan pikiran menjadi lebih tennag dan konsentrasi. Hal ini memicu prestasi kerja yang baik.Tapi, perlu diingat, sarapan yang bisa menghasilkan nilai positif adalah sarapan yang sehat, bukan sekadar sarapan yang mengenyangkan perut saja. Sarapan sehat adalah sarapan yang mengandung zat gizi yang tidak berbeda komposisinya dengan makanan di waktu yang lain.

Mengatur Porsi Sarapan Sehat

Agar tidak merasa lemas saat bekerja atau beraktivitas lainnya di pagi hari hingga waktu makan siang tiba, maka setidaknya dibutuhkan sekitar 500-600 kilo kalori. Dengan 500-600 kkal tersebut, energi yang dhasilkan dapat bertahan 3-4 jam. Sarapan tidak harus dalam porsi yang banyak, bahkan disarankan agar porsi sarapan tidak terlalu banyak.

Contoh menu sarapan yang pernah direkomendasikan ahli gizi misalnya: Karbohidrat berupa Nasi atau mie atau kentang dengan porsi 50%, lemak berupa susu, mentega dan margarin dengan porsi 30% dan protein berupa telur, tempe, tahu, keju dengan porsi 20%.

Serelia, Menu Sarapan Sehat Kaya Serat

Photobucket

Beberapa ahli gizi menyebutkan, sarapan dengan sereal kaya akan serat, sehingga dapat membuat kadar gula darah lebih rendah sepanjang hari.

Serat dari serelia juga bisa membantu menjaga pencernaan agar tetap bekerja dengan baik. Serat dari serelia juga berfungsi sebagai probiotik yang bisa melancarkan buang air besar. Keutamaan lainnya, serelia juga mengandung  vitamin terutama vitamin B.

0 Komentar

Penulis: Anjumi Baasyaiban

Kategori

Related Articles

Related