Sifat Wajib Bagi Allah Beserta Artinya dan Arabnya

20 Sifat wajib bagi Allah

Sebuah kewajiban bagi setiap orang beriman untuk mengetahui 20 sifat wajib bagi Allah. Meski kewajiban ini berlaku bagi tiap-tiap muslim yang menginjak baligh, namun mengajarkannya kepada anak-anak merupakan sebuah kebaikan yang agung, agar keimanan dan juga akidah yang lurus sesuai ulama salaf bisa tertanam sejak dini.

Sifat wajib bagi allah artinya adalah sifat yang keberadaannya wajib dimiliki oleh Allah. Kebalikannya adalah sifat mustahil, yaitu sifat yang tidak mungkin berada pada dzat Allah SWT.

Sifat wajib bagi Allah beserta artinya dan arabnya

Sifat wajib bagi allah berjumlah 20, berikut ini penjelasan beserta dalilnya:

  1. Wujud (وُجُوْدْ)

Sifat wajib bagi Allah wujud artinya adalah ‘Ada’ Dalil sifat wujud adalah firman Allah:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْ ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ. طه : ۱۴

Artinya: Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingatku. (QS. Taha: 14)

Selain itu, bukti dari wujudnya Tuhan adalah keberadaan alam semesta karena tidak mungkin tumpukan sampah yang menggunung selama ratusan tahun tiba-tiba menjadi pesawat, manusia dan makhluk yang lain.

  1. Qidam (قِدَمْ)

Sifat wajib bagi Allah qidam artinya terdahulu. Maksudnya, wujudnya Allah tanpa adanya permulaan, sifat qidam menunjukkan bahwa Allah tidak menciptakan diri-Nya dan juga tidak diperanakkan. Dalil sifat qidam adalah firman Allah:

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ. الإخلاص : ۳

Artinya: Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

  1. Baqa’ (بَقَاء)

Sifat baqa’ artinya kekal. Pengertian baqa adalah wujud Allah tidak akan berakhir atau punah, bahkan wujud Allah tidaklah berubah sebagaimana manusia yang seiring waktu akan menua. Dalil sifat baqa’ adalah firman Allah:

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ۚ . الرحمن : ۲۷

Artinya: Dan Dzat Tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan akan tetap kekal. (QS. Ar-Rahman: 27)

  1. Mukholafatu lilhawaditsi (مُخَالَفَةٌ لِلْحَوَدِث)

Mukhalafatu lil Hawaditsi artinya berbeda dengan semua makhluk. Penjelasan sifat wajib Allah Mukholafatu lilhawaditsi adalah wujud Allah tidak sama dengan para makhluk, dan dzat Allah bukanlah berupa daging, tulang dan darah, juga tidak membutuhkan tempat, baik yang ada di dunia maupun selainnya. Karena itu, apapun yang terlintas di benak kita tentang Allah, Dia tidak seperti itu.

Dalil sifat wajib bagi Allah yang ketiga, mukhalafatu lil hawaditsi adalah firman Allah:

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ. الإخلاص : ۴

Artinya: Dan tidak ada satupun yang menyamai Allah. [Al Ikhlas:4]

Juga firman Allah:

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

Artinya: Tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya. [As Syura:11]

  1. Qiyamuhu Binafsihi (قِيَامُهُ بِنَفْسِهِ)

Sifat Qiyamuhu Binafsihi artinya berdiri sendiri. Penjelasan Qiyamuhu Binafsihi adalah keberadaan Allah merupakan wujud dzatiy bukan disebabkan perantara sebagaimana makhluk yang wujudnya bergantung pada Sang Pencipta (Al Khaliq), selain itu Allah juga tidak bergantung pada apa pun secara mutlak dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun.

Dalil sifat wajib Allah Qiyamuhu Binafsihi adalah:

وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ ۗ

Artinya: Semua makhluk tunduk kepada Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. [Taha:111]

  1. Wahdaniyat (وَحْدانِيَة)

Wahdaniyat artinya Allah itu tunggal. Penjelasan wahdaniyah adalah Allah itu tunggal dalam dzat, sifat, dan perbuatan. Tiada satu pun makhluk yang memiliki wujud, sifat, dan perbuatan yang sama sebagaimana perbuatan Allah. Karena hakikatnya apapun yang terjadi di dunia ini pelaku sejatinya adalah Allah.

Contohnya rezeki yang biasa kita dapatkan melalui siapapun, pemberi sejati adalah Dia Yang Maha Memberi Rezeki hanya saja Allah menjadikan sebuah sebab dalam kehendakNya memberi rezeki. Contoh lain, api merupakan sebuah sebab adanya sesuatu yang terbakar, namun bukan berarti keberadaan api selalu membakar benda di dekatnya. Hal ini karena secara hakiki yang membakar adalah Allah, karena itu apa yang terjadi pada Nabi Ibrahim AS bukanlah sesuatu yang mustahil.

Dalil sifat wahdaniyah adalah:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ . الإخلاص : ۱

Artinya: Katakan (Muhammad ﷺ) Allah itu esa. [Al Ikhlas:1]

  1. Qudrat (قًدْرة)

Sifat qudrat artinya berkuasa. Sifat qudrat memungkinkan Allah untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin terjadi, contoh sifat qudrat adalah Allah menciptakan Nabi Adam AS tanpa perantara bapak dan ibu.

Dalil sifat qudrat adalah firman Allah:

وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ .المائدة : ۱۹

Artinya: Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Maidah: 19]

  1. Iradat (إرَادَة)

Sifat iradat artinya berkehendak. Penjelasan sifat iradah adalah apapun yang terjadi di dunia ini semua atas kehendak-Nya, tidak ada satupun yang luput dari kehendak Allah. Dan kehendak Allah merupakan kehendak yang terdahulu (azali) dalam arti sebelum semuanya diciptakan Allah telah menghendaki akan terjadi segala peristiwa yang saat ini terjadi.

Contoh sifat iradat adalah, Allah menghendaki kekafiran dan pembangkangan Fir’aun dan bala tentaranya sebelum terciptanya alam.

Dalil sifat iradah adalah firman Allah:

اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ . هود : ۱۰۷

Artinya: Sesungguhnya, Tuhanmu Maha Pelaksana atas apa yang Dia kehendaki. [QS. Hud: 107]

  1. Ilmu (عِلْمُ)

Ilmun artinya mengetahui. Penjelasan dari sifat ilmu adalah Allah mengetahui segala sesuatu secara mendetail, baik perkara yang mungkin terjadi (mumkinat), yang tidak mungkin terjadi (mustahilat), dan perkara yang harus terjadi (wajibat). Selain itu pengetahuan Allah sifatnya adalah azaly, karena itu segala peristiwa yang terjadi saat ini dan yang akan datang, semua sudah diketahuiNya sejak semesta ini belum diciptakan.

Contoh sifat ilmu adalah sebelum terciptanya alam semesta, Allah telah mengetahui bahwa sahabat Abu Bakar ra akan menjadi orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan lelaki dewasa.

Dalil sifat ilmu adalah firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ .المجادلة : ۷

Artinya: Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu. [Al Mujadalah: 7]

  1. Hayat (حياة)

Hayat artinya hidup. Sifat hayat (hidupnya Allah adalah) kehidupan yang tidak dikarenakan perantara seperti ruh, rangkaian organ tubuh atau kehidupan yang disebabkan dihidupkan pencipta. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana perbedaan hidupnya makhluk Allah dengan Allah SWT, sebab Allah memang sama sekali tidak menyerupai makhluknya. Karena itu, apapun yang terlintas dalam hati kita dalam menggambarkan Allah bisa dipastikan semua itu datang dari setan sebab yang terbersit dibenak kita pasti makhluk bukan yang lain.

Dalil sifat hayat adalah firman Allah:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖ ۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۚ . الفرقان : ۵۸

Artinya: Dan berserah dirilah kepada Allah Yang Maha Hidup, Yang tidak akan mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui atas dosa hamba-hamba-Nya,. [QS. Al-Furqan: 58]

  1. Sama’ (سَمَعْ)

Sama’ artinya adalah hidup. Sama’ adalah sifat wajib Allah swt yang berarti mendengar segala sesuatu secara detail. Tidak seperti pendengaran makhluk yang terbatas oleh jarak, Allah mendengar apapun baik yang berada di dasar bumi maupun langit tertinggi.

Dalil sifat sama’ adalah firman Allah:

وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ . الشورى : ۱۱

Artinya: Dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.

  1. Bashar (بَصَرْ)

Bashar artinya melihat. Allah bersifat bashar artinya Allah melihat segala sesuatu di segala penjuru semesta ini. Berbeda dengan sifat penglihatan makhluk yang terbatas oleh jarak dan juga waktu, karena penglihatan manusia di usia muda lebih tajam dibandingkan ketika sudah tua, dan manusia tidak mampu melihat benda-benda yang terhalang tembok. Sementara penglihatan Allah tanpa batas, Dia melihat apapun yang ada di alam ini tanpa batasan waktu dan tempat.

  1. Kalam (كَلَام)

Sifat kalam artinya berfirman atau berbicara. Allah bersifat kalam artinya Dia berfirman dengan kalam yang tidak sama sebagaimana perkataan makhluk, karena Allah berbeda dengan makhluk dalam segi apapun.

Dalil dari sifat kalam adalah firman Allah:

وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًا ۚ . النساء : ۱۶۴

Artinya: Dan Allah berfirman (secara langsung) kepada Nabi Musa AS. [An Nisa 164]

  1. Qadiran (قَادِرًا)

Sifat wajib Allah qadiran artinya keberadaan Allah itu Maha Berkuasa. Sebagaimana Allah yang bersifat qudrat sudah tentu Allah adalah Qadiran, karena qadiran adalah sebuah keniscayaan dari sifat qudrat. Dalam arti, karena Allah bersifat kuasa sudah barang tentu Allah Maha Berkuasa.

Dalil sifat ini adalah firman Allah:

اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖالقيامة : ۴۰

Artinya: Bukankah (Allah yang telah berbuat) demikian juga Maha Berkuasa (mampu) menghidupkan orang yang telah mati?. [QS. Al-Qiyamah: 40]

  1. Muridan (مُرِيْدًا)

Muridan artinya keberadaan Allah itu Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Sama halnya dengan qadiran, muridan merupakan sebuah keniscayaan sifat iradat. Karena itu dalil dari sifat muridan sama sebagaimana dalil dari sifat iradah.

  1. ‘Aliman (عالِمًا)

ِAliman artinya Allah Maha Mengetahui. Sifat ini juga termasuk sifat mulazamah dari sifat wajib Allah ilmu, karena Allah bersifat ilmu maka lazimnya Allah Maha Mengetahui.

  1. Hayyan (حَيـا)

Hayyan artinya Maha Hidup. Hayyan termasuk sifat ma’nawiyah dan menjadi sebuah keniscayaan sifat hayat.

  1. Sami’an (سَمِيْعًا)

Sami’an artinya Yang Maha Mendengar. Sami’an berhubungan dengan sifat sama’ karena sami’an adalah talazumnya sama’.

  1. Bashiran (بَصِيْرًا)

Bashiran artinya Yang Maha Melihat. Sifat bashiran berhubungan dengan sifat bashar, yang mana kaunuhu bashiran artinya keberadaan Allah bersifat bashar.

  1. Mutakalliman (مُتَكَلِمًا)

Mutakalliman artinya adalah Yang Maha Berfirman. Sifat mutakalliman berhubungan dengan sifat kalam, artinya dengan sifat kalam yang dimiliki Allah sudah tentu Allah Maha Berfirman dengan kalam yang tidak sama dengan ciptaan-Nya.

Perlu diketahui, selain diwajibkan mengetahui 20 sifat wajib bagi Allah, kita juga wajib meyakini bahwa Allah swt memiliki sifat-sifat sempurna yang tidak terbatas, seperti sifat pengampun, indah, bijaksana dan lain-lain.

Demikian pembahasan tentang 20 sifat wajib Allah yang dikutip dari kitab Nūrudl Dlolām karya Syekh Nawawi al-Bantani. Semoga bermanfaat.