Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul Beserta Artinya dan Arabnya

Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul Beserta Artinya dan Arabnya

Sebagaimana dalam pembahasan sebelumnya “Mengenal Nabi dan Rasul” bahwa kewajiban beriman para nabi dan rasul Allah adalah mutlak. Tanpa mengimaninya iman seseorang dianggap tidak sah.

Juga wajib meyakini bahwa para nabi maupun rasul merupakan manusia-manusia terbaik dan pilihan, meskipun begitu mereka adalah manusia biasa yang memiliki naluri kemanusiaan.

Namun dari beberapa karakter kepribadian manusia ada yang sifat wajib rasul dan nabi yang harus dimiliki mereka, ada pula sifat mustahil rasul dan nabi-nabi Allah yang tidak mungkin dimiliki mereka serta ada juga sifat jaiz rasul dan nabi yang mungkin dimiliki mereka sebagai manusia biasa.

Dengan demikian, selain iman pada rasul dan nabi, kita juga wajib mengetahui apa saja sifat sifat rasul yang harus ada pada kepribadian mereka, dan apa saja 4 sifat mustahil rasul dan nabi yang tidak bisa disandarkan kepada mereka.

Sifat Wajib Rasul dan Artinya

Maksud sifat wajib bagi para rasul adalah sifat-sifat yang harus terdapat pada seorang rasul, tidak mungkin akal bisa menerima keberadaan rasul yang tidak memiliki sifat-sifat ini.

Adapun sifat wajib bagi rasul berjumlah 4, yaitu:

  1. Siddiq (صِدق)
  2. Amanah (أمَانة)
  3. Tabligh (تبليغ)
  4. Fathonah (فطانة)

Siddiq (صِدق)

Siddiq artinya jujur, maksudnya apapun yang dikatakan oleh nabi dan rasul merupakan sesuatu yang haq yakni perkara yang pasti sesuai dengan kenyataan yang terjadi, baik berkaitan dengan cerita-cerita masa lalu atau yang akan datang.

Dengan demikian segala sesuatu yang disabdakan para nabi dan rasul baik berhubungan dengan kejadian masa lampau atau kejadian yang akan datang sudah bisa dipastikan kebenarannya, tidak mungkin ada perkataan-perkataannya yang tidak sesuai fakta.

Contoh sifat shidiq seperti ketika Nabi ﷺ mengkabarkan bahwa Konstantinopel yang menjadi pusat Kekaisaran Romawi akan ditaklukkan oleh orang Islam. Padahal di waktu itu Konstantinopel merupakan negara yang kuat dan hampir mustahil untuk ditaklukkan.

Amanah (أمَانة)

Amanah artinya dapat dipercaya dalam mengemban tugas, maksudnya terjaganya nabi dan rasul baik secara dhohir dan bathin dari segala sesuatu yang diharamkan, baik dosa kecil apalagi dosa besar.

Karena apa yg dimaksud dengan amanah bukan sekedar bisa dipercaya dalam mengemban tugas yang dibebankan makhluk, namun apa saja amanah manusia berkaitan dengan hak Allah SWT juga akan selalu dijaga dan tidak pernah sekalipun para rasul dan nabi mencederai amanat dari Rabbnya.

Seandainya kita renungkan masa lalu Nabi ﷺ sebelum menjadi nabi dan rasul maka kita akan tahu bagaimana Rasulullah selalu bersikap amanah, sampai-sampai seluruh suku Quraisy memberi julukan Al Amin.

Dengan demikian para nabi maupun rasul adalah seseorang yang ma’shum (terjaga dari dosa) bahkan sebelum diangkat menjadi nabi atau dikala masih kecil.

Karena itulah tidak mungkin dimasa kecilnya apalagi setelah diangkat menjadi nabi, para nabi atau rasul mencuri, ghibah, berburuk sangka serta melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain.

Tabligh (تبليغ)

Tabligh artinya menyampaikan segala sesuatu yang telah diwahyukan untuk disampaikan kepada umat, tanpa menambah atau mengurangi isi dari wahyu tersebut.

Dengan demikian, tidak mungkin nabi dan rasul melebih-lebihkan atau mengurangi apa yang ada dalam penyampaian wahyu.

Fathonah (فطانة)

Fathonah artinya cerdas, maksudnya berakal sempurna, cepat tanggap dan cekatan dengan sekira memiliki kemampuan dalam menetapkan argumen saat menghadapi orang-orang yang ingkar, dan mampu mematahkan argumen-argumen mereka.

Sifat Mustahil Bagi Rasul dan Artinya

Baca juga: Sifat mustahil bagi Allah

Maksud sifat mustahil bagi rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada kepribadian para nabi atau rasul. Sama halnya dengan sifat wajib, terdapat 4 sifat mustahil rasul yaitu:

  1. Kadzib (كذب)
  2. Khianat (خيانة)
  3. Kitman (كتمان)
  4. Baladah (بلادة)

Kadzib (كذب)

Kadzib adalah lawan kata dari siddiq yang berarti bohong, maksudnya apapun yang disampaikan oleh nabi dan rasul adalah berita dusta dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Sifat pendusta semacam ini tidak mungkin ada pada diri nabi maupun rasul.

Khianat (خيانة)

Khiyanat artinya tidak mampu mengemban tugas, maksudnya mereka tidak mampu mengemban tugas mereka sebagai hamba Allah sehingga melakukan sebuah kemaksiatan yang berhubungan dengan hak-hak Allah, juga tidak mampu menjaga tugas mereka dalam menjaga hak-hak makhluk atau kemanusiaan seperti berbohong, ghibah atau merampas harta.

Secara garis besar, khiyanat adalah melakukan dosa. Sifat seperti ini tidak mungkin dimiliki para nabi maupun rasul.

Kitman (كتمان)

Sifat mustahil bagi rasul kitman artinya menyembunyikan wahyu, baik dengan cara tidak menyampaikan kepada umat isi dari wahyu yang telah diperintahkan untuk disampaikan, atau mengurangi isi wahyu tersebut,

Dengan demikian tidak mungkin Nabi Muhammad ﷺ mengurangi penyampaian isi dari Al Quran.

Baladah (بلادة)

Baladah adalah sifat mustahil bagi rasul baladah artinya dungu, dungu atau plonga-plongo dan tidak tanggap dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Ini mustahil ada pada para nabi dan rasul, karena orang dungu tidak mungkin bisa mematahkan argumen lawannya yang ingkar.

Selain itu jika sifat baladah ada pada para nabi dan rasul, tidak mungkin risalah Allah akan bisa disampaikan dengan baik.

Sifat Jaiz Bagi Rasul Bahasa Arab dan Artinya

Sifat jaiz bagi rasul hanya satu yaitu:

الأَعْرَاضُ الْبَشَرِيَة التِي لاَ تُؤَدِيْ الى نَقْصٍ في مَرَتِبِهِم الْعَلِيَة

Latin: Al a’radul basyariyah allati laa tu-addi ila naqshin fi maratibihim al aliyyah

Artinya: Keberadaan sifat-sifat manusia biasa yang tidak sampai merusak derajat kedudukan yang mulia.

Sifat jaiz bagi rasul artinya sifat-sifat manusiawi yang tidak mengurangi kemuliaan seseorang ketika menyandang sifat tersebut, seperti nikah, makan, minum, berobat, mati dan lain sebagainya.

Adapun contoh perkara atau sifat manusiawi yang bisa mengurangi kemuliannya seperti bisu, buta, gagap dan penyakit yang membuat orang lain menjadi benci, menjauh atau risih seperti aids, lepra atau kusta.1

Pertanyaan & Kunci Jawaban Terkait Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul

Sebutkan sifat wajib bagi rasul beserta artinya!

Sifat wajib bagi rasul berjumlah 4, yaitu:

  • Siddiq (صِدق) artinya jujur
  • Amanah (أمَانة) artinya bisa dipercaya dalam menjalankan amanat
  • Tabligh (تبليغ) artinya menyampaikan wahyu yang diperintahkan untuk disampaikan kepada umat
  • Fathonah (فطانة) artinya cerdas
  • Sebutkan sifat mustahil bagi rasul!

    Ada 4 sifat mustahil Rasul, yaitu:

  • Kadzib (كذب) artinya berdusta
  • Khianat (خيانة) artinya berkhianat, tidak bisa dipercaya menjalankan amanat
  • Kitman (كتمان) artinya menyembunyikan wahyu
  • Baladah (بلادة) artinya dungu
  • Apakah sifat wajib dan mustahil bagi Nabi sama dengan sifat wajib dan mustahil bagi rasul?

    Sifat sifat rasul dan nabi adalah sama, baik sifat wajib dan mustahil bagi rasul maupun sifat jaiz.

    Sifat apa yang harus dimiliki oleh Nabi dan Rasul?

    Sifat sifat rasul dan nabi yang harus mereka miliki adalah sifat wajib yang berjumlah 4; siddiq, amanah, tabligh dan fatanah

    Apakah maksud sifat kitman sebagai salah satu sifat mustahil rasul?

    Sifat kitman artinya menyembunyikan wahyu, baik dengan cara mengurangi, menambah isi wahyu atau tidak disampaikan sama sekali.

    Kemustahilan sifat kitman menepis persangkaan sebagian aliran sesat bahwa Al Quran yang ada sekarang isinya kurang atau dilebih-lebihkan.

    Mengapa Allah memberi sifat jaiz kepada para Rasul?

    Salah satu hikmah Allah memberi sifat jaiz pada para rasul adalah keberadaan sifat-sifat yang lumrah ada pada manusia biasa menjadikan umat para rasul tidak akan pernah mengkultuskan para utusan sebagai sesembahan.

    Rasul itu maksum apa artinya?

    Arti dari maksum adalah terjaga dari semua dosa, besar, kecil, dhohir maupun bathin.

    Apakah nabi dan rasul terpelihara dari dosa?

    Ya, sifat amanah para nabi dan rasul membuat mereka selalu menjalankan amanat Allah, baik menjalankan perintah atau meninggalkan larangan-Nya. Karena itu, nabi dan rasul pasti maksum atau terjaga dari segala dosa.

    Wallahu A’lam

    Referensi:

    1. نور الظلام للشيخ نووي البنتني
    Tinggalkan Komentar
    Posting Terbaru

    Related Articles

    Related