Tiga Prinsip Terapi Obesitas Dengan Diet

Makanan penyebab obesitas

Tiga Prinsip Terapi Obesitas Dengan Diet – Rencana terapi obesitas, dalam rangka menurunkan berat badan sebaiknya tidak ditunda terlalu lama, karena hal ini hanya akan mengakumulasi gangguan kesehatan lainnya. Banyak pola yang bisa dilakukan, termasuk diantaranya diet, latihan, modifikasi perilaku/ gaya hidup. Hal-hal di atas lebih diutamakan daripada mengkonsumsi obat-obat kimia pelangsing atau yang bersifat anorektik.

Diet memang bisa menjadi pilihan utama terapi obesitas. Terdapat banyak diet untuk membantu penurunan berat badan. Tanpa menghiraukan program, konsumsi energi harus kurang dari penghabisan energi. Tujuannya adalah menurunkan berat badan 0,5 sampai 1 kg per minggu. Mekanismenya dengan diet  seimbang asupan lemak, karbohidrat, dan protein.

Terapi obesitas yang akhir-akhir ini cukup menggiurkan adalah operasi, yaitu mengurangi volume perut atau permukaan absorpsi saluran cerna, memang masih menjadi intervensi yang paling efektif untuk terapi obesitas. Namun hal ini juga memiliki kemungkinan untuk 1% mengalami komplikasi. Oleh karena itu, operasi sebaiknya digunakan untuk mereka dengan IMT lebih besar dari 35 atau 40 kg/m2 dan komorbiditas yang signifikan.

Terapi Obesitas Awal Dengan Diet

Diet merupakan langkah awal yang baik untuk menurunkan berat badan. Dengan berdiet, para ahli mengemukakan setidaknya hal tersebut akan memerangi separuh cara untuk menurunkan berat badan. Banyak tips yang dihadirkan oleh para ahli gizi bagi para penderita obesitas. Beberapa diantaranya adalah dengan diet rendah lemak dan kolesterol dan makan-makanan tinggi serat.

Inti pertama terapi obesitas adalah meniatkan untuk berdiet. Diet mungkin akan merepotkan mereka pada awalnya. Namun, sebeneranya mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan tidak membingungkan tidak seketat yang banyak orang bayangkan.  Yang harus diingat dari diet tersebut adalah, tetaplah makan berbagai macam makanan, yang penting memberikan kontribusi gizi yang baik bagi tubuh dan saluran cerna.

Inti kedua adalah dengan menjadwalkan menu makanan sehat pada hari-hari penderita obesitas. Menu makanan sehat yang bisa dikonsumsi adalah ; buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan, makanan tinggi karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral, rendah lemak, dan bebas dari kolesterol, harus menjadi sebagian besar kalori yang dikonsumsi. Sisanya harus berasal dari produk susu rendah lemak, daging dan unggas, dan ikan.

Inti ketiga terapi obesitas dengan cara diet ini adalah, penderita obesitas juga harus mencoba untuk menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran kalori. Cara yang cukup efektif misalnya tidak makan lebih banyak makanan dari tubuh dari total yang gunakan. Jika tidak, maka akan didapatkan banyak karbohidrat yang disimpan dalam tubuh akan menjadi lemak. Semakin aktif penderita obesitas (misalnya beraktifitas sehari-hari), semakin bisa makan dan tetap menjaga keseimbangan ini.

Dengan mengikuti tiga prinsip dasar terapi obesitas dengan diet ini, bukan berarti penderita obesitas harus menahan makanan favoritnya. Mereka boleh mengkonsumsi makanan favorite, tetapi masih dalam pola seimbang dan kaya nutrisi serta serat yang cukup, tidak ada salahnya mencicipi menu makan makanan fast food sesekali.  Makan sehat terutama sayuran, biji-bijian, atau buah-bahwa merupakan cara yang ampuh bahkan direkomendasikan oleh para ahli. Menu makanan sehat tidak harus berarti makanan yang hambar atau tidak menarik.

Berolahraga, Terapi Obesitas Yang Sangat Disarankan

Terbiasa hidup santai, menonton TV dalam waktu lama, tidur tanpa mengingat waktu, mengunyah atau ngemil makanan kecil sebanyak mungkin, jarang memanfaatkan waktu untuk bergerak/olahraga, lebih banyak duduk ketimbang berjalan merupakan kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas.

Dengan melakukan olehraga yang teratur, minimum tiga kali dalam seminggu selama 20 menit saja, maka tubuh akan membakar kelebihan kalori yang tersimpan di tubuh. Tidak hanya menurunkan berat badan, olahraga juga meningkatkan metabolic rate, otot menjadi lebihterbentuk, dan penampilan akan lebih segar.  Penderita obesitas bisa memilih olahraga apa saja yang digemari dan bisa membuatnya merasa enjoy.

Pencegahan obesitas

Banyak penderita obesitas mengabaikan hal ini, karena membuat lelah dan kesulitan bernapas. Padahal terapi obesitas dengan olahraga, paling cepat membakar lemak di tubuh. Olahraga juga membuat perasaan menjadi lebih positif, sehingga pada penderita obesitas tidak lagi merasa minder dan rendah hati.

Hindari Obat Pelangsing, Hiduplah Secara Alami

Jika terapi obesitas dengan diet dan olahraga saja, tidak bisa menurunkan berat badan, banyak orang beralih kepada pengobatan kimia. Pil-pil penurun berat badan pun mulai ramai di pasaran, yang menjanjikan dapat langsing dalam seketika.

 Bukan hanya produk kimia, bahkan produk herbal juga ramai mengisi pasar. Sayangnya, hasil survey pada BPOM, obat-obat herbal ini juga banyak mengandung bahan kimia, yang memiliki efek samping besar, jika digunakan dalam jangka waktu panjang. Beberapa obat berbahan kimia yang dijual memiliki sifat anoreksia, atau memiliki sifat penolakan pada makanan, efek obat ini akan membahayakan penderita, ketika dihentikan. Dan, justru akan meningkatkan berat badan berlebihan.

Kembali ke menu makanan alami, dengan terus memperhatikan keseimbangan jumlah karbohidrat, lemak, protein dan vitamin, adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga badan agar tidak menjadi obesitas. Pola hidup yang sehatpun senantiasa ditingkatkan, misalnya tidak bermalas-malasan, meningkatkan produktivitas, bekerja dengan baik. Hal-hal ini akan memicu energi juga dikeluarkan, sehingga menurunkan kegemukan.

0 Komentar

Penulis: Anjumi Baasyaiban

Kategori

Related Articles

Related