Fiqih Thoharoh dan Kebersihan dalam Islam

Definisi thaharoh dan pengertian bersuci

Fikih Thoharoh dan Kebersihan dalam Islam – Mungkin kita sering mendengar istilah “Thoharoh” dalam kajian-kajian fikih islam. Namun tak jarang bagi para muslim yang belum mengetahui apa itu thoharoh dan apa yang dimaksud thoharoh. Berikut ini adalah definisi thoharoh.

Definisi thoharoh

Pengertian thoharoh secara bahasa adalah kebersihan dan mensucikan dari kotoran, baik kotoran yang nampak seperti halnya najis ataupun tak nampak sebagaimana aib.

Hal ini sebagaimana ungkapan yang berlaku dalam penggunaan bahasa arab,

 تطهّر بالماء: أي تنظف من الدنس، وتطهر من الحسد: أي تخلص منه.

1

“Berthoharoh menggunakan air bermakna membersihkan dari kotoran, berthoharoh dari hasud bermakna menghilangkan sifat hasad.”

Adapun makna thoharoh dalam istilah syariat atau fiqih adalah melakukan sesuatu yang dapat memperbolehkan seseorang melakukan sholat atau ibadah yang sama dari segi hukum, seperti thowaf, memegang mushaf.

Dengan demikian, thoharoh bisa berarti wudhu bagi orang yang belum wudhu, mandi wajib bagi seseorang yang junub dan akan melakukan sholat. Begitu juga mensucikan najis yang terdapat pada badan, tempat sholat atau musholla serta pakaian juga termasuk thoharoh.

Kepedulian Islam terhadap kebersihan dan kesucian

Perhatian dan kepedulian Islam terhadap kebersihan dan kesucian, sangat besar. Bukan tanpa bukti, karena masalah kebersihan dan kesucian telah dijelaskan secara gamblang dalam Al Quran dan juga sunnah rosul.

Berikut ini merupakan bentuk kepedulian islam dalam menjaga kebersihan.

  1. Perintah melakukan wudhu secara berulangkali setiap hari saat akan melakukan sholat
Kepedulian islam terhadap kebersihan
Kepedulian islam terhadap kebersihan
Thoharoh kesucian dan kebersihan menurut ajaran islam
Thoharoh kesucian dan kebersihan menurut ajaran islam
  1. Anjuran untuk melakukan mandi

Syariat islam juga menganjurkan mandi dalam beberapa kondisi. Hal ini sebagaimana ayat yang telah disebutkan di atas, juga berdasarkan hadits:

 ثُمَّ قَالَ: حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ

2

“.. Kemudian Nabi SAW bersabda: Hak atas seorang muslim (akil baligh) untuk melakukan mandi dengan membasuh tubuh dan kepalanya di setiap sehari (jumat) dalam seminggu.”

  1. Anjuran memotong kuku
  2. Perintah melakukan khitan
  3. Anjuran mencukur kumis
  4. Mencukur bulu kemaluan
  5. Mencabut bulu ketiak

Anjuran serta perintah menjaga kebersihan tubuh dengan memotong kuku, melakukan khitan, mencukur kumis, mencukur bulu kemaluan serta mencabut bulu ketiak berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori RA:

خمس من الفطرة: الختان، والاستحداد، ونتف الإبط، وتقليم الأَْظافر، وقص الشارب

3

“Lima perkara yang termasuk fitrah (sunat para nabi4) yaitu; Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.”

  1. Anjuran bersiwak atau sikat gigi

Menggunakan miswak sebagai siwak merupakan sebuah kesunatan menjelang wudhu maupun sholat [baca: Perkara yang sunat dalam wudhu]. Kesunatan bersiwak tidak terbatas pada kayu arak saja, namun juga berlaku pada segala sesuatu yang padat dan kasar serta bisa menghilangkan kotoran kuning pada gigi sebagaimana sikat gigi, kain, tisu, kayu dan lain-lain.

Perintah Nabi Muhammad SAW kepada umatnya untuk melakukan siwak sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim:

Thoharoh, dalil hadits tentang sikat gigi
  1. Mencuci pakaian

Selain menjaga kebersihan badan, Islam juga menganjurkan menjaga kesucian dan kebersihan pakaian. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

Thoharoh, dalil tentang perintah mensucikan pakaian
Perintah menjaga kebersihan pakaian
Arti dalil Quran perintah menjaga kebersihan pakaian

Selain itu, Islam juga menjadikan kebersihan atau kesucian sebagai bagian dari iman. Dalam hal ini Nabi bersabda:

 الطهور شطر الإيمان

5

“Bersuci merupakan separuh bagian iman.”

Hikmah dibalik anjuran menjaga kesucian dan kebersihan

  1. Kebersihan mengajak karakter pada fitrahnya

Secara fitrah, karakter manusia tertarik pada kebersihan dan kesucian serta benci dengan hal-hal yang kotor dan menjijikkan. Sebagai agama fitrah, islam memerintahkan perkara yang sesuai dengan fitrah manusia.

  1. Menjaga kehormatan dan kemuliaan muslim

Tidak bisa dipungkiri bahwa secara naluri, manusia cenderung menyukai kenyamanan dan menginginkan untuk bermasyarakat dalam lingkungan yang bersih, serta membenci lingkungan yang jorok dan kotor. Karenanya Islam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan agar tidak dijauhi masyarakat karena dianggap jorok. Sehingga dalam pergaulan bermasyarakat, orang-orang mukmin serta lingkungannya bisa dianggap sebagai orang terhormat penuh wibawa dengan lingkungan yang nyaman.

  1. Menjaga kesehatan

Kebersihan merupakan salah satu faktor utama penyebab dijauhkan dari berbagai macam penyakit dan beberapa virus, termasuk virus corona (Covid19). Penyebaran penyakit ataupun virus kebanyakan bermula dari lingkungan yang kotor dan tubuh yang tidak terjaga kebersihannya.

Anjuran membersihkan tubuh, dan perintah mencuci muka, cuci tangan, hidung serta kedua kaki yang berkali-kali dianjurkan oleh islam tiapkali seorang muslim melakukan wudhu merupakan sebuah protokol kesehatan terutama dalam penyebaran berbagai macam virus. Karena anggota tubuh tersebut yang rawan terpapar kotoran dan penyebaran virus.

  1. Menghadap Allah SWT dalam keadaan bersih

Dengan adanya perintah thoharoh sebelum sholat diharapkan agar seorang muslim ketika menghadap Rabbnya saat bermunajat dalam keadan bersih secara dhohir dan bathin, bersih secara jasmani dan rohani. Karena Allah mencintai orang-orang yang bersuci dan juga bertaubat.

Macam-Macam thaharoh

Macam thaharoh ada 2 yaitu:

  1. Bersuci dari najis

Najis dalam pengertian bahasa adalah sesuatu yang dianggap jorok dan kotor. Adapun najis menurut istilah syara’ adalah sesuatu yang dianggap kotor yang dapat menghalangi sahnya sholat.6 (Baca: Tata cara dan syarat sah sholat)

  1. Bersuci dari hadats

Hadats secara etimologi (bahasa) adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadats dalam terminologi fiqih adalah sebuah kondisi yang melekat pada anggota tubuh yang dapat mencegah keabsahan sholat dan juga ibadah lain yang semakna. Selain itu hadats juga lumrah disebut sebagai perkara yang membatalkan wudhu atau mewajibkan mandi junub.

Tata cara bersuci dari hadats

Agar tubuh terbebas dari hadats sehingga sah mengerjakan sholat dan ritual ibadah lain yang mensyaratkan suci dari hadats seperti thowaf, khutbah jumat, memegang mushaf bahkan membaca Al Quran yaitu:

  1. Melakukan wudhu
  2. Mandi besar
  3. Tayammum

Refrensi:

  1. الفقه المنهجي ج١ ص ٢٧
    الناشر: دار القلم للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق
  2. صحيح البخاري
  3. صحيح البخاري
  4. شرح النووي على مسلم ج ٣ ص ١٤٨
  5. رواه مسلم
  6. الفقه المنهجي ج ١ ص ٣٨ الناشر: دار القلم للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق

0 Komentar

Penulis: mantra-berdarah

Kategori

Related Articles

Related