Siapa yang Pertama Kali Membangun Ka’bah? Inilah Analisa Menakjubkan Dari Syekh Sya’rawi

Gambar Ka'bah, masjid pertama di dunia

Ka’bah adalah Baitullah (rumah Allah), penisbatan kata bait (rumah) kepada Allah berfungsi untuk menunjukkan kemuliaan tempat ini, bukan berarti Allah menjadikan Ka’bah sebagai rumah. Selain itu, Ka’bah juga menjadi tempat ibadah pertama yang dibangun untuk menyembah Allah di bumi, Allah Yang Maha Kuasa berfirman:

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَ

آل عمران : ۹۶

Artinya: Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah Baitullah yang ada di Bakkah (Mekkah) yang diberkati dan sebagai penunjuk bagi seluruh alam.

Selain dalil Al Quran di atas, juga berdasarkan hadits:

 عن ابي ذَرٍّ قال: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَوَّلِ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ فَقَالَ: الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ

Artinya: dari Abu Dzar RA, dia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ, tentang masjid mana yang pertama kali dibangun di bumi. Dia bersabda: (Masjidil Haram)

Baca juga: Keutamaan Masjidil Haram

Siapa yang pertama kali membangun Ka’bah?

Semua ulama sepakat bahwa rumah ibadah pertama kali adalah Ka’bah, namun terkait sejarah, siapa yang pertama kali membangun, terdapat perbedaan pendapat dikalang mufasir terkait sejarah Ka’bah pertama kali dibangun, sebagian ulama mengatakan bahwa yang pertamakali membangun Ka’bah adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, pendapat ini berdasarkan firman Allah:

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُ ۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

البقرة : ۱۲۷

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah dengan dibantu Ismail AS, (seraya berdoa), “Ya Tuhan Rabb, terimalah (amal) kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 127)

Namun pendapat ini dikritik oleh Imam Sya’rawi, beliau berpendapat bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah para malaikat. Sementara Nabi Ibrahim dan putranya hanya meninggikan bangunan yang sebelumnya sudah ada, dan keduanya diperintah Allah untuk menampakkan Ka’bah yang lokasinya saat itu tersembunyi, karena tertelan bumi akibat banjir yang melanda di zaman Nabi Nuh AS.

Berikut ini adalah sebagian argumen Imam Sya’rawi mengenai pendapatnya:

  1. Dalam ayat ini memakai kata يرفع

Menurut as Sya’rawi, kata يرفع (yarfa’u) dalam ayat tersebut bermakna meninggikan, dan sudah maklum bahwa tiap bangunan pasti memiliki lebar, panjang, dan tinggi. Karena dalam ayat tersebut secara eksplisit menceritakan bahwa Nabi Ibrahim beserta putranya, Ismail AS hanya meninggikan bangunan, maka secara implisit lebar dan panjang bangunan tidak termasuk yang dibangun.

  1. Mengartikan وضع dan للناس

Ayat ini juga menggunakan kata وضع yang mabni majhul (kalimat pasif). Menurutnya, penggunaan wudli’a linnas (diletakkan untuk manusia) memberikan asumsi bahwa yang meletakkan (membangun pertamakali) bukanlah Nabi Ibrahim, bukan pula Nabi Adam. Karena bagaimanapun juga Nabi Adam termasuk manusia (nas).

  1. Ayat 37 Surat Ibrahim

Diceritakan dalam Al Quran, bahwa Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya, Hajar beserta Ismail yang masih kecil di padang tandus di dekat Baitulloh.

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ

إبراهيم : ۳۷

Artinya: Ya Rabb, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah tandus yang tidak mempunyai pepohonan di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dimuliakan.

Menurut as Sya’rawi, ayat ini secara jelas menceritakan bahwa Nabi Ibrahim munajat kepada Allah, bahwa ia menempatkan istri dan putranya di dekat Baitullah. Sementara dikala itu beliau belum membangunnya, Ismail pun juga masih menyusu. Artinya, saat kejadian ini Baitullah telah ada, dan secara gamblang difirmankan oleh Allah. Dengan demikian bisa dipahami bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah bukanlah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, bukan pula Nabi Adam sebagaimana pendapat sebagian ahli tafsir, namun Ka’bah pertama kali dibangun oleh malaikat atas perintah Allah.

Demikianlah penjelasan dan sebagian argumen dari Imam Sya’rawi mengenai Siapa yang Membangun Ka’bah Pertama Kali?

والله أعلم بالصواب

Refrensi:

تفسير الشعراوي