Biografi Syekh Yasin al- Fadani, Ulama Nusantara Bergelar Musnidul Alam

Syekh Yasin al- Fadani

Semenjak abad 11 Hijriyah( 17 Masehi) sudah terjalin ikatan yang sangat intens dalam dunia keilmuan serta spiritual antara Timur Tengah dengan kepulauan nusantara. Ikatan spiritual ini dimulai dengan pengembaraan Abdur Rauf as- Singkili, putra Aceh yang haus ilmu, ke kawasan Jazirah Arab sepanjang 27 tahun, menjelajahi pusat- pusat ilmu di daerah tersebut mulai dari Zabid, Bait al- Faqih, Tarim( Hadramaut), Mekah, Madinah( Haramain) serta kota- kota lain.

Pengembaraan ini diiringi oleh Muhammad Yusuf al- makassari yang berasal dari Makassar serta dilanjutkan oleh ulama- ulama selanjutnya. Pada abad ke 18- 19 sudah tercatat nama- nama besar yang lama melanglang buana di kawasan Jazirah Arab buat menuntut ilmu sampai jadi ulama terkemuka, baik yang mukim di sana sampai ahir hayat ataupun yang kembali ke tanah air. Diantara mereka merupakan Muhammad Arsyad al- Banjari, Abdus Shamad al- Falimbani (Palembang), Dawud al- Fathani, Abdur Rahman al- Batawi (Betawi), Abdul Wahab al- Bugisi (Bugis) serta Muhammad Nafis al- Banjari.

Setelah itu disusul oleh Ahmad Khatib Sambas, Abdul Gani Bima, Ahmad Rifa’i, Muhammad Khalil Bangkalan, Nawawi al- Bantani, Abdul Karim al- Bantani ( paman Syekh Nawawi), Mahfudz at- Tarmasi, Shaleh as- Samarani, Ahmad al- Fathani, Yusuf Sumbawa serta Ahmad Khatib al- Minangkabawi (Minangkabau).

Menjelang akhir abad ke- 19 serta permulaan abad ke- 20 terdapat nama- nama lain seperti Asnawi, Hasyim Asy’ ari, Ahmad Dahlan, Abdul Wahab Hasbullah, Nakhrawi al- Banyumasi, Abdul Halim Majalengka, Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Jamel Jambek, Hasan Musthafa al- garuti, Sulaiman ar- Rasuli, serta banyak lagi nama- nama yang lain. Pada pertengahan sampai akhir abad ke- 20 tercatat nama- nama Muhsin al- Falimbani al- Musawi, Janan Taib, Abdul Karim al- Banjari serta banyak lagi yang lain diantaranya Muhammad Yasin al- Fadani.

Profil Syekh Yasin al- Fadani

Syeikh Muhammad Yasin al- Fadani merupakan ulama nusantara yang sangat menonjol keilmuan serta kepakarannya di Mekkah ( Haramain) pada pertengahan kedua abad ke- 20 ( abad 14- 15 H). Dapat dikatakan beliau ini ialah generasi terakhir serta terkemuka di Mekah yang disegani oleh ulama ataupun pemerintah Saudi Arabia, sebab pada masa sesudahnya kedudukan ulama nusantara di Haramain, terutama Mekah, dengan berbagai macam bidang keilmuan kurang begitu menonjol lagi.

Syekh Yasin al- Fadani

Source gambar syeikhyasinalfadani.blogspot.com

Syeikh Yasin al- Fadani populer sebagai pakar ulama hadits yang sangat menonjol di Haramain pada masanya. Selain pakar dalam hadits, Syeikh Yasin juga sangat menonjol dalam fan fikih serta tasawuf populer, juga ulama yang populer sebagai pakar tafsir serta ilmu tata bahasa arab, baik dalam kalangan nusantara ataupun secara universal di Haramain. Beliau juga termasuk ulama penulis ( mu’ allif) kitab yang produktif, lebih dari 60 judul kitab sudah ditulisnya dan yang banyak merupakan buah karya dari fan hadits serta musthalah hadits, bahkan beliau memiliki buah karya 20 jilid Syarah Sunan Abu Dawud.

Perkembangan dan Pendidikan Syekh Yasin al-Fadani

Yasin bin Isa al- Fadani lahir di Mekah pada tahun 1335 H. Tak hanya Syekh Yasin, Ayahnya, Syeikh al- Muammar Isa al- Fadani juga termasuk ulama nusantara asal Padang, Sumatera Barat yang tinggal di Mekah.

Permulaan tarbiyah Yasin kecil yaitu belajar dengan didikan ayahnya sendiri, setelah itu kepada pamannya, Syeikh Mahmud al- Fadani. Berikutnya dia belajar di Madrasah Shaulathiyah, madrasah yang didirikan oleh Syeikh Muhammad Rahmatullah ulama asal Delhi India tahun 1291 H/ 1874M.

Konon sebagian besar murid yang belajar di madrasah ini berasal dari al- Jawi (Bumi Nusantara), kemudian Hind (India) berikutnya Asia Tengah serta Timur Tengah. Selepas dari Madrasah Shaulatiyah, Syekh Yasin melanjutkan belajarnya di Madrasah Darul Ulum ad- Diniyah, selain itu beliau juga menjajaki halaqah pada ulama- ulama di Masjid al- Haram untuk mengikuti kajian-kajian.

Pendiri Madrasah Darul Ulum adalh Syeikh Sayid Muhsin al- Musawi al- Falimbani ( 1353 H/ 1934M), seseorang ulama Hadramaut, yang berasal dari Palembang ( Sumatera Selatan).

Sayid Muhsin sendiri dulunya juga belajar di Madrasah Shaulatiyah, beliau mengajar di madrasah tersebut sebelum ahirnya mendirikan madrasah sendiri.

Di samping Syeikh Sayid Muhsin, terdapat sebagian nama yang turut andil mendirikan serta mengurus perkembangan madrasah yang berlokasi di Syi’ ib Ali ini, di antaranya adalah Zubair al- Mandili, abdurrasyid al- Falimbani, Teungku Amir Muhtar, Abdul Wahid al- Jambi, Ya’ qub Firaq Abdul Majid serta Raden Setyo Atmojo. Madrasah Darul Ulum ialah kebanggaan al- Jawi( Melayu) di Mekah dikala itu di samping Madrasah Indonesia al- Makiyah ( didirikan Syeikh Jaman Taib 1923) serta Madrasah Shaulatiyah.

Guru dari Syekh Yasin al-Fadani

Sebagaimana catatan pribadi dari Syeikh Yasin, ulama Padang ( Minangkabau) ini belajar bermacam ilmu keislaman kepada 700 orang guru terbaik di zamannya, baik ulama yang mengajarnya secara langsung sebagai murid ataupun teman seniornya. Di antara guru- gurunya yang populer adalah:

  • Syeikh Muhammad Ali ibn Husaein ibn Ibrahim al- Maliki al- Makki ( Yasin belajar setidaknya 7 kitab dalam berbagai fan, seperti Jam’ ul Jawami’, Syarah Jalaluddin Mahalli, Tafsir al- Khazin, Tuhfah al- Muhtaj, Shahih Bukhari serta lain- lain).
  • Syeikh Abu Ali, Hasan ibn Muhammad al- Massath( Yasin belajar 12 kitab; Sunan Abu Dawud, Jami’ Tirmidzi, Tafsir Jalalain, Minhaj Dzawi an- Nadhar, Ihya’ Ulumuddin, Hikam dan fan-fan lain).
  • Syeikh Umar Bajanid ulama pakar fikih syafiiyah, yang juga mufti di Mekah, belajar 7 kitab di antara lain; Syarah ibn Qasim al- Ghazi, Fathul Wahhab, al- Iqna’, Tuhfah al- Muhtaj, Minhaj at- Thalibin, Mughni al- Muhtaj, Shahih Bukhari.
  • Syeikh al- Faqih Sa’ id ibn Muhammad al- Yamani. Dari beliau, Syekh Yasin mengkaji kitab Syarah al- Mahalli
  • Syeikh al- Faqih Hasan ibn Muhammad al- Yamani belajar Shahih Muslim serta Sunan an- Nasa’i.
  • Syeikh Ibrahim bin Dawud al_Fathani seseorang pakar tafsir populer. Darinya Syekh Yasin belajar 5 kitab; Tafsir Baidlwi, Tafsir Jalalain, Jam’ ul Jawami serta lain- lain).
  • Syeikh Sayyid Alwi ibn Abbas al- Maliki al- Makki, dengannya beliau belajar kitab- kitab Syarah Alfiyah ibn Aqil, al- Luma’, Lub al- Ushul serta sebagian yag lain.
  • Sayyid Syeikh Muhammad ibn Amin al- Maliki, darinya Syekh Yasin belajar kitab- kitab al- Asymuni serta Risalah Thas Kubra.
  • Syeikh Sayid Muhsin al- Falimbani,
  • Syeikh Ahmad as- Syami’ al- Maliki,
  • Syeikh al- Muammar Khalifah ibn Hammad al- Nabhani.
  • Syeikh Ubaidillah as- Sindi ad- Diyubandi.
  • Syeikh az- Zahid Abdullah bin Muhammad Ghazi al- Makki
  • serta lain- lain.

Rata- rata gurunya tersebut mengajar secara halaqah di Masjid al- Haram, sebagian di Madrasah Darul Ulum ad- Diniyah serta madrasah Shaulatiyah. Dengan gurunya yang sedemikian banyak wajarlah apabila dia nantinya betul- betul jadi seseorang dengan predikat alim allamah.

Syekh Yasin al-Fadani, Perannya dalam Pendidikan Pesantren

Syeikh Muhammad Yasin al- Fadani awal kali mengajar halaqah di Masjid al- Haram Mekah. Semenjak tahun 1356 H ( 1946M), sebagai alumni Madrasah Darul Ulum ad- Diniyah beliau juga mengabdikan diri mengajar di madrasah ini. Bahkan di madrasah Darul Ulum beliau juga sempat menjadi kepala madrasah. Di samping itu Syekh Yasin juga sempat membangun madrasah khusus putri di Samiyah Makkah dengan nama Madrasah Ibtidaiyyah Lil Banat serta mendirikan pondok pesantren pada tahun 1377 H ( 1953M).

Kepedulian Syekh Yasin Terhadap Bumi Nusantara

Meski Syeikh Yasin al- Fadani dari lahir sampai ahir hayatnya bermukim di tanah suci Mekah, namun beliau memiliki kepedulian yang sangat besar kepada tanah leluhurnya Minangkabau. Sesekali beliau bersilaturrahim ke Indonesia, serta yang terakhir adalah saat diselenggarakannya MTQ ( Musabaqah Tilawatil Qur’ an) ke- 15 di Lampung.

Ulama besar ini merupakan sesepuh dari ulama nusantara yang tinggal di tanah suci Mekah. Pengaruhnya sangat besar di golongan ulama serta pelajar nusantara yang tengah tinggal di situ. Ulama- ulama Asia Tenggara yang lagi menunaikan ibadah haji pada masa ini banyak yang menyempatkan diri bersilaturrahmi serta memohon doa restu kepada Syeikh Yasin al- Fadani maupun sekedar bermusyawarah serta berdiskusi tentang permasalahan keagamaan.

Karya Syekh Yasin al- Fadani

Di samping menjadi kepala Madrasah Darul Ulum, Syeikh Yasin al- Fadani juga seorang mushonnif kitab yang sangat produktif. Lebih dari 60 judul kitab dari berbagai fan yang telah ditulisnya, di antaranya:

-Ilmu Hadits:

  • ad- Dur al- Mandlud Syarh Abu Dawud ( 20 jilid)
  • Fath al- Akam, Syarh Bulugh al- Maram ( 4 juz).

Ilmu Ushul Fiqh serta Qawaid:

  • Bughyahtul Musytaq Syarhil Luma’ Abi Ishaq ( 2 juz)
  • Khasiyah alal Ashbah Wan Nadha’ ir
  • Tatmimud Duul Ta’ liqat Ala Madhul al-Ushul ila ilm al-Ushul
  • ad- Dur an- Nadhlid
  • Al- Fawaid al- Janiyah
  • Ta’ liqat ala Luma’ as- Syeikh Abi Ishaq

-Ilmu alat adalah:

  • Jani al- Tsam Syarh Mandhumat Manazil al- Qomar
  • al- Mukhtashar al- Muhaddzab
  • al- Mawahib al- Jazilah
  • Tasynif al- Sama’ Mukhtashar fi ilm al- Wadha’
  • Bulghah al- Musytaq fi ilm al- Istiqaq
  • Manhal al- Ifadah
  • Husnu al- Shiyaghah Syarh Kitab Durus al- Balaghah
  • Risalah fi al- Manthiq
  • Ittihaf al- Khalan Taudlih Tuhfah al- Ihwan fi ilm al- Bayan
  • Al- Risalah al- Bayyaniyyah.

Ilmu Musthalah Hadits terutama permasalahan Isnad:

  • Mathmah al- Wijdan( 3 juz)
  • Ittihaf al- Ihwan bi Ihtishar Mathmah al- Wijdan
  • Tanwir al- bashirah bi Thuruq al- Isnad al- Syahiirah
  • Fadil Muhaimin
  • Al- Maslak al- Jali
  • Al- Wushul ar- Rati
  • Asanid Ahmad ibn Hajar al- haitami
  • Al- Irsyadat as- Sawiyah fi Asanid al- Kutub an- Nahwiyah wa Sharfiyah
  • Al- Ajalah fi lHadits al- Musalsalah
  • Asma al- ghayah
  • Asanid al- Kutub al- hadits as- Sab’ ah
  • Al- Aqd al- Farid
  • Ittihaf al- Mustafid
  • Ittihaf Uli al- Bararah
  • Al- Riyadl al- Nadlirah
  • Qurrah al- Ain
  • Ittihaf Aula al- Himam al-Aliyah
  • Waraqat
  • Ad- Dur al- Farid
  • bughyah al- Murid
  • Al- Muqtathif
  • Ikhtishar Riyadl Ahl al- Jannah
  • faidl al- ilah al- Ali
  • Arbaunal Buldaniyat Arbaun Haditsan 'An Arbaina Syaikhan Min Arbaina Baladan
  • Arbauna Haditsan Musalsalan bin Nuhat Ilal Jalal as- Suyuthi
  • As Salasilul Mukhtarah
  • An- Nafhah al- makiyah fi al- Asanidil Makiyah
  • Fath al- Rab al- Majid
  • Silsailah al- Wasilah Majmu’ Mukhtarah
  • Al- KAwakib al- Darari
  • Faidl al- Mubdi
  • al- Faidl al- Rahmani.

Dalam fan tentang permasalahan Itsbat, diantaranya:

  • Nihayah al- Mathlab
  • Risalatani Ala Tsabat al- Amir
  • Risalatani Ala al- Awail al- Sunbuliyah
  • Waraqah Ala al- Jawahir al- Tsamin
  • Ittihaf al- Bahits al- Sari
  • Ta’ liqat Ala Kifayah al- Mustafid li as- Syeikh Mahfudz at- Tarmasi
  • Tahqiq al- Jami’ al- Hawi.

Di samping itu ulama fenomenal ini juga sudah menerjemahkan lebih dari 230 judul kitab karya ulama- ulama terdahulu. Sebagian besar karya Syeikh Yasin al- Fadani diterbitkan oleh penerbit- penerbit di Kairo serta Bairut.

Dengan tulisan kitab yang sedemikian banyak, wajarlah apabila Syeikh Yasin al- Fadani ditempatkan di jajaran ulama pakar hadits( muhaddits), pakar alat, pakar tafsir, serta pakar fikih yang terkemuka di Mekah al- Mukarramah serta Haramain. Ulama ini merupakan kebanggaan nusantara, kebanggaan orang- orang Melayu di Haramain pada era ahir abad ke- 20M ataupun permulaan abad 15H.

Syeikh Yasin bin Isa al- Fadani al- Makki meninggal pada waktu sahur (sepertiga malam) Jum’at esoknya serta dimakamkan di makam Ma’ la Makah al- Mukarramah.

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related