Tata Cara Sholat Jenazah

Tata Cara Sholat Jenazah

Pembahasan tentang tata cara sholat kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai kewajiban muslim merawat mayit.

Sudah dijelaskan di pembahasan sebelumnya, bahwa merupakan kewajiban seorang muslim terhadap mayat muslim yang meninggal bukan sebagai syahid dikarenakan peperangan, selain itu maka hukumnya haram mensholati, termasuk menyolati muslim yang gugur sebagai syahid.

Rukun Sholat Jenazah

Ada 2 cara sholat jenazah, yang pertama sholat hadlir, yaitu sholat jenazah yang dilakukan dengan menghadirkan mayit di tempat sholat.

Kedua, sholat ghoib. Shalat ghaib adalah sholat jenazah yang dilakukan tanpa menghadirkan mayit di tempat sholat, hal ini biasa terjadi kala lokasi mayit jauh dan tidak terjangkau dengan berbagai alasan.

Meskipun secara teknis tidak sama, namun tata cara sholat ghaib dalam rukun dan bacaan, serta doanya sama dengan shalat hadir. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam pelafalan niat shalat ghoib, dan hadir.

Baik shalat ghaib atau bukan, pelaksanaan shalat jenazah tidak sah kecuali si mayit sudah dimandikan. Kecuali jika mayit memang tidak boleh dimandikan seperti mayit yang syahid perang.

Berikut ini penjelasan rukun sholat jenazah, baik shalat ghaib atau shalat hadlir:

  1. Niat shalat jenazah
  2. 4 kali takbir
  3. Membaca Fatihah
  4. Membaca shalawat setelah takbir kedua
  5. Mendoakan mayit setelah takbir ketiga
  6. Salam setelah takbir keempat

Tata Cara dan Bacaan Sholat Jenazah

1. Niat solat jenazah

Karena adanya beberapa praktek dalam shalat jenazah, seperti mayitnya lelaki atau wanita juga shalat dengan jenazah yang dihadirkan atau tidak maka sudah tentu bacaan niat juga berbeda.

Berikut ini rinciannya:

Niat shalat jenazah (mayit dihadirkan di mushalla)

Niat sholat jenazah laki-laki (mayit dihadirkan di mushalla)

  • Sebagai imam

نويت الصلاة على هذا الميت أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ إماما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzal mayyiti arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin imaaman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah sebagai imam, karena Allah taala.”

نويت الصلاة على هذا الميت أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ مأموما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzal mayyiti arba’a takbiirotin fardho kifaayatin ma’muuman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah sebagai imam, karena Allah taala.”

  • Shalat sendiri

نويت الصلاة على هذا الميت أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzal mayyiti, arba’a takbiirotin fardho kifaayatin, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, karena Allah taala.”

Niat sholat jenazah perempuan (mayit dihadirkan di mushalla)

  • Sebagai imam

نويت الصلاة على هذه الميتة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ إماما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzihil mayyitati, arba’a takbirotin fardlo kifayatin imaaman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, karena Allah taala.”

  • Sebagai ma’mum

نويت الصلاة على هذه الميتة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ مأموما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzihil mayyitati, arba’a takbirotin fardlo kifayatin ma’muman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, sebagai ma’mum karena Allah taala.”

  • Sendirian

نويت الصلاة على هذه الميتة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala hadzihil mayyitati, arba’a takbirotin fardlo kifayatin, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat menyolati mayit ini, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, karena Allah taala.”

Untuk tata cara niat sholat ghaib adalah sebagai berikut:

Niat sholat ghaib

Niat sholat ghaib jenazah laki-laki

  • Niat shalat ghaib laki-laki sebagai imam

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلان) الغائب أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ إماما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanin al gho-ibi arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin imaaman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulan/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah sebagai imam, karena Allah taala.”

  • Niat shalat ghaib laki-laki sebagai ma’mum

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلان) الغائب أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ مأموما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanin al gho-ibi arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin ma’muman, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulan/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah sebagai ma’mum, karena Allah taala.”

  • Niat shalat ghaib laki-laki bagi yang shalat sendirian

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلان) الغائب أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanin al gho-ibi arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulan/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, karena Allah taala.”

Niat sholat ghaib perempuan

  • Niat shalat ghaib perempuan sebagai imam

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلانة) الغائبة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ إماما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanah al gho-ibati arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin,imaman lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulanah/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, sebagai imam karena Allah taala.”

  • Niat shalat ghaib perempuan sebagai ma’mum

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلانة) الغائبة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ مأموما لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanah al gho-ibati arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin, ma’muman lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulanah/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

  • Niat shalat ghaib perempuan sendirian

نويت الصلاة على جَنَازَةِ (فُلانة) الغائبة أرْبعَ تكبيْراتٍ فرضَ كفايةٍ لله تعالى

Latin: “Nawaitus sholaata ala janazati fulanah al gho-ibati arba’a takbiirotin fardlo kifaayatin, lillahi, taala.”

Artinya: “Aku niat melakukan shalat ghaib untuk jenazah (fulanah/nama mayit) yang jauh di sana, sebanyak 4 takbir yang fardlu kifayah, karena Allah taala.”

Sebagai catatan, dalam niat shalat tidak harus menggunakan kata ushalli, asal mewakili dari kesengajaan untuk melakukan shalat semisal nawaitu shalata .. atau nawaitu an ushalliya diperbolehkan. Karena salah satu syarat niat shalat adalah qashdul fi’li (menyengaja melakukan shalat), lebih jelasnya bisa baca cara niat shalat.

2. 4 kali takbir

Dari ke-4 takbir shalat jenazah, takbir yang pertama adalah takbiratul ihram yang harus dilakukan bersamaan dengan niat shalat jenazah.

Dalam ke-4 takbir ini prakteknya sama sebagaimana takbir shalat pada umumnya, yaitu mengangkat kedua tangan sampai ujung-ujung jari sejajar pada daun telinga dan telapak tangan sejajar dengan bahu, lalu meletakkan kedua tangan pada dada.

3. Membaca Fatihah

Setelah takbir pertama, mushalli membaca Surat Fatihah sebagaimana dalam shalat pada umumnya.

Setelah membaca Fatihah dengan sempurna dilanjutkan dengan membaca takbir yang kedua sembari mengangkat kedua tangan sebagaimana takbir intiqal dalam shalat yang lain.

Membaca Fatihah dalam shalat jenazah tidak diharuskan setelah takbir pertama, akan tetapi bisa dijuga dibaca bersama dengan bacaan shalat jenazah setelah takbir kedua, ketiga atau yang keempat.

4. Membaca shalawat setelah takbir kedua

Tidak ada shalawat-shalawat yang khusus dalam bacaan sholat jenazah perempuan atau lelaki. Hanya saja dalam shalawat shalat jenazah lebih utamanya membaca shalawat Ibrahimiyah, yaitu shalawat Nabi setelah tasyahud yang dibaca pada waktu duduk tasyahud akhir.

Adapun minimal bacaan shalawat shalat jenazah yang paling singkat adalah:

اللهم صَلِّ على مُحَمَّد

Allahumma shalli alaa Muhammad.

Artinya: Ya Allah berikanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Setelah itu dilanjutkan dengan takbir ketiga dengan cara sebagaimana takbir sebelumnya.

5. Mendoakan mayit setelah takbir ketiga

Doa shalat jenazah yang dibaca setelah takbir ketiga merupakan doa untuk mayit dalam shalat jenazah agar dosanya diampuni dan juga dirahmati Allah. dan ini merupakan tujuan asal dari shalat jenazah.

Perlu diingat, bahwa bacaan doa shalat jenazah wanita dan laki-laki berbeda dari sisi penyebutan dhamir atau kata ganti. Dan bacaan doa setelah takbir ketiga ini adalah rukun shalat jenazah yang tidak boleh ditinggalkan.

Bacaan sholat jenazah arab, latin dan artinya yang dibaca setelah takbir ketiga

Doa sholat jenazah laki-laki singkat, mudah dihapal dan sudah memenuhi minimal rukun jika dibaca yaitu:

اللهم اغفر له

Latin: Allahumma ighfir lahu

Doa sholat jenazah wanita singkat

اللهم اغفر لها

Latin: Allahumma ighfir laha

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia (mayit)

Adapun bacaan doa shalat jenazah yang sempurna yaitu sebagaimana yang diriwayatkan dalam shahih Muslim:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالمَاءِ وَالثَلْجِ والبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Latin: Allaahumma ighfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbarad wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanas, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujih, waqihi fitnatalqabri wa ‘adzaabannaari.

“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmatMu kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah ia di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburnya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari noda kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan jagalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

Sedangkan doa untuk mayit perempuan sesuai sunnah adalah:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَها، وَارْحَمْها، وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها، وَأَكْرِمْ نُزُلَها، وَوَسِّعْ مَدْخَلَها، وَاغْسِلْها بِالمَاءِ وَالثَلْجِ والبَرَدِ، وَنَقِّها مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْها دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِها، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِها، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِها، وَقِها فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Latin: Allaahumma ighfirlaha warhamha wa’aafihaa wa’fu anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi’ madkhalahaa waghsilhaa bilmaai wats-tsalji walbarad wanaqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanas, wa abdilha daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahliha, wa zaujan khairan min zaujihaa, waqiha fitnatalqabri wa ‘adzaabannaari.

Selesai membaca doa jenazah setelah takbir ketiga dilanjutkan dengan takbir keempat yang disertai mengangkat tangan sebagaimana biasa.

6. Salam setelah takbir keempat

Membaca salam setelah takbir ke-4 merupakan rukun shalat jenazah, untuk caranya sama sebagaimana bacaan salam pada shalat yang lain.

Meski doa jenazah setelah takbir ke-4 bukan termasuk rukun, akan tetapi sunnah untuk dibaca sebelum salam.

Do’a sholat mayit setelah takbir ke-4

Bacaan sholat jenazah laki-laki yang sunnah dibaca setelah takbir ke-4 adalah:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.

Latin: Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu.

Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami mendapatkan pahala atas musibah kematian mayit, jangan pula engkau memberikan kami cobaan sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.

Jika jenazah perempuan maka bacaan sholat jenazah perempuan setelah takbir ke4 hanya dengan mengganti dlomir/kata ganti mudzakkar menjadi muannats, yaitu:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا.

Latin: Allahumma laa tahrimna ajraha wa laa taftinna ba’daha waghfir lanaa wa lahaa.

Baca juga: Kesunnatan menjelang sholat

Pertanyaan & jawaban seputar sholat jenazah

Bagaimana tata cara sholat jenazah perempuan?

Dalam sholat jenazah, baik laki-laki atau perempuan sama saja dalam segi cara, bacaan dan rukun-rukunnya.

Hanya saja perlu mengganti dlomir mudzakar (kata ganti laki) menjadi dlomir muannats (kata ganti wanita) untuk doa-doa jenazah yang dibaca.
Selain itu, dalam posisi jenazah perempuan dan laki-laki hendaknya dibedakan.

Jika jenazah lelaki, imam berdiri tepat di bagian belakang kepala jenazah. Dan, posisi kepala jenazah berada di sebelah kiri imam.

Jika jenazah perempuan, maka imam berdiri tepat di belakang pinggang jenazah. Sementara kepala jenazah wanita diposisikan di sebelah kanan imam.

Bagaimana cara cara sholat jenazah?

Untuk tata cara sholat jenazah, Anda bisa membacanya di tautan ini.

Apa bacaan sholat jenazah takbir ke 3?

Untuk mayit laki-laki doa sholat jenazah paling singkat adalah:
اللهم اغفر له, bacaan latinnya “Allahumma ighfir lahu.”

Sedangkan doa untuk mayit perempuan yang paling singkat yaitu:
اللهم اغفر لها, Latin: Allahumma ighfir laha

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia (mayit).

Adapun bacaan doa shalat jenazah yang sempurna yaitu sebagaimana yang diriwayatkan dalam shahih Muslim bisa dilihat di sini.

Bagaimana niatnya sholat jenazah perempuan?

Niat sholat jenazah perempuan, baik shalat ghaib atau shalat hadir bisa Anda baca di sini.

Berapa kali takbir dalam shalat jenazah?

Shalat jenazah tidak seperti shalat pada umumnya yang memakai hitungan rakaat, ruku’, i’tidal, duduk dan sujud.

Sholat jenazah dilakukan hanya dengan 4 kali takbir dalam sekali berdiri.

Ketika Shalat jenazah apa yang dibaca pada saat takbir ke dua *?

Pada takbir kedua mushalli membaca shalawat Nabi ﷺ.
Adapun bacaan shalawat shalat jenazah yang paling singkat adalah:
اللهم صَلِّ على مُحَمَّد
Allahumma shalli alaa Muhammad.

sedangkan yang paling utama adalah membaca Shalawat Ibrahimiyah; shalawat yang dibaca setelah tasyahud pada waktu duduk terakhir sebelum salam.

Janaiz adalah?

Janaiz merupakan jamak dari janazah yang berarti beberapa jenazah.

Bagaimana bunyi bacaan sholat jenazah laki laki pada takbir ke 4?

Setelah takbir ke-4 hanya diwajibkan salam. Namun jika menginginkan pahala sunnah bisa membaca bacaan sholat jenazah laki laki pada takbir ke 4, yaitu:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.
Latin: Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu.

Manakah doa yang harus dibaca dalam sholat jenazah anak anak?

Menurut Syekh Nawawi al Bantani dalam kitabnya Tausyih ala Fathil Qorib, tidak ada perbedaan bacaan doa antara jenazah anak-anak dan dewasa setelah takbir ke-3. Namun, beberapa ulama ada yang membedakan doa untuk jenazah anak-anak, yaitu:
اَللّٰهُمَّ اجعله فرطاً لأبويه وسلفاً وذخراً وعظة واعتباراً وشفيعاً. وثقل به موازينهما وأفرغ الصبر على قلوبهما ولا تفتنهما بعده ولا تحرمهما أجره

Allaahummaj’alhu farothon li abawaihi wa dzukhron wa ‘idhatan wa’tibaron wa syafii’an, wa tsaqqil bihi mawaziinahumaa, wa afrighis shobro ‘ala quluubihimaa. wala taftinhuma ba’dahu wala tahrimhuma ajrohu

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dan simpanan akhirat bagi kedua orangtuanya, sebagai nasehat, i’tibar serta pemberi syafaat kelak.
Melalui musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan kedua orangtuanya dan berilah kesabaran pada hati keduanya.
Dan janganlah Engkau memberi mereka cobaan dan menghalangi keduanya untuk mendapat pahala (musibah kematian ini) setelah kematian anaknya.”

Apakah Shalat Jenazah baca doa iftitah?

Tidak perlu membaca doa iftitah, setelah takbiratul ihram langsung membaca Fatihah.

Apa boleh shalat jenazah sendirian?

Boleh, dan akan menggugurkan tuntutan Muslimin yang lain karena hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah.
Bahkan seandainya keberadaan mayit hanya diketahui satu orang saja maka dia berdosa jika tidak melaksanakan shalat jenazah.

Apa hukumnya sholat jenazah berikan alasannya?

Hukum sholat jenazah adalah fardu kifayah, artinya kewajiban Muslim yang lain akan gugur jika ada yang melaksanakannya di suatu tempat. Dengan demikian, jika hanya ada satu orang yang mengetahui ada mayit yang memenuhi syarat untuk disholati maka dia wajib dan berdosa jika meninggalkan shalat jenazah.

Pernahkah Nabi Muhammad SAW Menyembahyangkan sholat ghoib?

Nabi ﷺ pernah melakukan sholat ghaib pada jenazahnya Raja Najasyi.

والله أعلم

Referensi:

ت للنووي الجاوي,

Posting Terbaru

Related Articles

Related