Sari as Saqathi Waliyullah Penuh Hikmah

Gambar makam waliyullah Junaid al Baghdadi dan Sari as Saqathi

Sari bin Mughallis as Saqathi RA, dikenal dengan kunyah Abul Hasan. Beliau adalah guru spiritual sekaligus paman (saudara ibu) dari Junaid al Baghdadi RA.

Beliau lahir di tahun 160 H1 dan wafat di bulan ramadhan tahun 253 H.2

Sari as Saqothi mendengar hadits dari Fudlail bin Iyadl, Husyaim bin Basyir, Abi Bakr bin ‘Ayyasy, ‘Ali bin Ghurab, Yazid bin Harun RA, dan para shalihin yang lain.

Dalam sanad tarekat beliau berguru dan suhbah (nyantri) kepada sayidi Ma’ruf al Karkhi RA. Beliau merupakan syekh dari para masyayikh Baghdad, dan yang pertama kali membahas ilmu tauhid serta ilmu hakikat, di Baghdad. Tak heran jika kebanyakan rantai sanad keilmuan thariqoh tersambung padanya.

Kumpulan kisah waliyullah Sari as Saqathi RA

Berikut ini beberapa kisah zuhud, qonaah, serta cerita-cerita dari waliyulloh Sari as Saqati yang penuh hikmah.

Menjalani zuhud lantaran barokah doa Ma’ruf al Karkhi

Sebelumnya, Sari as Saqati merupakan pedagang di suatu pasar. Pribadinya yang saleh serta dermawan membuat Ma’ruf al Karkhi mendoakannya, sehingga ia dimudahkan meninggalkan keinginan nafsu duniawi untuk fokus beribadah, lantas akhirnya menjadi tokoh ulama sufi yang agung.

Kejadian ini bermula saat Sari as Saqati menunggu tokonya, beliau melihat seorang wanita yang memecahkan wadah yang dibawanya karena terlepas dari genggamannya. Gadis itu segera menuju toko Sari RA untuk membeli wadah yang baru. Namun, saat akan melakukan pembayaran, Sari menolak menerima uang perempuan itu, dan ia memberikan perkakas itu secara cuma-cuma.

Waliyulloh Ma’ruf al Karkhi RA yang kebetulan melihat kejadian langka ini merasa simpati kepada Sari as Saqothi, ia pun lantas mendoakan Sari as Saqothi RA:

بَغَّضَ اللهُ إِلَيْكَ الدُّنْيَا

“Semoga Allah menjadikanmu orang yang membenci dunia.”

Menurut pengakuan Syekh Sari al Saqati, perjalanan spiritualnya bisa tercapai akibat berkah doa dari Makruf al Karkhi RA. Dalam hal ini adz Dzahabi menceritakan dalam kitabnya “Siyaru A’lami an Nubala”

3 قَالَ: فَهَذَا الَّذِي أَنَا فِيْهِ مِنْ بَرَكَاتِ مَعْرُوْفٍ

“Sayidi Sari al Saqothi berkata: Zuhud dan tarekat sufi yang kudapat saat ini merupakan salah satu keberkahan Ma’ruf al Karkhi.”

Waliyullah Sari as Saqati ditegur karena selonjoran saat wiridan

Suatu malam sang Wali Allah melakukan rutinitas wirid salatnya, lalu sembari bermunajat ia selonjorkan kaki di dalam mihrab, seketika itu terdengar suara teguran: Hai Sari, seperti inikah kau bercengkerama dengan Sang Penguasa?

Terkejut dengan suara hatif yang menegur, Sari RA segera melipat kakinya kembali ke posisi duduk seperti semula sembari berkata: Demi keagungan-Mu, aku tidak akan berselonjor lagi.

Zikir penenang hati

Baca: Biografi Hasan al-Bashri dan Kata-Kata Bijaknya

Kata-kata nasehat sufi Sari as Saqathi

لاَ تَصْحَبِ الأَشْرَارَ، وَلاَ تَشْتَغِلَنَّ عَنِ اللهِ بِمُجَالَسَةِ الأَخيَارِ

سير اعلام النبلاء

“Jangan berteman dengan orang beramal buruk, dan janganlah pergaulanmu dengan orang-orang shaleh mengalihkanmu dari mengingat Allah SWT.”

سمعت جعفر بن محمد بن نصير يقول سمعت الجنيد يقول سمعت السري يقول أعرف طريقا مختصرا قصدا إلى الجنة فقلت ما هو فقال لا تسأل أحدا شيئا ولا تأخذ من أحد شيئا ولا يكون معك شيء تعطي منه أحدا

4

“Ja’far bin Muhammad bin Nashir, aku mendengar wali Junaid al Baghdadi berkata: Aku mendengar Sari as Saqothi RA berkata: Aku mengetahui jalan pintas menuju surga. Akupun bertanya: Bagaimana caranya? Beliau menjawab: Jangan pernah meminta dan mengemis apa pun pada pada orang lain, jangan pernah mengambil apapun dari orang lain, serta janganlah memiliki sesuatu yang bisa kau berikan untuk orang lain.”

ما أرى لي على أحد فضلا قيل ولا على المخنثين قال ولا على المخنثين

طبقات الصوفية

“Aku tak pernah meyakini bahwa aku lebih utama dibanding orang lain. Lalu ditanyakan pada beliau: Tidak pula pada para mukhanits (baca waria, transgender). Beliau menjawab: Meskipun pada para mukhanits.”

Sebagai catatan: Dawuh para sufi agung yang seperti ini, tidak serta merta melegitimasi perbuatan para pria waria, atau wanita transgender. Mereka tetap mengakui bahwa pria yang menyerupai para wanita, atau sebaliknya tetaplah dosa dan dilarang oleh syariat islam, dan mereka juga mengakui kewajiban atas mereka untuk amar makruf nahi munkar kepada para pelaku transgender, karena dalil-dalil perihal larangan menyerupai lawan jenis, atau mukhanits sudah sangat jelas.

Hanya saja, maksud dari kata kata sufi yang semacam ini adalah “Janganlah kalian merasa lebih baik dari orang lain, meskipun pada para pelaku dosa besar, terutama jika mereka telah bertobat. Karena kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana keadaan kita saat nyawa dicabut.”

 إذا فاتني جزء من وردي لا يمكنني أن أقضيه أبدا

طبقات الصوفية

“Jika sebagian rutinitas dzikir / wiridku tertinggal maka tidaklah mungkin aku bisa menggantinya.”

Nasehat yang sangat mendalam dari Sari as Saqathi, kata-kata ini meski sepintas terlihat seperti suatu hal wajar karena kebanyakan orang tidak akan mengqadha rutinitas wadhifah wirid atau dzikir hariannya yang tertinggal. Namun bagi orang-orang sholeh seperti beliau jika ada zikir yang tak sempat dilakukan, biasanya akan diqodho dikala waktu senggang. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam Azkarnya terkait yang dilakukan Sayidah Aisyah RA ketika ketiduran dan meninggalkan wirid malamnya.

Kata-kata beliau ini juga mengindikasikan bahwa beliau Sari as Saqoti senantiasa mengkonsep waktunya tanpa meninggalkan satupun waktu senggang, sehingga saat ada wirid yang tertinggal beliau tidak akan bisa menggantinya, selamanya, dikarenakan hari-hari yang dilaluinya tidak pernah ada waktu yang kosong.

من أراد أن يسلم دينه ويستريح قلبه وبدنه ويقل غمه فليعتزل الناس لأن هذا زمان عزلة ووحدة

طبقات الصوفية

“Barangsiapa menghendaki keselamatan agamanya, ketenangan jiwa dan raga, serta minimnya rasa prihatin maka hendaknya menghindari pergaulan (yang tidak perlu) dengan masyarakat karena zaman ini adalah masa menghindari keramaian dan zaman yng tepat untuk menyendiri.”

Dawuh hikmah ini sesuai dengan hadits Nabi SAW yang menganjurkan untuk tidak keluar rumah di saat zaman fitnah sedang berkobar. Suatu nasehat yang masuk akal, menggunjing, nyinyir, hasud iri dengki dan segala hal yang bersangkutan dengan hak adami hampir tidak mungkin dihindari ketika seseorang keluar rumah dan bergaul secara berlebihan.

أربع خصال ترفع العبد العلم والأدب والأمانة والعفة

طبقات الصوفية

“4 pekerti yang dapat meluhurkan derajat seorang hamba, ilmu, adab atau akhlak, amanah, dan juga iffah (menjaga diri dari hal-hal yang merusak kehormatan)”

من لم يعرف قدر النعمة سلبها من حيث لا يعلم

“Siapa yang tidak menghargai nilai sebuah nikmat niscaya kenikmatannya akan dihilangkan tanpa ia sadari.”

الأدب ترجمان العقل

طبقات الصوفية

“Adab merupakan penerjemah akal.”

ما أكثر من يصف الصفة وأقل من يوافق فعله صفته

طبقات الصوفية

“Sebuah fenomena menakjubkan, banyaknya orang yang bisa menjelaskan sifat baik dan buruk namun sedikit yang perilakunya sesuai.”

 أقوى القوة غلبتك نفسك ومن عجز عن أدب نفسه كان عن أدب غيره أعجز ومن أطاع من فوقه أطاعه من دونه

“Kekuatan terhebat adalah saat kau bisa mengalahkan ego nafsumu, barang siapa tidak mampu melatih adab diri sendiri niscaya ia tidak akan pernah mampu merubah akhlak orang lain. Barang siapa bisa taat pada orang yang kedudukannya lebih tinggi maka bawahannya akan mematuhinya.”

Kalam hikmah penuh makna, jika ada anak yang tidak patuh pada ibunya jangan hanya menyalahkan si buah hati. Namun hendaknya sang ibu lebih introspeksi, apakah ia sudah mematuhi suaminya? Dan sang ayah juga harusnya mawas diri, apakah ia sudah taat Rasul dan Sang Pencipta? Jika kedua orang tua belum bisa mendidik dirinya untuk mematuhi pimpinannya, termasuk Allah dan Rasul-Nya maka ia lebih tidak mampu mendidik anaknya untuk bisa patuh pada keduanya.

من خاف الله خافه كل شيء

“Barang siapa takut kepada Allah, niscaya makhluk akan takut padanya.”

لسانك ترجمان قلبك وجهك مرآة قلبك يتبين على الوجه ما تضمر القلوب

“Lisanmu penerjemah hati, dan wajahmu cerminan hati, wajah akan mengeskpresikan isi hati.”

Maksudnya, jika seseorang membicarakan sesuatu lihat ekspresi wajahnya. Sebagai contoh saat ada yang membicarakan khouf atau rasa takut pada Allah maka amati mimik wajahnya, jika terlihat sedih dan murung maka ia orang yang jujur, karena umumnya, wajah menunjukkan isi hati seseorang.

 القلوب ثلاثة قلب مثل الجبل لا يزيله شيء وقلب مثل النخلة أصلها ثابت والريح تميلها وقلب كالريشة يميل مع الريح يمينا وشمالا

“3 macam hati manusia, hati yang bagaikan gunung, kokoh dan tak akan goyah; hati yang laksana pohon kurma akarnya kuat meski digoyahkan hembusan angin; hati yang ibarat bulu-bulu burung, akan terbang sesuai hembusan angin.”

إن اغتممت لما ينقص من مالك فابك على ما ينقص من عمرك

“Jikalau kamu gelisah saat hartamu berkurang maka tangisilah umurmu yang senantiasa berkurang.”

  1. سير أعلام النبلاء ج١٢ ص١٨٥
  2. سير أعلام النبلاء ج١٢ ص١٨٥
  3. سير أعلام النبلاء ج ١٢ ص ١٨٦
  4. طبقات الصوفية ص ٥٣

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related